MANADOPOST.ID—Suasana penuh semangat dan kolaborasi terasa saat Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak PKK (TP PKK), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Tim Penggerak Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan strategis yang turut dihadiri Ketua TP PKK Sulut Ny Anik Yulius Selvanus tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Bimbingan Teknis Posyandu Remaja Duta Stunting dan Temu Karya Jambore PKK Tahun 2025, diselenggarakan di Hotel Luwansa Manado.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga atas kiprah para kader yang selama ini berperan langsung di lapangan. Ia menekankan bahwa keberadaan PKK, Dekranasda, dan Posyandu merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga sebagai unit terkecil yang menentukan kualitas pembangunan daerah.
“Kehadiran saya di sini merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap peran penting PKK, Dekranasda, dan Posyandu,” ujar gubernur.
Gubernur menjelaskan setiap unsur memiliki peran kunci yang saling melengkapi. TP PKK menjalankan pemberdayaan keluarga melalui program-program berkelanjutan, Dekranasda berperan mengembangkan potensi kerajinan daerah sebagai penggerak ekonomi kreatif, sementara TP Posyandu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu, anak, dan remaja. Kolaborasi ketiganya menjadi kekuatan penting dalam mendorong Sulut lebih sehat dan sejahtera.
Rakerda ini, lanjutnya, menjadi ruang untuk menyusun langkah kerja yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia berharap penyusunan program dilakukan dengan pendekatan kolaboratif agar seluruh kegiatan sinkron dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. “Melalui Rakerda ini, saya berharap muncul rumusan program yang lebih inovatif dan efektif, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Gubernur.
Selain Rakerda, kegiatan Bimtek Posyandu Remaja Duta Stunting juga mendapat perhatian khusus. Gubernur menyebut agenda ini sebagai momentum peningkatan kapasitas kader, terutama dalam menghadapi isu stunting yang masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan di banyak daerah. Dengan adanya penguatan melalui Bimtek dan Jambore PKK, kader diharapkan semakin siap dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan kesehatan berbasis komunitas.
“Ini adalah upaya memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan stunting. Kita ingin generasi muda Sulut tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang cerah,” tegasnya.
Gubernur mengajak seluruh kader terus menjaga semangat kebersamaan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata. “Mari kita bekerja keras dan bahu-membahu untuk mewujudkan Sulawesi Utara yang lebih sehat, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Kegiatan yang turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bukti penguatan keluarga, pencegahan stunting, pengembangan kerajinan, serta layanan kesehatan dasar adalah prioritas bersama. Dengan sinergi kuat antara PKK, Dekranasda, dan Posyandu, Pemerintah Provinsi Sulut optimistis pembangunan sumber daya manusia akan semakin meningkat.(gel)
Editor : Angel Rumeen