Rombongan pimpinan daerah berangkat dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju Bandara Taman Bung Karno, Siau, menggunakan maskapai Susi Air.
Kunjungan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan penanganan darurat pascabencana yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, berjalan secara optimal dan terkoordinasi.
Tiba di lokasi bencana, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, disertai upaya pemulihan akses dan fasilitas di lokasi terdampak. Berdasarkan data sementara, tercatat 14 orang menjadi korban, sementara 4 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
“Tujuan kami datang langsung ke Siau adalah untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan tepat sasaran. Pemerintah Provinsi telah menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, serta menambah personel di lapangan. Peralatan berat juga telah disiagakan di titik-titik terdampak guna membersihkan material puing agar aktivitas dan mobilitas warga dapat kembali normal,” ujar Gubernur Yulius.
Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie menyampaikan bahwa Polri telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendukung masa tanggap darurat bencana tersebut. Ratusan personel dikerahkan, terdiri dari unsur Brimob, Sabhara, hingga Tim Medis Dokkes Polda Sulut.
Adapun tugas personel Polri meliputi operasi pencarian dan penyelamatan untuk membantu Basarnas dalam menemukan empat korban yang masih hilang, pengamanan lokasi dan aset milik warga guna mencegah potensi tindak kriminalitas, serta pendirian dapur umum dan posko kesehatan bagi para pengungsi.
“Kami memastikan Polri hadir di tengah masyarakat. Personel akan tetap berada di lokasi hingga situasi benar-benar kondusif dan seluruh korban berhasil ditemukan,” tegas Irjen Pol Roycke Langie.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih terus bekerja secara intensif di lokasi bencana. Meski kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Siau dilaporkan masih fluktuatif, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mempercepat proses evakuasi dan rehabilitasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan serta mematuhi seluruh arahan dan instruksi petugas di lapangan.(gnr)
Editor : Grand Regar