Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Atlas: Robot Humanoid yang Bukan Lagi Sekadar Fiksi Ilmiah

ALengkong • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:44 WIB

 

Robot Humanoid Amerika
Robot Humanoid Amerika

MANADOPOST.ID - Di era di mana kecerdasan buatan dan robotik makin menyatu dengan kehidupan sehari-hari, Boston Dynamics kembali menarik perhatian dunia dengan Atlas, robot humanoid yang dirancang untuk bekerja di lingkungan industri nyata bukan hanya di laboratorium atau video viral.

Wajah Baru Robot Masa Depan

Atlas bukan robot main-main. Tingginya sekitar 1,9 meter dengan tubuh yang dibuat sedemikian rupa agar bisa bekerja di fasilitas pabrik yang sama seperti manusia bekerja yang menggunakan alat, mengambil bagian, atau mengatur urutan produksi. Ia dilengkapi 56 derajat kebebasan gerak (DoF), sistem sensor yang memungkinkan persepsi lingkungan, dan baterai yang bisa diganti sendiri sehingga dapat terus bekerja tanpa berhenti lama.

Desainnya juga memungkinkan robot ini melacak kode batang dan terhubung ke sistem manajemen material seperti MES dan Warehouse Management Systems, sehingga bisa menjadi bagian dari lini produksi secara mulus. Ini adalah hasil dari riset bertahun-tahun dan banyak pembelajaran lewat AI, yang membuat Atlas bukan lagi sekadar robot yang dioperasikan dengan program sederhana, tapi dapat belajar tugas baru dan beradaptasi dengan lingkungan.

AI yang Membuat Robot “Belajar” Dunia Nyata

Salah satu yang paling menarik dari Atlas bukan hanya tubuhnya, tapi otaknya. Tim pengembang di Boston Dynamics menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengajarkan Atlas melakukan pekerjaan di pabrik nyata, misalnya menyortir komponen atap mobil tanpa bantuan langsung manusia.

AI ini dilatih lewat kombinasi pelatihan langsung, simulasi, dan teknik lain seperti supervised learning. Misalnya, data dari pemakaian motion capture atau gerakan manusia dipakai untuk mengajarkan robot cara melakukan gerakan yang diinginkan. Kemampuan belajar melalui pengalaman seperti manusia inilah yang membuat Atlas bisa mempelajari banyak hal lebih cepat, dan akan terus berkembang saat dihadapkan pada tantangan-tantangan baru di lapangan.

Namun, seperti diakui para insinyur, masih banyak hal yang belum Atlas kuasai adalah ia belum bisa melakukan hal sederhana yang manusia lakukan setiap hari, seperti menuang kopi atau memakai baju.

Dari Panggung CES ke Lini Produksi

Atlas bukan hanya jadi berita di media teknologi, tapi juga bintang di CES 2026, pameran teknologi besar dunia. Di sana, versi produksi Atlas diperkenalkan secara publik dan bahkan mendapatkan penghargaan sebagai salah satu robot terbaik acara tersebut.

Yang ditunjukkan di panggung memang masih dioperasikan secara remote, tetapi versi produksi yang sedang digarap sudah dirancang untuk bekerja otomatis, dengan kemampuan belajar tugas-tugas industri.

Kolaborasi juga menjadi hal penting. Boston Dynamics, yang kini dimiliki mayoritas oleh Hyundai Motor Group, bekerja sama dengan Google DeepMind dan Nvidia untuk memperkuat kemampuan AI Atlas sehingga robot ini lebih cepat belajar, lebih kontekstual memahami situasi, dan lebih siap bekerja di lingkungan yang kompleks.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Walaupun potensinya menarik seperti melakukan tugas berat atau berulang yang melelahkan bagi manusia penerapan Atlas dalam dunia nyata masih menghadapi beberapa tantangan. Misalnya soal keandalan dalam jangka panjang, kemampuan manipulasi objek kompleks, serta persepsi lingkungan yang masih jauh dari kemampuan manusia.

Ke depan, Atlas tidak hanya dikembangkan untuk Hyundai saja. Targetnya adalah menjadi robot produktif yang bisa bekerja di banyak industri, bukan sekadar alat demonstrasi teknologi. Dengan rencana produksi besar dan integrasi kecerdasan buatan yang terus berkembang, Atlas menjadi simbol bahwa era ketika robot humanoid bekerja berdampingan dengan manusia bukan hanya di film kini semakin dekat.

 

Y.M.G

Editor : ALengkong
#Amerika #robot