MANADOPOST.ID - Setelah kesuksesan game Control (2019), studio asal Finlandia, Remedy Entertainment akhirnya menyiapkan kelanjutan dari dunia supernatural yang mereka bangun. Sekuel tersebut berjudul Control Resonant, sebuah game action RPG yang dijadwalkan rilis pada tahun 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, Windows, dan macOS.
Game ini menjadi langkah baru bagi seri Control, karena tidak hanya melanjutkan cerita, tetapi juga mengubah banyak aspek gameplay, dunia permainan, serta pendekatan desainnya.
Sekuel Control yang Mengambil Sudut Pandang Baru
Dalam Control Resonant, pemain tidak lagi mengendalikan Jesse Faden seperti di game pertama. Kali ini cerita berfokus pada Dylan Faden, saudara Jesse yang sebelumnya muncul sebagai karakter penting dalam Control.
Dylan adalah seorang parautilitarian, yaitu manusia yang memiliki kemampuan supernatural untuk memanipulasi kekuatan paranormal. Dalam cerita game ini, ia baru saja bangun dari koma panjang dan langsung menghadapi krisis besar yang mengancam dunia.
Ancaman tersebut muncul ketika sebuah kekuatan kosmik misterius mulai merusak realitas dan menyebabkan berbagai fenomena aneh di Manhattan. Kota tersebut berubah menjadi tempat yang penuh distorsi realitas, dengan bangunan dan lingkungan yang tampak tidak mengikuti hukum fisika biasa.
Di tengah kekacauan tersebut, Dylan bekerja sama dengan organisasi rahasia Federal Bureau of Control (FBC) untuk menahan ancaman paranormal sekaligus mencari keberadaan Jesse yang menghilang.
Menariknya, meskipun Jesse tetap menjadi bagian penting dalam cerita, karakter tersebut tidak akan bisa dimainkan oleh pemain dalam game ini.
Perubahan Besar pada Gameplay
Salah satu perubahan paling mencolok dalam Control Resonant adalah sistem gameplay-nya.
Game Control pertama dikenal sebagai third-person shooter yang menitikberatkan pada penggunaan senjata jarak jauh dan kemampuan telekinetik. Namun sekuelnya justru beralih menjadi action role-playing game dengan fokus utama pada pertarungan jarak dekat.
Senjata utama Dylan disebut Aberrant, sebuah senjata supernatural yang bisa berubah bentuk sesuai kebutuhan pertempuran. Senjata ini dapat berubah menjadi berbagai bentuk seperti palu besar, bilah tajam, hingga bentuk lain yang memanfaatkan pertarungan jarak dekat secara agresif.
Sistem pertarungan dirancang lebih cepat dan dinamis dibandingkan game sebelumnya. Pemain didorong untuk menyerang secara agresif dengan kombinasi serangan melee, kemampuan paranormal, serta mobilitas tinggi seperti melayang dan menghindar dengan cepat.
Selain itu, game ini menghadirkan sistem talent dan build karakter, sehingga pemain dapat mengembangkan gaya bertarung Dylan sesuai pilihan mereka. Beberapa kemampuan dapat diperoleh dengan mengalahkan bos atau menyelesaikan tantangan tertentu.
Remedy juga menegaskan bahwa game ini bukan game bergaya soulslike, melainkan pengalaman action yang memberi kontrol penuh kepada pemain untuk menciptakan alur pertarungan mereka sendiri.
Dunia yang Lebih Besar dan Terbuka
Perubahan lainnya adalah desain dunia permainan.
Jika Control pertama sebagian besar berlangsung di dalam gedung misterius bernama Oldest House, Control Resonant memperluas skala permainan ke area kota Manhattan yang telah mengalami distorsi paranormal.
Lingkungan game dirancang sebagai area luas yang memiliki berbagai distrik dan aktivitas sampingan. Pemain dapat menjelajah, menemukan rahasia, serta menyelesaikan misi opsional selain cerita utama.
Meski demikian, pengembang menegaskan bahwa game ini bukan sepenuhnya open world, melainkan terdiri dari zona besar yang saling terhubung dengan berbagai aktivitas dan kejadian tersembunyi.
Pendekatan ini membuat dunia game terasa lebih luas sekaligus tetap fokus pada narasi dan eksplorasi khas seri Control.
Tim Gameplay Terbesar dalam Sejarah Remedy
Untuk mewujudkan perubahan besar tersebut, Remedy membentuk tim pengembangan yang sangat besar.
Menurut produser eksekutif Juha Vainio, Control Resonant memiliki tim gameplay terbesar dalam sejarah Remedy Entertainment.
Hal ini dilakukan karena studio ingin membawa sistem pertarungan dan pergerakan karakter ke level yang lebih tinggi dibandingkan game sebelumnya. Remedy juga menegaskan bahwa meskipun cerita tetap menjadi inti dari game mereka, pengalaman gameplay kini mendapatkan perhatian yang jauh lebih besar.
Direktur kreatif Mikael Kasurinen menjelaskan bahwa game ini akan memadukan elemen yang sudah dikenal penggemar dengan berbagai ide baru. Pemain lama masih akan menemukan fenomena dan musuh yang familiar, seperti entitas paranormal dari game sebelumnya, tetapi juga menghadapi ancaman dan tantangan yang sama sekali baru.
Proyek Ambisius dengan Anggaran Besar
Dari sisi produksi, Control Resonant juga merupakan proyek besar bagi Remedy.
Game ini dikembangkan menggunakan Northlight Engine, mesin grafis internal milik studio yang sebelumnya digunakan pada beberapa proyek mereka. Teknologi tersebut telah ditingkatkan untuk menghadirkan detail lingkungan yang lebih kompleks dan pencahayaan realistis.
Proyek ini diperkirakan memiliki anggaran awal sekitar 50 juta euro, dengan tim pengembang yang dapat mencapai lebih dari 200 orang selama masa produksi.
Agar proyek tersebut mencapai titik impas, Remedy memperkirakan game ini harus terjual sekitar 3 hingga 4 juta kopi setelah rilis.
Saat ini game tersebut dilaporkan masih berada dalam tahap alpha development, sehingga masih ada kemungkinan berbagai perubahan sebelum peluncurannya.
Bagian dari Dunia Besar Remedy
Control Resonant juga menjadi bagian dari dunia cerita yang lebih besar yang sering disebut sebagai Remedy Connected Universe.
Dunia ini menghubungkan berbagai game Remedy, termasuk Control dan Alan Wake 2, melalui berbagai elemen cerita dan karakter yang saling terkait.
Dengan pendekatan tersebut, setiap game tetap bisa dimainkan secara mandiri, tetapi juga menjadi bagian dari narasi yang lebih luas.
Penutup
Control Resonant tampaknya menjadi salah satu proyek paling ambisius yang pernah dibuat oleh Remedy Entertainment.
Dengan perubahan besar pada gameplay, dunia yang lebih luas, fokus cerita baru melalui karakter Dylan Faden, serta tim pengembangan terbesar dalam sejarah studio, game ini mencoba membawa seri Control ke arah yang lebih besar dan lebih eksperimental.
Jika semua rencana pengembang berjalan sesuai harapan, Control Resonant berpotensi menjadi salah satu game aksi supernatural paling menarik ketika dirilis pada tahun 2026.
DiBuat Oleh: Y.M.G
Editor : ALengkong