MANADOPOST.ID- Pelayanan Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) terus tumbuh dan bergerak. Berbagai program dicanangkan di periode pelayanan 2022-2027. Halnya yang sementara dilaksanakan Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama Sinode GMIM.
Tiap tahunnya, dilaksanakan pembekalan Komisi Pelayanan Doa dan Penginjilan (KPDP) di semua aras. Khusus tahun 2026 ini, pelatihan difokuskan pada pemahaman tentang Doa dan Puasa.
Halnya disampaikan Koordinasi Bidang (Korbid) Misi dan Hubungan Kerjasama Pdt Meitha Tengker Maliangkay. Ditemui di kantor Sinode GMIM awal pekan ini, dirinya menegaskan program ini untuk membekali para KPDP dan para pendeta di masing-masing Rayon.
Diketahui hari ini pelaksanaannya akan berlangsung di 7 rayon. Pun hari ini, 13 Maret 2026, berlangsung di Rayon Tomohon yang dilaksanakan di kantor Sinode. Kemudian esok, 14 Meret akan dilaksanakan di Rayon Manado. "Pelaksanaan bergelombang di tiap Rayon. Untuk 5 Rayon lainnya, akan ada surat yang menyusul," ungkapnya.
Selanjutnya tanggal 27 Maret di Rayon Minsel, 28 Maret di Rayon Minahasa. Kemudian tanggal 10 April di Rayon Bitung, 11 April di Minahasa Tenggara dan 17 April di Rayon Minahasa Utara.
Pun terundang para pendeta, Komisi KPDP aras Wilayah dan Jemaat, serta Unit Pelayanan Doa (UPD) tingkat kolom, juga pengurus Rayon Pelayanan Doa dan Penginjilan.
"Pembekalan ini sangat penting karena di akhir tahun pelayanan periode ini. Jadi para KPDP dan pendeta perlu dibekali," tegasnya. "Khusus tahun ini, untuk materi difokuskan pada pemahaman doa dan puasa. Sebab di tahun sebelumnya sudah dilaksanakan pelatihan tentang Ecclesia Reformata, juga Komitmen dalam Pelayanan," tambahnya.
Maka di tahun terakhir ini, tegas Pdt Meitha, pemahaman tentang doa dan puasa harus diberikan. "Karena sudah diputuskan harus dilaksanakan setiap tahun berjalan. Karena ini merupakan program dari Sinode GMIM tiap tahunnya," katanya menambahkan untuk doa puasa GMIM tiap minggu ketiga bulan berjalan, dengan jadwal 3 bulan sekali di Sinode dan 1 bulan sekali di rayon-rayon.
Tujuannya kata Pdt Meitha, untuk memperlengkapi KPDP dan para pendeta tentang pemahaman yang benar Doa dan Puasa menurut gereja Calvinis. "Teknisnya Doa dan Puasa dilaksanakan tiap bulan, sebab Puasa bukan hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, tapi lebih dari itu. Ada penahanan dirinya, ada pengendalian diri dan nafsu, mampu mengekang keinginan. Jadi akan dilihat dari sudut pandang Calvinis," tegasnya lagi.(*)
Editor : Reza Abdilah