Mendapat informasi dari layanan 112, Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung Fivy Yurico Kadeke, langsung menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bitung, untuk melakukan penanganan pemadaman mengingat, api mulai menjalar ke pemukiman masyarakat.
Dengan kekuatan 14 anggota dan 12 alat pemadaman jet shooter, tim menuju lokasi karhutla, membantu masyarakat yang sementara melakukan pemadaman dengan alat seadanya.
Bersamaan itu, Kalaks BPBD Bitung berkoordinasi dengan Manggala Agni Daops Sulawesi IV/Bitung, mengenai karhutla di TWA) Batuangus.
"Mengingat lokasi TWA Batuangus yang ditumbuhi alang-alang dan dipicu tiupan angin kencang, menyebabkan kurang lebih 4 hektar lahan yang terbakar. Tim gabungan berhasil memadamkan api pukul 00.40 WITA tengah malam," tulis admin di halaman resmi Facebook BPBD Bitung, Minggu (20/8).
Adapun tim yang ikut pemadaman api di TWA Batuangus, dari BKSDA, Manggala Agni, Kodim 1310/Bitung, Damkar, Kecamatan Aertembaga, Satgas Kelurahan dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, melalui juru bicara Pemkot Bitung Albert Sergius, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati selama musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi kering yang dapat memicu kebakaran dan kerusakan lingkungan. Wali Kota Bitung menekankan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.
"Dalam menghadapi musim kemarau Pak Wali Kota Bitung mengimbau kepada seluruh masyarakat harus lebih waspada, dan berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan melakukan pembakaran sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan, lahan dan permukiman," jelasnya.
Dengan imbauan ini, Wali Kota Bitung berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan dan saling berkontribusi dalam menjaga keamanan selama musim kemarau. Kesadaran bersama dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan, dapat membantu mengurangi risiko terjadinya bencana akibat kondisi cuaca yang ekstrem.
"Menghadapi musim kemarau, mari kita semua saling bahu-membahu untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan kita. Jangan melakukan tindakan yang dapat memicu bencana, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan," imbaunya.(tr-01)
Editor : Tanya Rompas