Kedatangan kapal pesiar mewah tersebut menjadi momen penting bagi sektor pariwisata Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), karena membawa ribuan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di daerah ini.
Berdasarkan data yang dihimpun, kapal pesiar Queen Mary 2 membawa sebanyak 1.258 kru serta 2.481 penumpang. Dengan demikian, total keseluruhan orang yang berada di dalam kapal mencapai 3.739 orang.
Kedatangan kapal pesiar internasional ini disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka SSos, bersama unsur Forkopimda, serta sejumlah instansi terkait di area Pelabuhan Samudera Bitung, dan jajaran di Pemkot Bitung.
Dalam kesempatan tersebut, Randito menyampaikan sambutan hangat kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Bitung. “Selamat datang di Bitung, nikmati Sulawesi Utara,” ujar Randito Maringka.
Menurut Randito, kedatangan Queen Mary 2 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkot Bitung, karena Bitung kembali dipercaya sebagai salah satu destinasi yang disinggahi kapal pesiar internasional.
Ia juga mengajak masyarakat yang ingin melihat secara langsung kapal pesiar tersebut untuk datang ke area pelabuhan dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
“Bagi masyarakat yang ingin datang melihat atau berfoto dengan kapal pesiar yang bersandar, kami persilakan. Namun tetap mengikuti aturan yang berlaku dan memperhatikan batas waktu hingga pukul 18.00 WITA,” tambahnya.
Kunjungan kapal pesiar Queen Mary 2 ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kota Bitung sebagai salah satu gerbang pariwisata internasional di Sulut, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Kunjungan kapal pesiar Quen Mary 2 ini merupakan yang ketiga kalinya sandar di Pelabuhan Samudera Bitung. Sebelumnya kapal yang sama pernah berkunjung pada 28 Februari 2015 dan 9 Maret 2024.
Kapal pesiar mewah tersebut memiliki panjang keseluruhan mencapai 344,30 meter dan tiba di Bitung setelah berlayar dari Darwin, Australia.
Kapal ini berlabuh di pelabuhan sejak pukul 06.00 WITA dan dijadwalkan akan melanjutkan pelayaran menuju Hong Kong pada pukul 18.00 WITA.
Untuk menunjang mobilitas wisatawan selama berada di Sulut, pihak penyelenggara menyiapkan sebanyak 22 bus serta 20 kendaraan Hiace yang akan membawa para penumpang mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Bitung, Manado, dan Tomohon.
Salah satu tujuan wisata yang cukup diminati adalah kawasan wisata alam Tangkoko.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, banyak wisatawan yang memilih berjalan-jalan di pusat Kota Bitung. Mereka terlihat mengunjungi kedai kopi, rumah makan, hingga membeli berbagai produk UMKM lokal.
Selain itu, beberapa wisatawan juga tampak mengunjungi Pasar Tradisional Winenet untuk melihat langsung aktivitas perdagangan masyarakat sekaligus merasakan suasana lokal Kota Bitung.
Diketahui, kapal pesiar Queen Mary 2 pada saat dibangun pada tahun 2003, merupakan kapal penumpang terbesar yang pernah dibuat dalam setiap dimensinya.
Namun, dia telah kehilangan gelarnya kepada MS Freedom of the Seas milik Royal Caribbean International pada Mei 2006.
Dilansir dari Wikipedia, MS Freedom of the Seas pun telah kehilangan gelarnya sebagai kapal pesiar terbesar di dunia pada kapal saudaranya atau adiknya sendiri dari induk perusahan mereka Royal Caribbean International, yaitu kapal MS Oasis of the Seas yang diluncurkan pada November 2009.
Kemewahannya Queen Mary 2 termasuk 15 restoran dan bar, lima kolam renang, sebuah kasino, sebuah ballroom, dan sebuah planetarium.(fys)
Editor : Franky Sumaraw