33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Aktifkan Lahan Tidur,  BWSS I Tingkatkan Kualitas Irigasi Sawah Desa di Bolmong

MANADOPOST.ID—Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus meningkatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabuten Bolaang Mongondouw (Bolmong).

Hal ini dilakukan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan penduduk setempat dalam pembangunan aliran irigasi tersier di beberapa desa di Bolmong.

Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong merupakan salah satu desa yang menerima bantuan program padat karya tunai tersebut. Menurut Sangadi Fitri Antone, program P3TGAI dapat memaksimalkan lahan tidur di Desa Kopandakan II menjadi lahan fungsional.

“Kurang lebih ada 10 hektar areal sawah yang mendapatkan manfaat dari saluran irigasi ini. Area yang awalnya sudah menjadi lahan tidur, dan kadang terkena banjir karena tidak ada pengaturan terhadap aliran airnya, kini dapat bermanfaat kembali,” kata Antoni.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski demikian menurutnya masih ada lebih dari 200 hektar lahan tidur di Desa Kapondakan II yang membutuhkan sarana irigasi yang memadai.

“Luas areal sawah potensial di Desa Kopandakan II ada 500-an hektar. Tapi ada sekitar 200 hektar lahan tidur dan masih butuh bantuan pemerintah agar bisa menjadi lahan potensial,” terang Antoni.
Hal senada juga diungkapkan Sangadi di daerah irigasi Kelurahan Tumobui Kecamatan Kotamobagu Timur Franly Rorimpandey. Ia berharap kedepan, pemerintah dapat meningkatkan Program P3-TGAI dengan memperhatikan luas lahan yang ada di desa tersebut.

PPK Satker OP-SDA III Frans Manampiring bersama Sangadi Franly Rorimpandey saat berada di daerah irigasi Kelurahan Tumoboi, Kecamatan Kotamobagu Timur, kemarin.

“Kelurahan Tumobui memiliki areal sawah produktif seluas 50-60 hektar. Untuk itu, mengingat keperluan luasan sawah yang ada di Tumbubui ini masih cukup besar namun saluran-saluran irigasi masih sedikit dan belum maksimal, untuk itu kami berharap agar ke depan akan mendapatkan lanjutan program saluran air irigasi tersier seperti ini,” terang Rorimpandey.

Menanggapi hal tersebut, PPK OP-SDA III Frans Manampiring pun tak memungkiri adanya keterbatasan saluran air irigasi yang belum maksimal di Bolmong. Sehingga ia menyarankan untuk melakukan pengusulan untuk program selanjutnya dengan tetap memperhatikan pemeliharaan saluran sebelumnya.

“Yang kami harapkan adalah petani pengguna air dapat memelihara secara rutin konstruksi saluran irigasi ini dengan baik. Untuk itu, kalau masih ada daerah daerah yang belum tertangani, kedepan bisa dibuatkan proposal untuk jadi usulan dan dari pihak Balai untuk menilai dan menindaklanjuti pada program tahun kedepan,” pungkas Manampiring. (des)

MANADOPOST.ID—Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus meningkatkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) untuk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kabuten Bolaang Mongondouw (Bolmong).

Hal ini dilakukan melalui program padat karya tunai dengan melibatkan penduduk setempat dalam pembangunan aliran irigasi tersier di beberapa desa di Bolmong.

Desa Kopandakan II, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmong merupakan salah satu desa yang menerima bantuan program padat karya tunai tersebut. Menurut Sangadi Fitri Antone, program P3TGAI dapat memaksimalkan lahan tidur di Desa Kopandakan II menjadi lahan fungsional.

“Kurang lebih ada 10 hektar areal sawah yang mendapatkan manfaat dari saluran irigasi ini. Area yang awalnya sudah menjadi lahan tidur, dan kadang terkena banjir karena tidak ada pengaturan terhadap aliran airnya, kini dapat bermanfaat kembali,” kata Antoni.

Meski demikian menurutnya masih ada lebih dari 200 hektar lahan tidur di Desa Kapondakan II yang membutuhkan sarana irigasi yang memadai.

“Luas areal sawah potensial di Desa Kopandakan II ada 500-an hektar. Tapi ada sekitar 200 hektar lahan tidur dan masih butuh bantuan pemerintah agar bisa menjadi lahan potensial,” terang Antoni.
Hal senada juga diungkapkan Sangadi di daerah irigasi Kelurahan Tumobui Kecamatan Kotamobagu Timur Franly Rorimpandey. Ia berharap kedepan, pemerintah dapat meningkatkan Program P3-TGAI dengan memperhatikan luas lahan yang ada di desa tersebut.

PPK Satker OP-SDA III Frans Manampiring bersama Sangadi Franly Rorimpandey saat berada di daerah irigasi Kelurahan Tumoboi, Kecamatan Kotamobagu Timur, kemarin.

“Kelurahan Tumobui memiliki areal sawah produktif seluas 50-60 hektar. Untuk itu, mengingat keperluan luasan sawah yang ada di Tumbubui ini masih cukup besar namun saluran-saluran irigasi masih sedikit dan belum maksimal, untuk itu kami berharap agar ke depan akan mendapatkan lanjutan program saluran air irigasi tersier seperti ini,” terang Rorimpandey.

Menanggapi hal tersebut, PPK OP-SDA III Frans Manampiring pun tak memungkiri adanya keterbatasan saluran air irigasi yang belum maksimal di Bolmong. Sehingga ia menyarankan untuk melakukan pengusulan untuk program selanjutnya dengan tetap memperhatikan pemeliharaan saluran sebelumnya.

“Yang kami harapkan adalah petani pengguna air dapat memelihara secara rutin konstruksi saluran irigasi ini dengan baik. Untuk itu, kalau masih ada daerah daerah yang belum tertangani, kedepan bisa dibuatkan proposal untuk jadi usulan dan dari pihak Balai untuk menilai dan menindaklanjuti pada program tahun kedepan,” pungkas Manampiring. (des)

Most Read

Artikel Terbaru

/