32.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Lagi, Aroma Korupsi di Era Yasti Soepredjo Mencuat, Kapolres Baru Diminta Tuntaskan

MANADOPOST.ID – Kapolres Kotamobagu AKBP Dasveri Abdi yang barus sertijab hari ini, Kamis (7/7/22), langsung mendapat pekerjaan rumah (PR) dari warga.

Buya Yusuf Mooduto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia, meminta Kapolres dan jajarannya menuntaskan kasus dugaan korupsi dana bantuan pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong. Proyek yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) 2020 itu di era Bupati Bolmong Yasti Soepredjo.

Kuat dugaan dana yang bersumber dari DID tersebut telah disalahgunakan Dinas Pertanian Bolmong yang dijabat kepala dinas RR alias Remon. Proyek senilai Rp 4,2 miliar itu diperkiraan terjadi kerugian negara senilai Rp 3,2 miliar.

Menurut Mooduto, dari informasi yang berhasil dikantonginya menyebutkan Dinas Pertanian kuat dugaan telah melakukan penyelewengan anggaran pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 2,6 miliar, dan bantuan bibit jagung senilai Rp 2 miliar. Sementara Pengadaan bibit bawang merah yang tersalur hanya senilai Rp 1,4 miliar dan pengadaan bibit jagung tidak tersalurkan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Saya selaku Ketua LSM Aliansi Indonesia Kabupaten Bolmong, mendesak pihak Polres Kotamobagu menuntaskan laporan kasus bawang merah berbandrol 2,6 M dan pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 Miliar, di Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow, agar tidak ada kesan tebang pilih kasus. Kasus pengadaan bawang merah di Dinas Pertanian Bolmong senilai Rp 2,6 miliar ditambah dengan pengadaan jagung Rp 2 miliar, totalnya Rp 4,6 miliar, sementara yang tersalur hanya Rp 1,4 miliar dari bibit bawang merah dan bibit jagung tidak tersalurkan. Jadi kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar,” urai Mooduto.

Sebelumnya diketahui, kisruh pengadaan bantuan pertanian untuk komoditi bawang merah di Dinas Pertanian Bolmong di 2020 tengah diselidiki Unit Tipidkor Satreskrim Polres Kota Kotamobagu atas laporan resmi dari almarhum Derek Ismail Ketua LSM LP2KP Kabupaten Bolmong.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Batara Indra Aditya, belum memberikan jawaban saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Kadis Pertanian Bolmong RR alias Remon juga saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Sekedar diketahui, Pemerintah Kabupaten Bolmong mendapatkan DID dari Kementerian Keuangan sebanyak Rp 14,9 miliar. Pemberian DID tambahan tahun 2020 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor: 87/ PMK.07/2020. Dalam Peraturan Menteri Keuangan dijelaskan peruntukan DID untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, mendukung industri kecil, UMKM, koperasi, pasar tradisional, dan penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan sosial. (Buyung Potabuga/chan)

MANADOPOST.ID – Kapolres Kotamobagu AKBP Dasveri Abdi yang barus sertijab hari ini, Kamis (7/7/22), langsung mendapat pekerjaan rumah (PR) dari warga.

Buya Yusuf Mooduto, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Indonesia, meminta Kapolres dan jajarannya menuntaskan kasus dugaan korupsi dana bantuan pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong. Proyek yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) 2020 itu di era Bupati Bolmong Yasti Soepredjo.

Kuat dugaan dana yang bersumber dari DID tersebut telah disalahgunakan Dinas Pertanian Bolmong yang dijabat kepala dinas RR alias Remon. Proyek senilai Rp 4,2 miliar itu diperkiraan terjadi kerugian negara senilai Rp 3,2 miliar.

Menurut Mooduto, dari informasi yang berhasil dikantonginya menyebutkan Dinas Pertanian kuat dugaan telah melakukan penyelewengan anggaran pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 2,6 miliar, dan bantuan bibit jagung senilai Rp 2 miliar. Sementara Pengadaan bibit bawang merah yang tersalur hanya senilai Rp 1,4 miliar dan pengadaan bibit jagung tidak tersalurkan.

“Saya selaku Ketua LSM Aliansi Indonesia Kabupaten Bolmong, mendesak pihak Polres Kotamobagu menuntaskan laporan kasus bawang merah berbandrol 2,6 M dan pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 Miliar, di Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow, agar tidak ada kesan tebang pilih kasus. Kasus pengadaan bawang merah di Dinas Pertanian Bolmong senilai Rp 2,6 miliar ditambah dengan pengadaan jagung Rp 2 miliar, totalnya Rp 4,6 miliar, sementara yang tersalur hanya Rp 1,4 miliar dari bibit bawang merah dan bibit jagung tidak tersalurkan. Jadi kerugian negara sebesar Rp 3,2 miliar,” urai Mooduto.

Sebelumnya diketahui, kisruh pengadaan bantuan pertanian untuk komoditi bawang merah di Dinas Pertanian Bolmong di 2020 tengah diselidiki Unit Tipidkor Satreskrim Polres Kota Kotamobagu atas laporan resmi dari almarhum Derek Ismail Ketua LSM LP2KP Kabupaten Bolmong.

Sementara itu, Kapolres Kotamobagu dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Batara Indra Aditya, belum memberikan jawaban saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Kadis Pertanian Bolmong RR alias Remon juga saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Sekedar diketahui, Pemerintah Kabupaten Bolmong mendapatkan DID dari Kementerian Keuangan sebanyak Rp 14,9 miliar. Pemberian DID tambahan tahun 2020 berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor: 87/ PMK.07/2020. Dalam Peraturan Menteri Keuangan dijelaskan peruntukan DID untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah, mendukung industri kecil, UMKM, koperasi, pasar tradisional, dan penanganan Covid-19 bidang kesehatan dan sosial. (Buyung Potabuga/chan)

Most Read

Artikel Terbaru

/