29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Korupsi di Era Yasti Soepredjo Diduga Sudah Menggurita, Minta APH Bongkar Kasus-kasus Lain 

MANADOPOST.ID – Mencuatnya sejumlah kasus korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), era Bupati Yasti Soepredjo menjadi sorotan banyak pihak.

Ketua LSM Swara Bogani, Rafik Mokodongan mengaku memberi dukungan kepada APH untuk membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di Bolmong yang sudah menggurita.

“Saya selaku Ketua LSM Swara Bogani memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum. Terlebih khusus terhadap dugaan kasus korupsi di Kabupaten Bolmong yang sudah menggurita. Jangan hanya di Dinas sosial saja. Diduga di dinas yang lain lebih sakit kasus korupsinya,” ungkap Mokodongan.

Sementara tokoh pemuda Bolmong, Parindo Potabuga mengatakan, kasus korupsi di Pemkab Bolmong menjadi babak baru bagi kejaksaan dan kepolisian untuk menelusuri aliran dana ke semua pejabat teras yang ada.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Hal ini sangat mendasar, sebab sudah ada beberapa pejabat teras hasil peninggalan mantan Bupati Yasti Soepredjo yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan bukan hanya pejabat teras saja namun pihak Kejari wajib untuk kemudian menelusuri aliran-aliran dana yang masuk ke mantan bupati dan juga keluarganya. Karena kuat dugaan terjadi pembiaran terhadap pejabat daerah untuk melakukan mark up anggaran dan juga mengamputasi program pemerintah baik program dari provinsi maupun pusat. Kalau kepala dinas dan kepala bidang sudah berani melakukan tindak pidana korupsi maka bisa jadi hal serupa juga bisa dilakukan pejabat lebih tinggi dari mereka,” ucap Potabuga.

Diketahui, baru-baru ini dugaan korupsi dana RTLH Bolmong telah menjerat tiga tersangka. Dua di antaranya adalah pejabat Pemkab Bolmong yang sudah ditahan Kejari Kotamobagu. Selain itu, Polres Kotamobagu juga sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong yang bersumber Dana Insentif Daerah (DID) 2020.

Sayangnya mantan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan korupsi di era kepemimpinannya. (Buyung Potabuga/Chan)

MANADOPOST.ID – Mencuatnya sejumlah kasus korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), era Bupati Yasti Soepredjo menjadi sorotan banyak pihak.

Ketua LSM Swara Bogani, Rafik Mokodongan mengaku memberi dukungan kepada APH untuk membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di Bolmong yang sudah menggurita.

“Saya selaku Ketua LSM Swara Bogani memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum. Terlebih khusus terhadap dugaan kasus korupsi di Kabupaten Bolmong yang sudah menggurita. Jangan hanya di Dinas sosial saja. Diduga di dinas yang lain lebih sakit kasus korupsinya,” ungkap Mokodongan.

Sementara tokoh pemuda Bolmong, Parindo Potabuga mengatakan, kasus korupsi di Pemkab Bolmong menjadi babak baru bagi kejaksaan dan kepolisian untuk menelusuri aliran dana ke semua pejabat teras yang ada.

“Hal ini sangat mendasar, sebab sudah ada beberapa pejabat teras hasil peninggalan mantan Bupati Yasti Soepredjo yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan bukan hanya pejabat teras saja namun pihak Kejari wajib untuk kemudian menelusuri aliran-aliran dana yang masuk ke mantan bupati dan juga keluarganya. Karena kuat dugaan terjadi pembiaran terhadap pejabat daerah untuk melakukan mark up anggaran dan juga mengamputasi program pemerintah baik program dari provinsi maupun pusat. Kalau kepala dinas dan kepala bidang sudah berani melakukan tindak pidana korupsi maka bisa jadi hal serupa juga bisa dilakukan pejabat lebih tinggi dari mereka,” ucap Potabuga.

Diketahui, baru-baru ini dugaan korupsi dana RTLH Bolmong telah menjerat tiga tersangka. Dua di antaranya adalah pejabat Pemkab Bolmong yang sudah ditahan Kejari Kotamobagu. Selain itu, Polres Kotamobagu juga sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong yang bersumber Dana Insentif Daerah (DID) 2020.

Sayangnya mantan Bupati Bolmong Yasti Soepredjo hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan korupsi di era kepemimpinannya. (Buyung Potabuga/Chan)

Most Read

Artikel Terbaru

/