MANADOPOST.ID – Mantan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo menanggapi dugaan ada aliran dana korupsi masuk ke kantong pribadinya. Termasuk soal dugaan korupsi di era kepemimpinannya sudah menggurita.
Kepada manadopost.id, Yasti terkesan menantang aparat penegak hukum (APH).
“Saya persilahkan (APH, Red) untuk ditelusuri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” singkatnya via pesan WhatsApp, Jumat (8/7/2022).
Baja Juga: Sejumlah Dugaan Korupsi Mencuat, APH Diminta Telusuri Aliran Dana Sampai ke Yasti Soepredjo
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile
Sebelumnya beberapa elemen masyarakat ikut angkat suara dan mendorong APH mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di era kepemimpinan Yasti.
Mereka juga meminta APH menelusuri aliran dana sampai ke top eksekutif.
Baca Juga: Korupsi di Era Yasti Soepredjo Diduga Sudah Menggurita, Minta APH Bongkar Kasus-kasus Lain
Tokoh pemuda Bolmong, Parindo Potabuga mengatakan, kasus korupsi di Pemkab Bolmong menjadi babak baru bagi kejaksaan dan kepolisian untuk menelusuri aliran dana ke semua pejabat teras yang ada.
“Hal ini sangat mendasar, sebab sudah ada beberapa pejabat teras hasil peninggalan mantan Bupati Yasti Soepredjo yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan bukan hanya pejabat teras saja namun pihak Kejari wajib untuk kemudian menelusuri aliran-aliran dana yang masuk ke mantan bupati dan juga keluarganya. Karena kuat dugaan terjadi pembiaran terhadap pejabat daerah untuk melakukan mark up anggaran dan juga mengamputasi program pemerintah baik program dari provinsi maupun pusat. Kalau kepala dinas dan kepala bidang sudah berani melakukan tindak pidana korupsi maka bisa jadi hal serupa juga bisa dilakukan pejabat lebih tinggi dari mereka,” ucap Potabuga.
Senada dikatakan Ketua LSM Swara Bogani, Rafik Mokodongan. Dia memberi dukungan kepada APH untuk membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di Bolmong yang sudah menggurita.
MANADOPOST.ID – Mantan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo menanggapi dugaan ada aliran dana korupsi masuk ke kantong pribadinya. Termasuk soal dugaan korupsi di era kepemimpinannya sudah menggurita.
Kepada manadopost.id, Yasti terkesan menantang aparat penegak hukum (APH).
“Saya persilahkan (APH, Red) untuk ditelusuri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” singkatnya via pesan WhatsApp, Jumat (8/7/2022).
Baja Juga: Sejumlah Dugaan Korupsi Mencuat, APH Diminta Telusuri Aliran Dana Sampai ke Yasti Soepredjo
Sebelumnya beberapa elemen masyarakat ikut angkat suara dan mendorong APH mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di era kepemimpinan Yasti.
Mereka juga meminta APH menelusuri aliran dana sampai ke top eksekutif.
Baca Juga: Korupsi di Era Yasti Soepredjo Diduga Sudah Menggurita, Minta APH Bongkar Kasus-kasus Lain
Tokoh pemuda Bolmong, Parindo Potabuga mengatakan, kasus korupsi di Pemkab Bolmong menjadi babak baru bagi kejaksaan dan kepolisian untuk menelusuri aliran dana ke semua pejabat teras yang ada.
“Hal ini sangat mendasar, sebab sudah ada beberapa pejabat teras hasil peninggalan mantan Bupati Yasti Soepredjo yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan bukan hanya pejabat teras saja namun pihak Kejari wajib untuk kemudian menelusuri aliran-aliran dana yang masuk ke mantan bupati dan juga keluarganya. Karena kuat dugaan terjadi pembiaran terhadap pejabat daerah untuk melakukan mark up anggaran dan juga mengamputasi program pemerintah baik program dari provinsi maupun pusat. Kalau kepala dinas dan kepala bidang sudah berani melakukan tindak pidana korupsi maka bisa jadi hal serupa juga bisa dilakukan pejabat lebih tinggi dari mereka,” ucap Potabuga.
Senada dikatakan Ketua LSM Swara Bogani, Rafik Mokodongan. Dia memberi dukungan kepada APH untuk membongkar kasus-kasus dugaan korupsi di Bolmong yang sudah menggurita.