alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tarkam Kembali Pecah di Dumoga, Berita Hoax Penikaman Diduga Jadi Pemicu 

MANADOPOST.ID— Tawuran antar kampung (Tarkam) di Dumoga kembali pecah. Rabu (11/5) dini hari, melibatkan massa di 4 desa yakni Doloduo, Toraut Utara dan Toraut Kecamatan Dumoga Barat yang menyerang desa Kosio Barat Kecamatan Dumoga Tengah.

Informasi yang dihimpun Manado Post, peristiwa tersebut diduga diawali dengan beredarnya berita hoax dimana terjadi penikaman 3 warga masing-masing dari Toraut, Toraut Utara dan Doloduo di Desa Kosio, Senin (9/5) lalu. Hingga Selasa (10/5) kemarin, warga di ketiga desa tersebut mulai terpancing dan melakukan penyerangan di Kosio Barat.

Alhasil, sekira pukul 01:15 Wita dini hari aktivitas massa sekira ratusan orang memasuki Desa Kosio Barat namun dicegat aparat kepolisian di Desa Wanga. Terpantau, beberapa kali aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. “Situasi sudah kondusif. Ini hanya kesalahpahaman saja,” ujar Camat Dumoga Tengah I Wayan Mudiyasa, saat dihubungi tadi pagi.

Menurut Mudiyasa, Tarkam ini diawali dengan beredarnya berita hoax di media sosial dimana adanya penyebaran isu terjadi penikaman 3 warga di Kosio Barat. Namun peristiwa yang sebenarnya hanyalah kesalahpahaman, dimana ketiga warga yang menumpangi sebuah motor tersebut mengalami kecelakaan di Desa Kosio Barat.

“Menurut kesaksian warga setempat, ketiga orang tersebut ngebut-ngebutan dengan motor knalpot bising disaat ada aktivitas massa Kosio Barat. Ironisnya, motor tersebut mengalami kecelakaan dan pengendaranya satu mengalami luka yang parah dan kedua lainnya melarikan diri. Pengendara yang mengalami luka parah tersebut langsung dilarikan warga Kosio Barat ke Puskesmas Mopuya. Namun anehnya beredar berita hoax telah terjadi penikaman di Kosio Barat,” beber Camat Dumoga Tengah.

Sementara, untuk peristiwa Tarkam, dikatakan Mudiyasa, Polsek Dumoga Barat dan polres Bolmong langsung menghadang para warga dari tiga desa tersebut yang hendak rencana ke desa Kosio Barat. “Belum terjadi Tarkam, baru rencana. Sekarang wilayah di dumoga sudah dalam keadaan aman dan terkendali. Saya salut dengan polres Bolmong sebab langsung sigap mengamankan sehingga tidak terjadi Tarkam,” kata Wayan.

Kapolres Bolmong AKBP Dr Nova Irone Surentu SH mengatakan saat ini situasi dalam keadaan kondusif. “Sekarang sudah aman tidak terjadi Tarkam,” kuncinya.(kly)

MANADOPOST.ID— Tawuran antar kampung (Tarkam) di Dumoga kembali pecah. Rabu (11/5) dini hari, melibatkan massa di 4 desa yakni Doloduo, Toraut Utara dan Toraut Kecamatan Dumoga Barat yang menyerang desa Kosio Barat Kecamatan Dumoga Tengah.

Informasi yang dihimpun Manado Post, peristiwa tersebut diduga diawali dengan beredarnya berita hoax dimana terjadi penikaman 3 warga masing-masing dari Toraut, Toraut Utara dan Doloduo di Desa Kosio, Senin (9/5) lalu. Hingga Selasa (10/5) kemarin, warga di ketiga desa tersebut mulai terpancing dan melakukan penyerangan di Kosio Barat.

Alhasil, sekira pukul 01:15 Wita dini hari aktivitas massa sekira ratusan orang memasuki Desa Kosio Barat namun dicegat aparat kepolisian di Desa Wanga. Terpantau, beberapa kali aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. “Situasi sudah kondusif. Ini hanya kesalahpahaman saja,” ujar Camat Dumoga Tengah I Wayan Mudiyasa, saat dihubungi tadi pagi.

Menurut Mudiyasa, Tarkam ini diawali dengan beredarnya berita hoax di media sosial dimana adanya penyebaran isu terjadi penikaman 3 warga di Kosio Barat. Namun peristiwa yang sebenarnya hanyalah kesalahpahaman, dimana ketiga warga yang menumpangi sebuah motor tersebut mengalami kecelakaan di Desa Kosio Barat.

“Menurut kesaksian warga setempat, ketiga orang tersebut ngebut-ngebutan dengan motor knalpot bising disaat ada aktivitas massa Kosio Barat. Ironisnya, motor tersebut mengalami kecelakaan dan pengendaranya satu mengalami luka yang parah dan kedua lainnya melarikan diri. Pengendara yang mengalami luka parah tersebut langsung dilarikan warga Kosio Barat ke Puskesmas Mopuya. Namun anehnya beredar berita hoax telah terjadi penikaman di Kosio Barat,” beber Camat Dumoga Tengah.

Sementara, untuk peristiwa Tarkam, dikatakan Mudiyasa, Polsek Dumoga Barat dan polres Bolmong langsung menghadang para warga dari tiga desa tersebut yang hendak rencana ke desa Kosio Barat. “Belum terjadi Tarkam, baru rencana. Sekarang wilayah di dumoga sudah dalam keadaan aman dan terkendali. Saya salut dengan polres Bolmong sebab langsung sigap mengamankan sehingga tidak terjadi Tarkam,” kata Wayan.

Kapolres Bolmong AKBP Dr Nova Irone Surentu SH mengatakan saat ini situasi dalam keadaan kondusif. “Sekarang sudah aman tidak terjadi Tarkam,” kuncinya.(kly)

Most Read

Artikel Terbaru

/