29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Polres Kembali Selidiki Dugaan Korupsi Bawang Merah di Era Yasti, Kerugian Negara Disebut 3,2 M

MANADOPOST.ID – Kapolres Kotamobagu yang baru dilantik AKBP Dasveri Abdi SIK, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) AKP Batara Indra Aditya terus melakukan koordinasi dengan pihak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk melanjutkan penyelidikan terkait dugaan kasus korupsi dana bantuan pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) 2020 di era Bupati Yasti Soepredjo.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, AKP Batara Indra Aditya, kepada manadopost.id menjelaskan, telah dipanggil beberapa pihak terkait.

“Masih penyelidikan dan sedang berkoordinasi dengan APIP. Sudah dipanggil para pihak dan tinggal menunggu hasil dari APIP,” ungkap Batara Indra Aditya.

Adapun Kepala Inspektorat Bolaang Mongondow, Rio A Lombone ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sedang menangani persoalan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski sebelumnya kegiatan tersebut telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak terdapat catatan. Namun karena ada permintaan dari pihak Polres Kotamobagu maka dilakukan pemeriksaan kembali.

“Sedang ditangani sesuai prosedur pemeriksaan APIP. Kegiatan tersebut telah diperiksa Tim BPK sebelumnya. Tidak terdapat catatan. Tapi karena ada permintaan polres untuk aduan dugaan, sesuai prosedur dilakukan pemeriksaa lagi. Untuk hasil, sesuai prosedur harus Polres yang jawab karna sudah area kewenangan mereka,” ujar Lombone.

Remon Ratu Bantah

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bolaang Mongondow, Remon Ratu saat di konfirmasi, membantah adanya pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 miliar. Dia jga mengklaim dinasnya hanya melakukan monitoring, evaluasi dan pengawasan. Menurutnya pencairan anggaran tersebut langsung ke pihak kelompok yang sudah mendapatkan SK Bupati.

“Saya menegaskan bahwa apa yang dikatakan Yusuf Mooduto terkait pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 miliar itu tidak ada dianggaran Dinas Pertanian. Yang ada hanya pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 2,6 miliar. Dan itu bukan hanya untuk pengadaan bibit saja tapi juga untuk pembangunan gudang pasca panen. Dalam hal tersebut pihak Dinas Pertanian hanya dalam posisi sebagai monitor, evaluasi dan pengawasan, sebab anggaran pengadaan bantuan sosial (bansos) produksi komoditi holtikultura itu pencairannya secara bertahap langsung ke rekening kelompok penerima bantuan. Adapun kelompok penerima bantuan itu sebelumnya kami sodorkan kepada Bupati untuk mendapatkan SK penetapan sebagai kelompok penerima bantuan dan selanjutnya diserahkan kepada badan keuangan daerah. Jadi yang melakukan belanja bukan dinas tapi Kelompok. Untuk itu saya selaku kepala dinas juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak APH dan APIP untuk melakukan tugas pemeriksaan, agar semuanya jelas,” ungkap Remon Ratu sembari mengatakan bahwa pihak ketiga atas nama YD, dalam pengadaan bibit dari Magelang, Brebes dan Makassar itu bersertifikat.

MANADOPOST.ID – Kapolres Kotamobagu yang baru dilantik AKBP Dasveri Abdi SIK, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) AKP Batara Indra Aditya terus melakukan koordinasi dengan pihak Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk melanjutkan penyelidikan terkait dugaan kasus korupsi dana bantuan pengadaan penyediaan sarana produksi komoditi holtikultura di Dinas Pertanian (Distan) Bolmong yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) 2020 di era Bupati Yasti Soepredjo.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, AKP Batara Indra Aditya, kepada manadopost.id menjelaskan, telah dipanggil beberapa pihak terkait.

“Masih penyelidikan dan sedang berkoordinasi dengan APIP. Sudah dipanggil para pihak dan tinggal menunggu hasil dari APIP,” ungkap Batara Indra Aditya.

Adapun Kepala Inspektorat Bolaang Mongondow, Rio A Lombone ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sedang menangani persoalan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Meski sebelumnya kegiatan tersebut telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak terdapat catatan. Namun karena ada permintaan dari pihak Polres Kotamobagu maka dilakukan pemeriksaan kembali.

“Sedang ditangani sesuai prosedur pemeriksaan APIP. Kegiatan tersebut telah diperiksa Tim BPK sebelumnya. Tidak terdapat catatan. Tapi karena ada permintaan polres untuk aduan dugaan, sesuai prosedur dilakukan pemeriksaa lagi. Untuk hasil, sesuai prosedur harus Polres yang jawab karna sudah area kewenangan mereka,” ujar Lombone.

Remon Ratu Bantah

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bolaang Mongondow, Remon Ratu saat di konfirmasi, membantah adanya pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 miliar. Dia jga mengklaim dinasnya hanya melakukan monitoring, evaluasi dan pengawasan. Menurutnya pencairan anggaran tersebut langsung ke pihak kelompok yang sudah mendapatkan SK Bupati.

“Saya menegaskan bahwa apa yang dikatakan Yusuf Mooduto terkait pengadaan bibit jagung senilai Rp 2 miliar itu tidak ada dianggaran Dinas Pertanian. Yang ada hanya pengadaan bibit bawang merah senilai Rp 2,6 miliar. Dan itu bukan hanya untuk pengadaan bibit saja tapi juga untuk pembangunan gudang pasca panen. Dalam hal tersebut pihak Dinas Pertanian hanya dalam posisi sebagai monitor, evaluasi dan pengawasan, sebab anggaran pengadaan bantuan sosial (bansos) produksi komoditi holtikultura itu pencairannya secara bertahap langsung ke rekening kelompok penerima bantuan. Adapun kelompok penerima bantuan itu sebelumnya kami sodorkan kepada Bupati untuk mendapatkan SK penetapan sebagai kelompok penerima bantuan dan selanjutnya diserahkan kepada badan keuangan daerah. Jadi yang melakukan belanja bukan dinas tapi Kelompok. Untuk itu saya selaku kepala dinas juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak APH dan APIP untuk melakukan tugas pemeriksaan, agar semuanya jelas,” ungkap Remon Ratu sembari mengatakan bahwa pihak ketiga atas nama YD, dalam pengadaan bibit dari Magelang, Brebes dan Makassar itu bersertifikat.

Most Read

Artikel Terbaru

/