30.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Keberanian Melaporkan KDRT Terus Meningkat

MANADOPOST.ID— Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Tahlis Gallang mengatakan, saat ini laporan kasus KDRT di Bolmong mengalami peningkatan dibanding 5 tahun silam.

Hal itu disampaikan Tahlis ketika memberi sambutan dalam sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Republik Indonesia di Lolak, Kamis (19/11) kemarin.

Meski begitu, tambahnya, bukan berarti ada peningkatan kasus melainkan karena keberanian untuk melaporkan KDRT semakin meningkat sebab selama ini  kasus KDRT layaknya fenomena gunung es.

“Yang diketahui hanya sedikit, tapi lebih banyak kasus KDRT yang tidak terekspos karena tidak dilaporkan,” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjut dia, keberanian dalam melaporkan kasus KDRT tersebut tidak lepas dari kinerja Dinas PPPA yang terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan hak anak.

“Kalau sebelumnya mungkin melaporkan itu dirasa sebagai aib keluarga, tapi dengan sosialisasi yang intens kepada masyarakat akhirnya ini harus dilaporkan,” imbuhnya.

Sementara, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Prof. dr. Vennetia R. Danes, M.S., Ph.D mengajak agar peserta yang hadir menjadi agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya menghapus kasus KDRT.

Dia pun mengingatkan untuk tidak mengajarkan anak dengan kekerasan baik verbal maupun non-verbal. “Karena kalau anak terbiasa dengan kekerasan, saat besar kecenderungan ia melakukan hal yang sama sangat besar,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Bolmong itu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada korban yang terdampak banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, di antaranya perwakilan anak-anak dan perwakilan perempuan. (ctr-04/ayu)

MANADOPOST.ID— Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Tahlis Gallang mengatakan, saat ini laporan kasus KDRT di Bolmong mengalami peningkatan dibanding 5 tahun silam.

Hal itu disampaikan Tahlis ketika memberi sambutan dalam sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Sejak Dini oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Republik Indonesia di Lolak, Kamis (19/11) kemarin.

Meski begitu, tambahnya, bukan berarti ada peningkatan kasus melainkan karena keberanian untuk melaporkan KDRT semakin meningkat sebab selama ini  kasus KDRT layaknya fenomena gunung es.

“Yang diketahui hanya sedikit, tapi lebih banyak kasus KDRT yang tidak terekspos karena tidak dilaporkan,” ujarnya.

Lanjut dia, keberanian dalam melaporkan kasus KDRT tersebut tidak lepas dari kinerja Dinas PPPA yang terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan hak anak.

“Kalau sebelumnya mungkin melaporkan itu dirasa sebagai aib keluarga, tapi dengan sosialisasi yang intens kepada masyarakat akhirnya ini harus dilaporkan,” imbuhnya.

Sementara, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Prof. dr. Vennetia R. Danes, M.S., Ph.D mengajak agar peserta yang hadir menjadi agen perubahan untuk mengedukasi masyarakat dalam upaya menghapus kasus KDRT.

Dia pun mengingatkan untuk tidak mengajarkan anak dengan kekerasan baik verbal maupun non-verbal. “Karena kalau anak terbiasa dengan kekerasan, saat besar kecenderungan ia melakukan hal yang sama sangat besar,” pungkasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Bolmong itu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada korban yang terdampak banjir dan tanah longsor beberapa waktu lalu, di antaranya perwakilan anak-anak dan perwakilan perempuan. (ctr-04/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/