alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Monibi Institute Apresiasi Kunjungan Disbudpar Sulut

MANADOPOST.ID – Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara (Disbudpar Sulut) menyambangi Kabupaten Bolaang Mongondow untuk mengunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sekaligus Monibi Institute, Kamis (24/02/2022).

Uwin Mokodongan, Ketua Monibi Institute pun mengapresiasi kunjungan Disbudpar tersebut yang juga mampir ke Sekretariat Sanggar Monibi di Perkebunan Ikayang, Desa Passi, Kecamatan Passi Barat.

“Rombongan dari Disbudpar Sulut turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi kantor Monibi Institute sekaligus sekretariat Sanggar Monibi. Ada Sekretaris, Kabid Kesenian, dan beberapa staf,” katanya.

Lebih lanjut ia memuji kunjungan Disbudpar Sulut ke Bolaang Mongondow tersebut walaupun medan cukup berat.

“Terlebih saat tim datang, meski dari kantor Monibi Institute ke Sanggar Monibi masih satu kompleks atau satu kawasan, namun akses jalannya mengalami kerusakan karena pekan kemarin terjadi luapan air yang menyebabkan tanggul dan pematang serta jembatan mini rusak sehingga tim harus memutar dan melintasi jembatan darurat. Apalagi lokasi tempat kami beraktivitas memang di kebun. Namun itu tak menyurutkan niat dari tim meski melintasi jembatan darurat dari sebilah balok,” urainya.

Dari dialog dan diskusi di Sanggar Monibi, dijelaskan Uwin bahwa Disbudpar Sulut menaruh perhatian dan harapannya terhadap pemajuan kebudayaan oleh semua pihak di Bolaang Mongondow.

“Bolaang Mongondow adalah bekas kerajaan yang telah berjalan selama beratus-ratus tahun hingga pada akhirnya bergabung dan menjadi bagian dari NKRI,” kata Uwin.

Negeri ini, lanjut Uwin, kaya akan tradisi, adat-istiadat, dan kekayaan budayanya sehingga sangat disayangkan jika tak ada upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya. Oleh sebab itu, tambahnya, sudah menjadi tugas semua pihak untuk dapat memajukan, menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya.

“Kantor Monibi Institute dan Sanggar Monibi memang berkonsep alam. Berada di wilayah perkebunan dengan pemandangan alam berupa telaga dan aliran air yang sebenarnya memiliki potensi wisata sekaligus perikanan. Kebudayaan kan erat juga dengan pariwisata,” tukas Uwin.

Monib Institute adalah lembaga berhimpunnya segenap sumber daya dan komunitas yang peduli terhadap upaya-upaya pemajuan kebudayaan berkedudukan di Desa Passi.

Sedangkan Sanggar Monibi adalah salah satu divisi yang dibentuk Monibi Institute yang membidangi kesenian, kebudayaan, dan pariwisata. Selain itu dibentuk pula divisi riset yang berkaitan dengan penulisan meliputi jurnal, artikel, dan buku bertema sejarah dan kebudayaan sebagaimana yang telah dilakukan.

Diketahui, selain mengunjungi sanggar dan para penggiat budaya di Passi, tim dari Disbudpar Sulut juga mengunjungi Sekretariat Sanggar Komalig di Kotamobagu, tepatnya di Kopandakan. Dimana salah satu aktivitas sanggar kesenian ini berlangsung di Rumah Adat Kopandakan. (Buyung Potabuga/can)

MANADOPOST.ID – Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara (Disbudpar Sulut) menyambangi Kabupaten Bolaang Mongondow untuk mengunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sekaligus Monibi Institute, Kamis (24/02/2022).

Uwin Mokodongan, Ketua Monibi Institute pun mengapresiasi kunjungan Disbudpar tersebut yang juga mampir ke Sekretariat Sanggar Monibi di Perkebunan Ikayang, Desa Passi, Kecamatan Passi Barat.

“Rombongan dari Disbudpar Sulut turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi kantor Monibi Institute sekaligus sekretariat Sanggar Monibi. Ada Sekretaris, Kabid Kesenian, dan beberapa staf,” katanya.

Lebih lanjut ia memuji kunjungan Disbudpar Sulut ke Bolaang Mongondow tersebut walaupun medan cukup berat.

“Terlebih saat tim datang, meski dari kantor Monibi Institute ke Sanggar Monibi masih satu kompleks atau satu kawasan, namun akses jalannya mengalami kerusakan karena pekan kemarin terjadi luapan air yang menyebabkan tanggul dan pematang serta jembatan mini rusak sehingga tim harus memutar dan melintasi jembatan darurat. Apalagi lokasi tempat kami beraktivitas memang di kebun. Namun itu tak menyurutkan niat dari tim meski melintasi jembatan darurat dari sebilah balok,” urainya.

Dari dialog dan diskusi di Sanggar Monibi, dijelaskan Uwin bahwa Disbudpar Sulut menaruh perhatian dan harapannya terhadap pemajuan kebudayaan oleh semua pihak di Bolaang Mongondow.

“Bolaang Mongondow adalah bekas kerajaan yang telah berjalan selama beratus-ratus tahun hingga pada akhirnya bergabung dan menjadi bagian dari NKRI,” kata Uwin.

Negeri ini, lanjut Uwin, kaya akan tradisi, adat-istiadat, dan kekayaan budayanya sehingga sangat disayangkan jika tak ada upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya. Oleh sebab itu, tambahnya, sudah menjadi tugas semua pihak untuk dapat memajukan, menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya.

“Kantor Monibi Institute dan Sanggar Monibi memang berkonsep alam. Berada di wilayah perkebunan dengan pemandangan alam berupa telaga dan aliran air yang sebenarnya memiliki potensi wisata sekaligus perikanan. Kebudayaan kan erat juga dengan pariwisata,” tukas Uwin.

Monib Institute adalah lembaga berhimpunnya segenap sumber daya dan komunitas yang peduli terhadap upaya-upaya pemajuan kebudayaan berkedudukan di Desa Passi.

Sedangkan Sanggar Monibi adalah salah satu divisi yang dibentuk Monibi Institute yang membidangi kesenian, kebudayaan, dan pariwisata. Selain itu dibentuk pula divisi riset yang berkaitan dengan penulisan meliputi jurnal, artikel, dan buku bertema sejarah dan kebudayaan sebagaimana yang telah dilakukan.

Diketahui, selain mengunjungi sanggar dan para penggiat budaya di Passi, tim dari Disbudpar Sulut juga mengunjungi Sekretariat Sanggar Komalig di Kotamobagu, tepatnya di Kopandakan. Dimana salah satu aktivitas sanggar kesenian ini berlangsung di Rumah Adat Kopandakan. (Buyung Potabuga/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/