alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Izin Berakhir, TKA China Masih Keliaran

BDL Diwarning Stop Tambang Emas

MANADO- Komitmen Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa, tidak ada kompromi bagi penambang emas ilegal. Untuk itu, silakan keluar meninggalkan lokasi semua penambang emas ilegal, termasuk PT Bulawan Daya Lestari yang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) berakhir 10 Maret 2019.
Informasi dihimpun, tambang emas PT BDL mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Kuat diduga, mereka didatangkan pengusaha Jimmy Inkiriwang dan Yance Tanasea yang notabena dekat dengan Pdt Lenny Matoke, Gembala Gereja Bethani Manado.

Operasi tambang illegal PT BDL serta TKA China di Mopait, Lolayan, Bolaang Mongondow ini mendapatkan penentangan warga. Apalagi PT BDL sudah tidak memiliki izin dari Dinas Kehutanan Sulut. “Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sudah berakhir tanggal 10 Maret 2019,” kata N Mokodompit, tokoh pemuda Mopait.

Dalam surat bernomor 522/37/DKD/2020, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Roy Tumiwa meminta PT BDL agar menghentikan aktivitas. Areal lahan dikembalikan ke negara. Dan khusus barang bergerak dikeluarkan paling lambat 6 bulan sejak berakhirnya IPPKH.

Lokasi tambang PT BDL.

Hanya saja, terpantau BDL masih melanjutkan operasi dengan menggunakan alat berat. Padahal aktivitas penambangan emas liar BDL tidak memberikan manfaat kepada warga desa. Terinformasi cadangan emas di lokasi tersebut cukup menggiurkan. Yakni sekira 5-10 ton.

Menurut Mokodompit, dari pantauannya tampak tiga buah alat berat ekskavator bekerja mengeruk material tambang emas. Truk besar berlogo konsorsium PT Hutama Karya (HK) dan perusahaan China lalu-lalang mengangkut material. Lalu dibawa ke kolam pemrosesan mineral emas.(*)

MANADO- Komitmen Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa, tidak ada kompromi bagi penambang emas ilegal. Untuk itu, silakan keluar meninggalkan lokasi semua penambang emas ilegal, termasuk PT Bulawan Daya Lestari yang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) berakhir 10 Maret 2019.
Informasi dihimpun, tambang emas PT BDL mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Kuat diduga, mereka didatangkan pengusaha Jimmy Inkiriwang dan Yance Tanasea yang notabena dekat dengan Pdt Lenny Matoke, Gembala Gereja Bethani Manado.

Operasi tambang illegal PT BDL serta TKA China di Mopait, Lolayan, Bolaang Mongondow ini mendapatkan penentangan warga. Apalagi PT BDL sudah tidak memiliki izin dari Dinas Kehutanan Sulut. “Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sudah berakhir tanggal 10 Maret 2019,” kata N Mokodompit, tokoh pemuda Mopait.

Dalam surat bernomor 522/37/DKD/2020, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Roy Tumiwa meminta PT BDL agar menghentikan aktivitas. Areal lahan dikembalikan ke negara. Dan khusus barang bergerak dikeluarkan paling lambat 6 bulan sejak berakhirnya IPPKH.

Lokasi tambang PT BDL.

Hanya saja, terpantau BDL masih melanjutkan operasi dengan menggunakan alat berat. Padahal aktivitas penambangan emas liar BDL tidak memberikan manfaat kepada warga desa. Terinformasi cadangan emas di lokasi tersebut cukup menggiurkan. Yakni sekira 5-10 ton.

Menurut Mokodompit, dari pantauannya tampak tiga buah alat berat ekskavator bekerja mengeruk material tambang emas. Truk besar berlogo konsorsium PT Hutama Karya (HK) dan perusahaan China lalu-lalang mengangkut material. Lalu dibawa ke kolam pemrosesan mineral emas.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/