32C
Manado
Kamis, 21 Januari 2021

Gelar Panel Diskusi, Peruati Bolmong Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

BOLMONG, MANADOPOST.JAWAPOS.COM
Memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Persekutuan Wanita Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati) Bolmong menggelar panel diskusi di GMIBM Jemaat Zaitun Insil Wilayah Poopo, Bolmong, Senin (30/11). Panel diskusi ini mengangkat tema ‘Upaya dan Sikap Gereja Mencegah dan Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak’.
Tampil sebagai panelis yaitu Ketua Sinode GMIBM Pdt Christina Noula Raintama-Pangulimang MTh, Direktur Swara Parangpuan Sulawesi Utara Sitti Nurlaili Djenaan MA, dan Sekretaris Komisi II GMIBM Pdt Jemi Tangkere MTh. Sementara moderator Pdt Marlin Pelealu MTh, Ketua Peruati Bolaang Mongondow.
Ketua Sinode mengatakan, kegiatan tersebut untuk mendorong perempuan berpendidikan teologi agar bisa mengambil bagian secara aktif untuk menghilangkan kekerasan pada perempuan dan anak .
“Dan momentum pelaksana pada kampanye 16 hari (25 November – 10 Desember). Diharapkan yang mendapat materi dapat menginventarisir kekerasan di lingkungan terkecil. Sesudah itu mengambil langkah pencegahan,” ujarnya.
Dia pun mengapresiasi kehadiran Direktur Swara Parangpuan Sulawesi Utara Sitti Nurlaili Djenaan MA dalam diskusi tersebut.
“Ibu Lily (Direktur Swara Parangpuan Sulawesi Utara Sitti Nurlaili Djenaan MA, Red) bersedia melengkapi itu,” katanya.
Sementara itu, Djenaan dalam pemaparannya mendorong gereja terlibat lebih dalam untuk membantu perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa terjadi di mana saja, dan kapan saja. Dan korban butuh tempat save atau aman. Dan kami lihat itu masih kurang. Diharapkan gereja mengambil peran lebih dalam. Sehingga para korban datang ‘mencari tempat aman’ di gereja,” jelasnya.
Dia pun menyinggung, kaum laki-laki perlu memiliki pandangan baru terhadap perempuan.
“Kita butuh laki-laki baru. Artinya, kaum lelaki yang punya konsep baru atau cara pandang baru tentang perempuan dan kekerasan terhadap perempuan,” katanya.
Lanjutnya, pertarungan perempuan melawan kekerasan tidak hanya terjadi di kalangan Kristen tapi juga di semua agama.
“Ini adalah pertarungan bersama karena ujung-ujungnya soal kemanusiaan,” pungkas istri calon bupati Boltim Drs H Suhendro Boroma MSi ini. (can)

Artikel Terbaru