alexametrics
32.4 C
Manado
Sabtu, 25 September 2021
spot_img

Bolmut Batasi Jam Operasional Pusat Perbelanjaan

MANADOPOST.ID—Mengantisipasi kenaikan kasus covid-19 tersebut Pemerintah Kabupaten Bolmut kini melakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat skala Mikro, diantarannya dengan membatasi aktivitas perekonomian dipusat perbelanjaan. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) saat ini berstatus zona merah penularan covid-19.

“Jadi memperhatikan hasil kajian Epidemiologi Perkembangan Penyebaran COVID-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut maka perlu adanya pembatasan aktivitas untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di Kabupaten Bolmut,” kata Bupati Depri Pontoh.

Dia mengatakan untuk aktivitas perbelanjaan dan pertokoan dibatasi jam operasionalnya.

“Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20:30 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen),” jelas Bupati Depri.

Lanjutnya, pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat (restoran, warung makan, rumah makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan juga dibatasi jam operasional sampai pukul 20:30 Wita dengan kapasitas pengunjung 25% (dua puluh lima persen).

Selain itu, Bupati menetapkan zona kewaspadaan dan mengatur pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan sesuai kaidah epidemiologi dan tingkat risiko penularan COVID-19.

“Untuk sektor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 50% (lima puluh persen), maksimal staf Work From Office(WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

“Kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan di dalam ruangan diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) kapasitas ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Bupati.

Selain itu, Pontoh juga menginstruksikan untuk mengintensifkan Tim Satuan Gugus Tugas Kecamatan,Desa/Kelurahan dan Dusun melalui penjagaan posko terkait keluar masuk masyarakat.

“Dinas Kesehatan wajib melakukan 3T (Tracking, Tracing dan Testing) serta monitoring dan evaluasi sekaligus inventarisir seluruh kebutuhan terkait Pencegahan, Penanganan Penyebaran Covid-19 di semua Fasilitas Pelayanan Kesehatan,” sebut Bupati.

Bupati juga mengajak semua elemen masyarakat untuk berkomitmen bersama dalam upaya penanggulangan pemutusan mata rantai COVID-19 di Kabupaten Bolmut.

“Mari kita selalu menerapkan Protokol Kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya.

(yogi/ayu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru