alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Warga Ini Rela Jual Ginjal Demi Lanjutkan Proyek Mangkrak 16 Tahun, Presiden Jokowi Disinggung

MANADOPOST.ID – Presiden Joko Widodo diminta menanggapi aspirasi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terkait pembangunan jembatan penghubung Desa Ollot dan Desa Goyo, Kecamatan Bolangitang.

Hal ini dikatakan Arifin Bolota menanggapi viralnya postingan di media sosial (medsos), Jumat (6/5/2022) dengan akun atas nama Alin Pangalima.

Dalam postingan tersebut, nampak Flyer bertuliskan ‘Saya Mau Jual Ginjal Untuk Pembangunan Jembatan Goyo’. Postingan itu kemudian heboh karena terus saja dibagikan hingga ramai dibicarakan warga.

Dalam postingan itu, Alin Pangalima juga menuliskan bahwa dana daerah katanya tidak cukup untuk membiayai pembangunan jembatan yang sudah 16 tahun mangkrak. “Mungkin ginjal saya bisa sedikit membantu,” tulisannya.

Arifin juga meminta Pemkab Bolmut cepat memberikan respon.

“Apakah kita sebagai rakyat Bolmong Utara tega melihat keputusan dan sikap adinda Alin Pangalima hingga mau menjual ginjal untuk pembangunan sebuah jembatan? Saya juga mohon pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Joko Widodo agar segera menanggapi aspirasi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk meneruskan pembangunan Jembatan Goyo yang mangkrak sejak 16 tahun lalu itu,” ujar Arifin, Sabtu (7/5/2022).

Senada dikatakan Rustam Nani, menurutnya hal tersebut adalah ekspresi kejenuhan masyarakat.

“Saya memahami ekspresi warga di media sosial saat ini adalah cara masyarakat untuk mengingatkan pemimpinnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu di tuntaskan oleh pemerintah. Sebab, apapun alasannya Jembatan Goyo harus diprioritaskan karena jembatan itu merupakan akses utama dan sangat dibutuhkan oleh petani dan masyarakat desa sekitar. Jadi terkait dengan berbagai macam kritik masyarakat akhir-akhir ini saya kira tidak perlu ada pihak yang merasa kebakaran jenggot. Sisi positif dari ekspresi warga adalah bagian dari kontrol untuk saling mengingatkan,” urai Rustam.

MANADOPOST.ID – Presiden Joko Widodo diminta menanggapi aspirasi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) terkait pembangunan jembatan penghubung Desa Ollot dan Desa Goyo, Kecamatan Bolangitang.

Hal ini dikatakan Arifin Bolota menanggapi viralnya postingan di media sosial (medsos), Jumat (6/5/2022) dengan akun atas nama Alin Pangalima.

Dalam postingan tersebut, nampak Flyer bertuliskan ‘Saya Mau Jual Ginjal Untuk Pembangunan Jembatan Goyo’. Postingan itu kemudian heboh karena terus saja dibagikan hingga ramai dibicarakan warga.

Dalam postingan itu, Alin Pangalima juga menuliskan bahwa dana daerah katanya tidak cukup untuk membiayai pembangunan jembatan yang sudah 16 tahun mangkrak. “Mungkin ginjal saya bisa sedikit membantu,” tulisannya.

Arifin juga meminta Pemkab Bolmut cepat memberikan respon.

“Apakah kita sebagai rakyat Bolmong Utara tega melihat keputusan dan sikap adinda Alin Pangalima hingga mau menjual ginjal untuk pembangunan sebuah jembatan? Saya juga mohon pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden Joko Widodo agar segera menanggapi aspirasi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk meneruskan pembangunan Jembatan Goyo yang mangkrak sejak 16 tahun lalu itu,” ujar Arifin, Sabtu (7/5/2022).

Senada dikatakan Rustam Nani, menurutnya hal tersebut adalah ekspresi kejenuhan masyarakat.

“Saya memahami ekspresi warga di media sosial saat ini adalah cara masyarakat untuk mengingatkan pemimpinnya bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu di tuntaskan oleh pemerintah. Sebab, apapun alasannya Jembatan Goyo harus diprioritaskan karena jembatan itu merupakan akses utama dan sangat dibutuhkan oleh petani dan masyarakat desa sekitar. Jadi terkait dengan berbagai macam kritik masyarakat akhir-akhir ini saya kira tidak perlu ada pihak yang merasa kebakaran jenggot. Sisi positif dari ekspresi warga adalah bagian dari kontrol untuk saling mengingatkan,” urai Rustam.

Most Read

Artikel Terbaru

/