27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

90 Sekolah di Bolsel ‘Keciprat’ Dana BOS, Totalnya Puluhan Miliar

MANADOPOST.ID – Sekolah-sekolah di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) siap-siap ‘mandi’ duit. Sebanyak Rp10.428.550.000 dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler segera dikucurkan tahun ini. Ada 90 sekolah yang ikut ‘keciprat’. Terdiri dari 69 SD dan 21 SMP.

BOS reguler di Bolsel juga mengalami kenaikan dibanding tahun kemarin. Hitungannya, untuk SD Rp980 Ribu per siswa dan SMP Rp1,24 juta per siswa dalam setahun.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel Idwan Ladjolai menuturkan kenaikan dana BOS terjadi karena tiap daerah harus menyesuaikan dengan IKK dan indeks siswa per kabupaten.

“Seperti dijelaskan kepala Disdik, pencairan akan dilakukan secara non tunai. Langkah ini diharapkan agar dana pendidikan lebih efisien, serta tepat sasaran,” jelasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Ide ini pula, lanjut dia, secara tidak langsung menjadi bentuk pencegahan penyelewengan keuangan dalam dunia pendidikan. “Intinya, kami komitmen dalam memberantas korupsi, serta mewujudkan dunia pendidikan yang bersih,” tandas Ladjolai.

(Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID – Sekolah-sekolah di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) siap-siap ‘mandi’ duit. Sebanyak Rp10.428.550.000 dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler segera dikucurkan tahun ini. Ada 90 sekolah yang ikut ‘keciprat’. Terdiri dari 69 SD dan 21 SMP.

BOS reguler di Bolsel juga mengalami kenaikan dibanding tahun kemarin. Hitungannya, untuk SD Rp980 Ribu per siswa dan SMP Rp1,24 juta per siswa dalam setahun.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel Idwan Ladjolai menuturkan kenaikan dana BOS terjadi karena tiap daerah harus menyesuaikan dengan IKK dan indeks siswa per kabupaten.

“Seperti dijelaskan kepala Disdik, pencairan akan dilakukan secara non tunai. Langkah ini diharapkan agar dana pendidikan lebih efisien, serta tepat sasaran,” jelasnya.

Ide ini pula, lanjut dia, secara tidak langsung menjadi bentuk pencegahan penyelewengan keuangan dalam dunia pendidikan. “Intinya, kami komitmen dalam memberantas korupsi, serta mewujudkan dunia pendidikan yang bersih,” tandas Ladjolai.

(Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/