29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Diduga Korupsi Dana Desa, Warga Polisikan Sangadi Tobayagan

MANADOPOST.ID – Aroma korupsi terendus di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Tepatnya di Desa Tobayagan Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng). Selasa (4/5) salah seorang warga telah melapor ke pihak berwajib terkait adanya dugaan korupsi dana desa oleh sangadi Tobayagan.

Goni Mokoginta selaku pelapor menuturkan, laporan sudah dibuat di Kepolisian Resor (Polres) Bolsel. “Dalam kurun tiga tahun anggaran desa ini, pembangunan fisik tidak pernah selesai. Terbukti tahun 2018, lapangan tidak tuntas, kemudian tahun 2019, tribun pun mandek. Dan terakhir, tahun kemarin itu pembangunan RTLH tidak capai 100 persen,” ungkapnya.

Mokoginta juga mempertanyakan hasil dari pembangunan lapangan dan tribun yang sudah menelan anggaran kurang lebih setengah miliar. “Sedangkan RTLH itu satu unit dibanderol Rp50 juta. dan tahun kemarin itu ada 10 unit,” tuturnya kepada Manado Post.

Proyek RTLH belum selesai. (Romansyah/Manado Post)

Lebih jauh dia berharap, agar pihak kepolisian bisa menindaklanjuti laporannya ini. “Harus sesuai dengan amanat Undang-Undang,” tegasnya.

Sementara itu, Sangadi Tobayagan Masri Podomi menepis seperti apa yang dilaporkan Mokoginta. Ketika dikonfirmasi, dirinya menjelaskan, untuk lapangan tak ada masalah. Bahkan lebih volumenya. “Kalau dihitung timbunannya itu kurang lebih 6000 kubik, dari volume 4.500 kubik,” jawab Podomi.

Sedangkan pembangunan tribun, Podomi menuturkan, namanya juga manusia yang buat, setelah dihitung bahannya langsung dibelanjakan oleh pelaksana. “Setelah itu, bahannya habis sampai saya pun menambah pakai uang pribadi sekitar 10 juta belanja besi,” sebutnya.

Untuk RTLH, katanya masih dalam proses pekerjaan satu unit dan akan selesai dalam waktu dekat ini. “Satu dua hari ini akan tuntas. Nah yang lain sudah masuk 90 persen. Di sini sulit cari bas. Kurang ambil orang Kotamobagu,” pungkasnya.

(Romansyah Banjar)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru