23.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Masih Beraktivitas, PETI Bolsel ‘Lawan’ Kapolda

- Advertisement -

MANADOPOST.ID— Kapolda Sulut Drs Irjen Pol Royke Lumowa telah menginstruksikan bahwa semua Perusahaan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal wajib untuk ditutup. Namun kenyataannya, sampai dengan saat ini masih banyak PETI yang beroperasi meskipun telah memakan banyak korban.

Salah satunya PETI yang terletak di Desa Tobayagan Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel). Hal ini pun membuat Bupati Iskandar Kamaru berang.  Dia menekankan, telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres), guna menertibkan lokasi tambang tersebut.

“Saya sudah menginstruksikan Polres dan camat untuk melakukan penertiban lokasi, baik penambang tradisional ataupun yang menggunakan alat berat. Sebab banyaknya orang dari luar daerah, ini pun menyangkut dengan pencegahan wabah Covid-19 ini,” tegasnya.

Dia menekankan, penertiban ini dilakukan agar tidak ada korban jiwa lagi, yang terpenting itu dampak lingkungan yang sangat besar.

- Advertisement -

“PETI, seperti ini bisa merusak lingkungan dan akhirnya warga sekitar yang akan rugi, dan anak cucu kita tak akan dapat menikmati alam yang indah ini,” tutur Koordinator KAHMI Sulut ini.

Menanggapi hal ini, Kapolres AKBP Yuli Kurnianto, berjanji pihaknya segera turun untuk menghentikan pertambangan ilegal tersebut.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, namun karena cuaca yang ekstrim pihaknya masih mencari waktu yang pas untuk bertindak menghentikan aktivitas tambang tersebut,” janjinya.

Perwira dua melati ini, mewanti apabila ada oknum polisi yang bermain di PETI tersebut bakal disanksi tegas. “Yang pasti, kalau ada oknum Polisi yang ambil jatah. Maka akan berhadapan dengan hukum,” pesannya.

Terpisah, Kepala Desa Tobayagan Masri M. Podomi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan instruksi Bupati. “Sudah disampaikan, pemberhentian aktivitas itu, tapi mereka tetap beraktivitas,” beber Podomi.

Dia menuturkan, penambang itu banyak dari orang luar Bolsel, dan mereka (penambang) naik ke lokasi bukan lewat desa kita. “Iya memang lokasinya bertempat di Tobayagan, namun akses masuk lokasi tambang, lebih dekat lewat desa Adow dan Matondoi,” tukasnya. (*/ayu)

MANADOPOST.ID— Kapolda Sulut Drs Irjen Pol Royke Lumowa telah menginstruksikan bahwa semua Perusahaan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal wajib untuk ditutup. Namun kenyataannya, sampai dengan saat ini masih banyak PETI yang beroperasi meskipun telah memakan banyak korban.

Salah satunya PETI yang terletak di Desa Tobayagan Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel). Hal ini pun membuat Bupati Iskandar Kamaru berang.  Dia menekankan, telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres), guna menertibkan lokasi tambang tersebut.

“Saya sudah menginstruksikan Polres dan camat untuk melakukan penertiban lokasi, baik penambang tradisional ataupun yang menggunakan alat berat. Sebab banyaknya orang dari luar daerah, ini pun menyangkut dengan pencegahan wabah Covid-19 ini,” tegasnya.

Dia menekankan, penertiban ini dilakukan agar tidak ada korban jiwa lagi, yang terpenting itu dampak lingkungan yang sangat besar.

“PETI, seperti ini bisa merusak lingkungan dan akhirnya warga sekitar yang akan rugi, dan anak cucu kita tak akan dapat menikmati alam yang indah ini,” tutur Koordinator KAHMI Sulut ini.

Menanggapi hal ini, Kapolres AKBP Yuli Kurnianto, berjanji pihaknya segera turun untuk menghentikan pertambangan ilegal tersebut.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, namun karena cuaca yang ekstrim pihaknya masih mencari waktu yang pas untuk bertindak menghentikan aktivitas tambang tersebut,” janjinya.

Perwira dua melati ini, mewanti apabila ada oknum polisi yang bermain di PETI tersebut bakal disanksi tegas. “Yang pasti, kalau ada oknum Polisi yang ambil jatah. Maka akan berhadapan dengan hukum,” pesannya.

Terpisah, Kepala Desa Tobayagan Masri M. Podomi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan instruksi Bupati. “Sudah disampaikan, pemberhentian aktivitas itu, tapi mereka tetap beraktivitas,” beber Podomi.

Dia menuturkan, penambang itu banyak dari orang luar Bolsel, dan mereka (penambang) naik ke lokasi bukan lewat desa kita. “Iya memang lokasinya bertempat di Tobayagan, namun akses masuk lokasi tambang, lebih dekat lewat desa Adow dan Matondoi,” tukasnya. (*/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/