25.4 C
Manado
Selasa, 28 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Tersangka Korupsi Dandes Akhirnya Diringkus Setelah DPO 10 Bulan

- Advertisement -

MANADOPOST.ID– AM, akhirnya diringkus Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu (Cabjari). Dia ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki dan mesin katingting tahun anggaran 2018.

Sebelumnya, Tim kejaksaan sempat melakukan upaya penagkapan. Tapi dihadang  masyarakat Desa Iloheluma dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Diduga massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut merupakan keluarga dan kolega tersangka, yang menolak upaya penangkapan. Akibat kejadian tersebut, 2 (dua) kendaraan operasional Cabjari, mengalami kerusakan.

Setelah 10 Bulan menjadi DPO, tersangka AM akhirnya ditangkap oleh tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga, yang dipimpin langsung Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo. Usai ditetapkan DPO sejak tanggal 9 November 2020.

- Advertisement -

Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kotamobagu Horas Erwin Siregar, menuturkan tersangka AM diamankan di Kota Tomohon, Kelurahan Matali. “Proses penangkapan pada hari Rabu (8/9) Dini hari, berkisar pukul 03.30 WITA. Dikediaman rumah warga setempat,” beber Siregar, saat jumpa Pers, di kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Rabu (8/9).

Lanjut Siregar, saat ditangkap tersangka AM tidak ada perlawanan. “Jadi selama ini AM, selalu berpindah-pindah tempat persembunyian dan terakhir di Tomohon. Rumah tersebut, merupakan kenalan tersangka,” jelasnya.

Ditambahkannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3, hukuman kurungan penjara 15 tahun. “Mungkin, saat ini tersangka, akan diamankan di Polres Kotamobagu,” sebutnya.

Sementara itu, Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang berperan aktif dalam proses penangkapan. “Terima kasih, kepada tim penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga, dan tim Buser Polresta Manado,” singkat Tumundo.

Sekedar informasi, tersangka merupakan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018.

Tersangka AM tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pengadaan bernilai Rp 509.500.000, pada desa iloheluma. Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID– AM, akhirnya diringkus Tim Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu (Cabjari). Dia ditangkap terkait kasus korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki dan mesin katingting tahun anggaran 2018.

Sebelumnya, Tim kejaksaan sempat melakukan upaya penagkapan. Tapi dihadang  masyarakat Desa Iloheluma dengan menggunakan senjata tajam (sajam).

Diduga massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut merupakan keluarga dan kolega tersangka, yang menolak upaya penangkapan. Akibat kejadian tersebut, 2 (dua) kendaraan operasional Cabjari, mengalami kerusakan.

Setelah 10 Bulan menjadi DPO, tersangka AM akhirnya ditangkap oleh tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga, yang dipimpin langsung Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo. Usai ditetapkan DPO sejak tanggal 9 November 2020.

Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kotamobagu Horas Erwin Siregar, menuturkan tersangka AM diamankan di Kota Tomohon, Kelurahan Matali. “Proses penangkapan pada hari Rabu (8/9) Dini hari, berkisar pukul 03.30 WITA. Dikediaman rumah warga setempat,” beber Siregar, saat jumpa Pers, di kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Rabu (8/9).

Lanjut Siregar, saat ditangkap tersangka AM tidak ada perlawanan. “Jadi selama ini AM, selalu berpindah-pindah tempat persembunyian dan terakhir di Tomohon. Rumah tersebut, merupakan kenalan tersangka,” jelasnya.

Ditambahkannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3, hukuman kurungan penjara 15 tahun. “Mungkin, saat ini tersangka, akan diamankan di Polres Kotamobagu,” sebutnya.

Sementara itu, Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang berperan aktif dalam proses penangkapan. “Terima kasih, kepada tim penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga, dan tim Buser Polresta Manado,” singkat Tumundo.

Sekedar informasi, tersangka merupakan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018.

Tersangka AM tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pengadaan bernilai Rp 509.500.000, pada desa iloheluma. Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/