28C
Manado
Selasa, 9 Maret 2021

Bertahun-Tahun, 4 Mesin Incenator di Bolsel `Nganggur`

MANADOPOST.ID-Sudah bertahun-tahun empat alat Incenator atau mesin penghancur limbah medis di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) dalam keadaan ‘menganggur’. Alias tidak difungsikan.

Bahkan, pantauan Manado Post, di Puskesmas Pinolosian, Kabupaten Bolsel. Mesin Incenator tersebut sudah berkarat.

Dari informasi, empat mesin Incenator ini berada di Puskesmas Duminanga, Puskesmas Pinolosian, Puskesmas Milangodaa, dan satunya lagi berada di Kecamatan Posigadan.

“Izinnya memang ribet, dari se-Indonesia timur ini, yang saya tahu baru satu mesin Incenator yang mendapatkan izin,” beber sumber yang tak ingin dikorankan namanya.

Beralih, ke salah satu staf di Puskesmas Pinolosian mengatakan jika mesin Incenator ini tak pernah dipakai sejak dirinya bekerja disana. “Iya, tidak pernah dipakai, bahkan dari awal saya kerja belum pernah terlihat dipakai,” ujar salah staf yang enggan disebutkan namanya, ketika ditemui, Selasa (9/2/) di kantornya, kemarin.

Ditambahkannya, beberapa alat di mesin Incenator itu sudah banyak yang dicuri. “Alatnya juga sudah banyak yang hilang karena dicuri orang,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Pinolosian I Wayan Sugiri, mengaku jika mesin Incenator tersebut tak pernah dipakai. “Memang belum pernah dipakai sama sekali,” tegasnya.

Karena itu, katanya akibat dari tidak berfungsinya mesin Incenator, limbah suntik pun tak ada yang dihancurkan. “Limbah suntik saat ini hanya kami tumpuk saja,” ucapnya.

Di sisi lain, dia berharap agar mesin Incenator ini bisa diperbaiki. Sebab, akan sangat membantu dalam mengatasi masalah limbah suntik di Puskesmas yang dipimpinnya. “Semoga ini bisa diperbaiki dan secepatnya dipakai,” harapnya.

Senada, Kapus Duminanga, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolsel Sri Wahyuni Kadullah. Katanya, sejak dia masuk ke Puskesmas Duminanga, mesin Incenator tersebut tak pernah dipakai. “Sejak saya disini belum pernah dipakai,” ungkapnya.

Lanjutnya, Incenator tersebut sudah ada sebelum dirinya menjabat Kapus Duminanga. “Itu sudah ada, dan belum pernah sekalipun dipakai,” tegasnya.

Yuyun nama akrabnya ini pun membeberkan jika anggaran pengadaan mesin Incenator tersebut diatur oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). “Setahunya Dinkes yang atur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolsel dr Sadly Mokodongan, ketika dimintai tanggapannya, masih enggan memberikan komentarnya. Bahkan saat ditemui di kantornya, seorang stafnya mengatakan, jika diriya (kadis,red) sedang sibuk.

“Dokter sedang sibuk, lain kali kalau mau ketemu harus janji di WhatsApp dulu,” kata salah satu staf.

Tak berhenti disitu, ketika dihubungi melalui WhatsApp, Mokodongan hanya membaca isi pesan dan tak menggubrisnya, hingga berita ini diturunkan.

Menanggapi hal ini, Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Bolsel, Marzanzius Arvan Ohy, saat dimintai tanggapannya mengenai 4 mesin Incenator. “Baru dengar ini le bro, nanti akan di cek kadis,” tulis Ohy, melalui via WhatsApp. (ctr-03/ayu)

Artikel Terbaru