26.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dandes Iloheluma

MANADOPOST.ID–Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki, dan mesin katinting tahun anggaran 2018, Desa Iloheluma, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), tersangka Anwar Mooduto, memasuki tahap II.

Kepada Manado Post, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo, menuturkan dalam kasus ini, ada dua tersangka yakni Anwar Mooduto selaku penyedia dan Kepala Desa atau Sangadi Sulaiman Mooduto.

“Nah, saat ini tersangka Anwar Mooduto, yang perkaranya sudah masuk tahap II. Sedangkan, Sangadi Sulaiman Mooduto masuk tahap I, segera mungkin pihaknya meneliti berkasnya,” terang Tumundo, saat diwawancarai Manado Post.

Lanjutnya, telah terjadi penyelewengan Dana Desa (Dandes) dilakukan secara melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara, dan setidak-tidaknya turut serta melakukan perbuatan pidana, sebagaimana dimaksud dalam sangkaan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Berdasarkan berkas hasil pemeriksaan penyidik, didguga keras terdakwa melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, serta dikhawatirkan melarikan diri, serta merusak barang bukti,” jelasnya.

Mantan Kasie Pidum kejaksaan Bitung itu, mengatakan tersangka Anwar Mooduto ditahan maksimal 20 hari, sejak tanggal 8 sampai 27 Oktober, di Mapolres Kotamobagu. “Berdasarkan surat perintah penahanan Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Nomor: PRINT-11/P.1.12.8/fd.2/10/2021,” tegasnya, seraya menambahkan pihak, secepat mungkin melimpahkan tersangka Anwar Mooduto di Pengadilan Tipikor, Kota Manado.

Sebelumnya, diberitakan Manado Post. Masih ingatkah penangkapan tersangka kasus korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki dan mesin katingting tahun anggaran 2018, berinisial AM, oleh Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu (Cabjari) di Dumoga gagal.

Pasalnya, penangkapan tersebut dihadang oleh masyarakat Desa Iloheluma dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Diduga massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut merupakan keluarga dan kolega tersangka, yang menolak upaya penangkapan. Akibat kejadian tersebut, 2 (dua) kendaraan operasional Cabjari, mengalami kerusakan.

Berkisar 10 Bulan menjadi DPO, tersangka AM akhirnya ditangkap oleh tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga, yang dipimpin langsung Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo. Usai ditetapkan DPO sejak tanggal 9 November 2020.

Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kotamobagu Horas Erwin Siregar, menuturkan tersangka AM diamankan di Kota Tomohon, Kelurahan Matali. “Proses penangkapan pada hari Rabu (8/9) Dini hari, berkisar pukul 03.30 WITA. Dikediaman rumah warga setempat,” beber Siregar, saat jumpa Pers, di kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Rabu (8/9).

Lanjut Siregar, saat ditangkap tersangka AM tidak ada perlawanan. “Jadi selama ini AM, selalu berpindah-pindah tempat persembunyian dan terakhir di Tomohon. Rumah tersebut, merupakan kenalan tersangka,” jelasnya.

Ditambahkannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3, hukuman kurungan penjara 15 tahun. “Mungkin, saat ini tersangka, akan diamankan di Polres Kotamobagu,” sebutnya.

Sementara itu, Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang berperan aktif dalam proses penangkapan. “Terima kasih, kepada tim penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga, dan tim Buser Polresta Manado,” singkat Tumundo.

Sekedar informasi, tersangka merupakan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018.

Tersangka AM tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pengadaan bernilai Rp 509.500.000, pada desa iloheluma. Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID–Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki, dan mesin katinting tahun anggaran 2018, Desa Iloheluma, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), tersangka Anwar Mooduto, memasuki tahap II.

Kepada Manado Post, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo, menuturkan dalam kasus ini, ada dua tersangka yakni Anwar Mooduto selaku penyedia dan Kepala Desa atau Sangadi Sulaiman Mooduto.

“Nah, saat ini tersangka Anwar Mooduto, yang perkaranya sudah masuk tahap II. Sedangkan, Sangadi Sulaiman Mooduto masuk tahap I, segera mungkin pihaknya meneliti berkasnya,” terang Tumundo, saat diwawancarai Manado Post.

Lanjutnya, telah terjadi penyelewengan Dana Desa (Dandes) dilakukan secara melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara, dan setidak-tidaknya turut serta melakukan perbuatan pidana, sebagaimana dimaksud dalam sangkaan pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Berdasarkan berkas hasil pemeriksaan penyidik, didguga keras terdakwa melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, serta dikhawatirkan melarikan diri, serta merusak barang bukti,” jelasnya.

Mantan Kasie Pidum kejaksaan Bitung itu, mengatakan tersangka Anwar Mooduto ditahan maksimal 20 hari, sejak tanggal 8 sampai 27 Oktober, di Mapolres Kotamobagu. “Berdasarkan surat perintah penahanan Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Nomor: PRINT-11/P.1.12.8/fd.2/10/2021,” tegasnya, seraya menambahkan pihak, secepat mungkin melimpahkan tersangka Anwar Mooduto di Pengadilan Tipikor, Kota Manado.

Sebelumnya, diberitakan Manado Post. Masih ingatkah penangkapan tersangka kasus korupsi pengadaan mesin paras, mesin tangki dan mesin katingting tahun anggaran 2018, berinisial AM, oleh Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu (Cabjari) di Dumoga gagal.

Pasalnya, penangkapan tersebut dihadang oleh masyarakat Desa Iloheluma dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Diduga massa yang berjumlah kurang lebih 30 orang tersebut merupakan keluarga dan kolega tersangka, yang menolak upaya penangkapan. Akibat kejadian tersebut, 2 (dua) kendaraan operasional Cabjari, mengalami kerusakan.

Berkisar 10 Bulan menjadi DPO, tersangka AM akhirnya ditangkap oleh tim Cabjari Kotamobagu di Dumoga, yang dipimpin langsung Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo. Usai ditetapkan DPO sejak tanggal 9 November 2020.

Kepala Seksi (Kasie) Barang Bukti Kejaksaan Negeri Kotamobagu Horas Erwin Siregar, menuturkan tersangka AM diamankan di Kota Tomohon, Kelurahan Matali. “Proses penangkapan pada hari Rabu (8/9) Dini hari, berkisar pukul 03.30 WITA. Dikediaman rumah warga setempat,” beber Siregar, saat jumpa Pers, di kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Rabu (8/9).

Lanjut Siregar, saat ditangkap tersangka AM tidak ada perlawanan. “Jadi selama ini AM, selalu berpindah-pindah tempat persembunyian dan terakhir di Tomohon. Rumah tersebut, merupakan kenalan tersangka,” jelasnya.

Ditambahkannya, tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3, hukuman kurungan penjara 15 tahun. “Mungkin, saat ini tersangka, akan diamankan di Polres Kotamobagu,” sebutnya.

Sementara itu, Kacabjari Kotamobagu di Dumoga Edwin Tumundo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tim yang berperan aktif dalam proses penangkapan. “Terima kasih, kepada tim penyidik Cabjari Kotamobagu di Dumoga, dan tim Buser Polresta Manado,” singkat Tumundo.

Sekedar informasi, tersangka merupakan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit di tahun anggaran 2018.

Tersangka AM tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pengadaan bernilai Rp 509.500.000, pada desa iloheluma. Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp. 321.931.931. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/