25C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Incenator Rusak, Mokodongan: Semua Daerah Kendalanya Sama

MANADOPOST.ID—Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Sadly Mokodongan mengakui, sudah bertahun-tahun incenator di Kabupaten Bolsel mengalami kerusakan.

Dia menyebutkan, 4 incenator itu bersumber dari Dana Tugas perbantuan dari pusat, untuk daerah-daerah terpencil.

“Nah, dana ini dimaksud untuk membantu fasilitas-fasilitas Kesehatan di daerah Bolsel. Namun, untuk sekarang, sumber dana itu sudah diganti namanya,” beber Mokodongan, saat ditemui awak media, di kantornya, Kamis (11/2) kemarin.

Lanjutnya, berkisar tahun 2015, alat tersebut dipasang, dengan melalui tender sebagaimana mestinya.

“Ketika diuji coba Incenator ini, berhasil difungsikan dengan baik. Akan tetapi, seiring berjalan waktu, limbah suntik yang ada di Puskesmas itu sedikit. Sedangkan kapasitas incenator ini besar, maka secara otomatis biaya operasionalnya tinggi. Sehingganya dana yang ada di Puskesmas (PKM) tidak mencukupi lagi,” tegasnya, seraya menambahkan, kala itu Incenator ini juga menjadi salah satu syarat akreditas PKM.

Di sisi lain, Mokodongan menyebutkan saat pengadaan Incenator ini, bukan hanya Bolsel yang mendapatkannya, melainkan daerah lainnya, yang ada di Sulawesi Utara pun memiliki alat ini. “Nah, hampir semua daerah memiliki kendala yang sama. Dan tidak menggunakan alat tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa hampir diseluruh wilayah izin lingkungannya terkendala. “Berkisar tahun 2018, pihaknya mengusulkan izin ke Kemenkes, namun hingga hari ini belum ada responnya,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk sekarang itu, limbah-limbah suntik, dan medis lainnya, di simpan di tempat khusus dan dijauhkan dari kontak masyarakat. “Intinya, untuk limbah medis itu, seluruh PKM yang ada di Bolsel, menerapkan SOPnya, dan sesuai dengan Juknis Kemenkes,” kuncinya. (ctr-03/ayu)

Artikel Terbaru