alexametrics
27.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Insentif Belum Terima, Tenaga Medis Bolsel Menjerit

BOLSEL- Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pemerintah menyiapkan insentif untuk tenaga medis sebagai gardan terdepan melawan wabah ini. Namun hal ini, sampai sekarang belum direalisasi di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel).

Ketika ditemui Manado Post, salah satu tenaga medis menuturkan sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan penghargaan (insentif) yang dijanjikan oleh pemerintah. “Kecewa sih, tapi kami tetap bekerja,” ujar narasumber yang enggan menyebutkan namanya, akhir pekan kemarin.

Lanjutnya, dia mengaku tak tahu berapa besaran insentif itu. “Ada rumus perhitungannya, yang pasti semua perawat di Puskesmas Bolsel belum cair,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolsel dr. Sadly Mokodongan mengakui bahwa pihaknya telah mengirim data penerima insentif ke pemerintah pusat. “Sampai sekarang pusat belum verifikasi,” beber Mokodongan.

Dia menambahkan, data yang dikirim ini dari bulan Maret 15 orang, April 50 dan Mei 42 orang. “Sesuai aturan hanya tiga bulan, untuk bulan Juni ini masih menunggu regulasi,” jelasnya.

Selain itu, katanya untuk di puskesmas sesuai KMK. Misalnya 5 hari penugasan dilapangan, rumusnya 5 per 22 (jumlah hari efektif kerja per bulan) kali 5 juta. “Dari hasil rumus tersebut hasilnya itu insentif yang akan diterima,” tukasnya. (ctr-03)

BOLSEL- Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pemerintah menyiapkan insentif untuk tenaga medis sebagai gardan terdepan melawan wabah ini. Namun hal ini, sampai sekarang belum direalisasi di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel).

Ketika ditemui Manado Post, salah satu tenaga medis menuturkan sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan penghargaan (insentif) yang dijanjikan oleh pemerintah. “Kecewa sih, tapi kami tetap bekerja,” ujar narasumber yang enggan menyebutkan namanya, akhir pekan kemarin.

Lanjutnya, dia mengaku tak tahu berapa besaran insentif itu. “Ada rumus perhitungannya, yang pasti semua perawat di Puskesmas Bolsel belum cair,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolsel dr. Sadly Mokodongan mengakui bahwa pihaknya telah mengirim data penerima insentif ke pemerintah pusat. “Sampai sekarang pusat belum verifikasi,” beber Mokodongan.

Dia menambahkan, data yang dikirim ini dari bulan Maret 15 orang, April 50 dan Mei 42 orang. “Sesuai aturan hanya tiga bulan, untuk bulan Juni ini masih menunggu regulasi,” jelasnya.

Selain itu, katanya untuk di puskesmas sesuai KMK. Misalnya 5 hari penugasan dilapangan, rumusnya 5 per 22 (jumlah hari efektif kerja per bulan) kali 5 juta. “Dari hasil rumus tersebut hasilnya itu insentif yang akan diterima,” tukasnya. (ctr-03)

Most Read

Artikel Terbaru

/