29C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

BLT- DD Kombot Tidak Disalurkan, Warga Menjerit

MANADOPOST.ID—Warga Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) keluhkan kinerja Pemerintah Desa (Pemdes). Pasalnya, hingga kini, kurang lebih 113 warga belum menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap III Periode November-Desember Tahun anggaran 2020.

Kepada Manado Post, warga Desa setempat, Rukminto Paputungan meminta kepada pemerintah desa atau pihak yang terkait agar segera menyalurkan hak rakyat itu. “Ini masih dalam situasi pandemi. Tolonglah berikan. Itu hak mereka walaupun waktunya sudah lewat. Apalagi kami tau anggarannya sudah ditata,” beber Paputungan, pekan kemarin.

Sambung, salah satu Tokoh Masyarakat (Tokmas) Samsul Husain, mencekam tindakan ini. “Sangat disayangkan, hak masyarakat tidak diberikan. Apalagi, keadaan seperti ini,” cetus Husain.

Lanjutnya, dia berharap agar penegak hukum ataupun instansi terkait harus menindaklanjuti permasalahan ini. “Kami mohon agar masalah ini dapat diselidiki oleh pihak berwajib, dugaan kuat kami ada penyelewengan disitu,” harapnya.

Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Sangadi Desa Kombot, Irno Simbayan mengaku benar, belum disalurkan. Pihaknya sudah menanyakan hal itu kepada mantan sangadi Desa Kombot sejak dua pekan lalu. “Dua kali saya datangi pak mantan sangadi menanyakan hal itu. Jawabannya akan direalisasikan pada 31 Januari. Tapi lebih jelasnya hubungi Pak Sekdes,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Desa (Sekdes) Kombot, Irul Mamonto, menjelaskan bahwa penyaluran BLT DD ini dibagi dalam tiga tahap yakni Tahap I periode April-Mei-Juni, Tahap 2 periode Juli-Agustus-September.

“Untuk tahap I dan II semunya sudah disalurkan,” kata Mamonto.

Untuk BLT DD Tahap Tiga, katanya, yang sudah disalurkan baru satu bulan, yakni Oktober. Itupun disalurkan pada 2 Januari 2021. “Jadi BLT DD Tahap Tiga yang belum diterima oleh warga yakni Bulan November – Desember,” tukasnya.

Diungkapkannya, bahwa jumlah penerima BLT DD Kombot sebanyak 113 orang. Setiap orang berhak menerima 300 ribu rupiah.

“Nah untuk totalnya itu, hasil dari 300 ribu dikali 2 Bulan dikali 113 orang,” jelasnya.

Dia mengaku bahwa warga setempat (Penerima) juga sering menanyakan hal tersebut kepada dirinya.

“Kami juga telah menanyakan hal itu. Tapi lebih bagus langsung tanya ke Pak Sangadi (lama),” ucapnya.

Pencairan dana desa, bebernya mengacu ke rekomendasi. Setelah keluar rekomendasi baru kemudian bendahara menarik anggaran di bank. Tapi atas persetujuan sangadi (tanda tangan). Kalau tidak ada tanda tangan sangadi, kata Irul, maka tidak bisa dicairkan.

“Dan Sesuai RC (Rekening koran bank) anggaran itu sudah dilakukan penarikan,” imbuhnya.

Sangat disayangkan ketika Koran ini ingin konfirmasi ke mantan sangadi (Lama) Desa Kombot, Burhanudin Hattani tidak berada di rumah saat disambangi. Usaha untuk memperoleh nomor telepone seluler juga tak berhasil. “Bapak tidak ada, sedang keluar rumah. Nomor HP-nya tidak ada,” singkat Istrinya.

Ditambahkan, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ronal Ismail membeberkan bahwa Dana Desa Tahun 2020 se Kabupaten Bolsel sudah dicairkan semua. “Sudah cair 81 Desa,” tukasnya. (ctr-03/ayu)

Artikel Terbaru