24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kembali Bertarung di Pilsang Bolsel, Warga Dukung Gonibala Dua Periode

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Pesta Demokrasi Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) akan berlangsung pada 18 Mei ini. Diikuti 38 desa se-Bolsel, sejumlah tokoh maupun incumbent turut meramaikan Pilsang.

Salah satu tokoh kharismatik yang sudah tak asing bagi masyarakat Desa Sondana Kecamatan Bolaang Uki adalah Tomi Gonibala. Sangadi Periode 2016-2022 Desa Sondana tersebut kembali mencalonkan diri.

Gonibala bukan tidak beralasan, niat baik dorongan dan dukungan masyarakat serta para tokoh itulah yang menginspirasi tekad incumbent ini kembali maju untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Diawali dengan niat baik, dorongan dan dukungan masyarakat serta para-tokoh itulah yang menginspirasi saya kembali maju mencalonkan diri dalam Pemilihan Sangadi di Desa Sondana Tahun 2022 ini untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” beber Gonibala kepada Manado Post, Senin (16/5).

- Advertisement -

Kata dia, membangun desa untuk saat ini lebih mudah dibandingkan dengan sebelum lahirnya Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Karena di dalam undang-undang tersebut mengatur tentang hak asal usul dan kewenagan desa.

Pada saat ini, dituturkannya Peraturan Desa Sondana tentang Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa telah ditetapkan sebagaimana penjabaran dari Perbub Bolaang Mongondow Selatan Nomor 47 Tahun 2021 tentang Daftar Kewenangan Desa berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

“Artinya desa punya kewenangan penuh untuk mengatur rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal usul desa tersebut namun harus sesuai dengan regulasi Permendes tahunan dan arahan terkait fokus prioritas Dana Desa setiap tahunya, kemudian diikuti oleh lahirnya bantuan langsung dari pemerintah pusat yang di sebut dengan Dana Desa mulai dari tahun 2015 sampai saat ini,” ujar calon Sangadi nomor urut satu itu.

Diakuinya, siginifikan pembangunan infrastruktur di desa saat ini karena banyaknya sumber bantuan keuangan yang masuk ke desa, dari Pemerintah pusat dan daerah seperti Dana Desa (DDS), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil Pajak (DBH), dan Pendapatan Asli Desa (PADES).

“Yang jika di total keseluruhannya mecapai milyaran rupiah, maka transparansi angggaran yang dikelola oleh desa menjadi hal yang wajib diketahui oleh semua warga masyarakat, termasuk dalam transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Desa,” urainya.

“Membangun desa itu bukan hanya tentang insfrastruktur saja, Pembangunan Sumber Daya Manusia, Kesehatan, Pendidikan Usia Dini dan Kesejahteran Masyarakat juga adalah bagian dari pembangunan desa,” sambungnya.

MANADOPOST.ID – Pesta Demokrasi Pemilihan Sangadi (Pilsang) serentak di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) akan berlangsung pada 18 Mei ini. Diikuti 38 desa se-Bolsel, sejumlah tokoh maupun incumbent turut meramaikan Pilsang.

Salah satu tokoh kharismatik yang sudah tak asing bagi masyarakat Desa Sondana Kecamatan Bolaang Uki adalah Tomi Gonibala. Sangadi Periode 2016-2022 Desa Sondana tersebut kembali mencalonkan diri.

Gonibala bukan tidak beralasan, niat baik dorongan dan dukungan masyarakat serta para tokoh itulah yang menginspirasi tekad incumbent ini kembali maju untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Diawali dengan niat baik, dorongan dan dukungan masyarakat serta para-tokoh itulah yang menginspirasi saya kembali maju mencalonkan diri dalam Pemilihan Sangadi di Desa Sondana Tahun 2022 ini untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,” beber Gonibala kepada Manado Post, Senin (16/5).

Kata dia, membangun desa untuk saat ini lebih mudah dibandingkan dengan sebelum lahirnya Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014. Karena di dalam undang-undang tersebut mengatur tentang hak asal usul dan kewenagan desa.

Pada saat ini, dituturkannya Peraturan Desa Sondana tentang Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa telah ditetapkan sebagaimana penjabaran dari Perbub Bolaang Mongondow Selatan Nomor 47 Tahun 2021 tentang Daftar Kewenangan Desa berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

“Artinya desa punya kewenangan penuh untuk mengatur rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal usul desa tersebut namun harus sesuai dengan regulasi Permendes tahunan dan arahan terkait fokus prioritas Dana Desa setiap tahunya, kemudian diikuti oleh lahirnya bantuan langsung dari pemerintah pusat yang di sebut dengan Dana Desa mulai dari tahun 2015 sampai saat ini,” ujar calon Sangadi nomor urut satu itu.

Diakuinya, siginifikan pembangunan infrastruktur di desa saat ini karena banyaknya sumber bantuan keuangan yang masuk ke desa, dari Pemerintah pusat dan daerah seperti Dana Desa (DDS), Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil Pajak (DBH), dan Pendapatan Asli Desa (PADES).

“Yang jika di total keseluruhannya mecapai milyaran rupiah, maka transparansi angggaran yang dikelola oleh desa menjadi hal yang wajib diketahui oleh semua warga masyarakat, termasuk dalam transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Desa,” urainya.

“Membangun desa itu bukan hanya tentang insfrastruktur saja, Pembangunan Sumber Daya Manusia, Kesehatan, Pendidikan Usia Dini dan Kesejahteran Masyarakat juga adalah bagian dari pembangunan desa,” sambungnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/