alexametrics
32.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

56 Pasangan di Bolsel Resmi Berstatus Janda dan Duda, Penyebabnya Beragam, Ada yang Karena Selingkuhan

MANADOPOST.ID—56 pasangan di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi berstaus Janda dan Duda. Hal ini diungkapkan Pengadilan Agama Bolsel. Pasalnya, sampai penghujung bulan Mei ini, sudah 56 kasus perceraian.

Kepala Pengadilan Agama (PA) Bolaang Uki (Bolsel), Nadimin SAg, MH, menuturkan perkara perceraian ini ada dua jenis yakni cerai gugat dan talak. “Kalau cerai gugat berarti perempuan (istri) yang mengajukan sedangkan talak itu dari pihak laki-laki (suami),” terangnya, Jumat (21/5).

Lebih jauh, dikatakannya perkara cerai di Bolsel ini dikarenakan minuman keras (miras), sehingga memicu pertengkaran antara suami dan istri. “Selain miras, ada problem ekonomi, hingga orang ketiga atau selingkuhan serta faktor lainnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia menambahkan meski menerima perkara dengan berbagai alasan dari pemohon, pihak PA Bolsel tidak langsung memutus perkara. Tapi, terlebih dahulu dilakukan mediasi.

Dan untuk para masyarakat Bolsel yang melaporkan bisa mengunjungi Web.pa-bolaanguki.go.id, lalu cari sistem informasi penulusuran perkara (SIPP), guna mengetahui sudah sampai dimana perkaranya.

“Tindakan mediasi dilakukan karena itu sesuai aturan. Jika tidak mau dimediasi perkara yang sudah diajukan kita tolak. Jika proses mediasi sudah dilakukan dan tidak ada titik temu, perkara kita tindaklanjuti hingga sidang putusan,” paparnya

Diakuinya, apabila ada perkara cerai masuk pihaknya berupaya berikan masukan dan nasihat, sebisa mungkin pasangan suami istri bisa rujuk. “Alhamdulillah ada beberapa pasangan yang memilih rujuk dalam proses mediasi,” kuncinya. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID—56 pasangan di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi berstaus Janda dan Duda. Hal ini diungkapkan Pengadilan Agama Bolsel. Pasalnya, sampai penghujung bulan Mei ini, sudah 56 kasus perceraian.

Kepala Pengadilan Agama (PA) Bolaang Uki (Bolsel), Nadimin SAg, MH, menuturkan perkara perceraian ini ada dua jenis yakni cerai gugat dan talak. “Kalau cerai gugat berarti perempuan (istri) yang mengajukan sedangkan talak itu dari pihak laki-laki (suami),” terangnya, Jumat (21/5).

Lebih jauh, dikatakannya perkara cerai di Bolsel ini dikarenakan minuman keras (miras), sehingga memicu pertengkaran antara suami dan istri. “Selain miras, ada problem ekonomi, hingga orang ketiga atau selingkuhan serta faktor lainnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia menambahkan meski menerima perkara dengan berbagai alasan dari pemohon, pihak PA Bolsel tidak langsung memutus perkara. Tapi, terlebih dahulu dilakukan mediasi.

Dan untuk para masyarakat Bolsel yang melaporkan bisa mengunjungi Web.pa-bolaanguki.go.id, lalu cari sistem informasi penulusuran perkara (SIPP), guna mengetahui sudah sampai dimana perkaranya.

“Tindakan mediasi dilakukan karena itu sesuai aturan. Jika tidak mau dimediasi perkara yang sudah diajukan kita tolak. Jika proses mediasi sudah dilakukan dan tidak ada titik temu, perkara kita tindaklanjuti hingga sidang putusan,” paparnya

Diakuinya, apabila ada perkara cerai masuk pihaknya berupaya berikan masukan dan nasihat, sebisa mungkin pasangan suami istri bisa rujuk. “Alhamdulillah ada beberapa pasangan yang memilih rujuk dalam proses mediasi,” kuncinya. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/