alexametrics
27.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Bupati Bolsel Harap Momen Harkitnas Jadi Semangat Pemersatu

MANADOPOST.ID—Bupati Bolmong Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru, mengajak seluruh lapisan masyarakat terus berbenah pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Pasalnya, pada tahun tahun 1948 Presiden pertama Indonesia Soekarno mencetus momentum Kebangkitan bangsa setiap tanggal 20 Mei. Kala itu, situasi Nasional lagi bergejolak, ketika Belanda bersama sekutu kembali di Indonesia.

Agresi militer Belanda pertama terjadi tahun 1947 dan berbuntut perjanjian Renville yang diinisiasi Dewan Keamanan PBB. “Berkat semangat, spirit membangun daerah yang dicintai para pendahulu. Maka, hingga saat ini Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Olehnya, saat ini, kita selaku warga negara harus mampu membangun daerah Bolsel tercinta, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara umumnya,” ajak Kamaru, Kamis (20/5).

Alumnus Fakultas Ternak Unsrat ini, mengatakan saat ini berbagai tantangan dan persoalan semakin kompleks dihadapi bangsa ini. Meski begitu, Kamaru yakin dan optimis Harkitnas menjadi titik awal Bolsel serta Indonesia secara umum mampu menjawab dan bangkit kesadaran menuntaskan setiap masalah yang dihadapi.

“Mari bersama-sama kita belajar dari Harkitnas ini. Sebab, banyak pelajaran yang bisa diambil dari momen ini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, semangat berbangsa tanpa pandang suku, agama, ras, dan golongan mana pun,” tegasnya, seraya menambahkan masa kita sebagai bangsa tak bisa bersatu padu?.

Orang nomor satu di Bolsel ini, pun menuturkan tak bisa dipungkiri hingga saat ini masih banyak paham yang ingin merongrong bangsa Indonesia. “Karena itu, mari seluruh lapisan masyarakat Bolsel tercinta, untuk tidak mudah terpecah bela, jangan mau diadu domba. Tetap saling gotong royong, bahu membahu bersama-sama tanpa melihat siapa dia,” pesannya.

Lebih jauh, dia mengingatkan bahwa saat ini kita lagi diperhadapkan dengan wabah Covid-19, bukan berarti kita harus berhenti apalagi mundur. “Jadi, momen ini harus menumbuhkan semangat bersatu bersama-sama memutus mata rantai Covid-19,” sahutnya. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID—Bupati Bolmong Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru, mengajak seluruh lapisan masyarakat terus berbenah pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Pasalnya, pada tahun tahun 1948 Presiden pertama Indonesia Soekarno mencetus momentum Kebangkitan bangsa setiap tanggal 20 Mei. Kala itu, situasi Nasional lagi bergejolak, ketika Belanda bersama sekutu kembali di Indonesia.

Agresi militer Belanda pertama terjadi tahun 1947 dan berbuntut perjanjian Renville yang diinisiasi Dewan Keamanan PBB. “Berkat semangat, spirit membangun daerah yang dicintai para pendahulu. Maka, hingga saat ini Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Olehnya, saat ini, kita selaku warga negara harus mampu membangun daerah Bolsel tercinta, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara umumnya,” ajak Kamaru, Kamis (20/5).

Alumnus Fakultas Ternak Unsrat ini, mengatakan saat ini berbagai tantangan dan persoalan semakin kompleks dihadapi bangsa ini. Meski begitu, Kamaru yakin dan optimis Harkitnas menjadi titik awal Bolsel serta Indonesia secara umum mampu menjawab dan bangkit kesadaran menuntaskan setiap masalah yang dihadapi.

“Mari bersama-sama kita belajar dari Harkitnas ini. Sebab, banyak pelajaran yang bisa diambil dari momen ini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti, semangat berbangsa tanpa pandang suku, agama, ras, dan golongan mana pun,” tegasnya, seraya menambahkan masa kita sebagai bangsa tak bisa bersatu padu?.

Orang nomor satu di Bolsel ini, pun menuturkan tak bisa dipungkiri hingga saat ini masih banyak paham yang ingin merongrong bangsa Indonesia. “Karena itu, mari seluruh lapisan masyarakat Bolsel tercinta, untuk tidak mudah terpecah bela, jangan mau diadu domba. Tetap saling gotong royong, bahu membahu bersama-sama tanpa melihat siapa dia,” pesannya.

Lebih jauh, dia mengingatkan bahwa saat ini kita lagi diperhadapkan dengan wabah Covid-19, bukan berarti kita harus berhenti apalagi mundur. “Jadi, momen ini harus menumbuhkan semangat bersatu bersama-sama memutus mata rantai Covid-19,” sahutnya. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/