32C
Manado
Kamis, 21 Januari 2021

2020, Bolsel Koleksi 24 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

MANADOPOST.ID—Sepanjang tahun ini, sebanyak 24 kasus, Kekerasan Anak dan Perempuan (KAP) terjadi di daerah Bolmong Selatan (Bolsel).

Hal ini, diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB/P3A) Suhartini Damo, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Anak Ollyn Tumuhu.

Menurutnya, selang bulan Januari hingga bulan ini kasus kekerasan anak dan perempuan terbilang meningkat. Meski begitu, untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak ada sama sekali.

“Sebab, jika dibandingkan data tahun kemarin Bolsel mengoleksi 22 kasus. Mungkin, KDRT ada, tapi yang bersangkutan malu untuk melaporkannya,” beber Tumuhu, kepada Manado Post, Selasa (24/11) kemarin.

Lanjutnya, memang kasus kekerasan anak dan perempuan tahun ini, telah melampaui jumlah kasus tahun lalu. “Memang meningkat kasus kekerasan dan seksual terhadap anak. Namun, semoga saja hingga akhir Desember nanti, kasus tidak bertambah,” terangnya.

Selain itu, katanya rata-rata pelaku ‘predator kelamin’ orang terdekat. “Sangat disayangkan, pelakunya biasa paman, ayah tiri, dan orang terdekat korban lainnya,” ujarnya.

Lebih jauh, dia menuturkan 24 kasus ini rinciannya 1 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, 7 kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH), dan 16 kasus kekerasan seksual anak dibawah umur.

“Penanganan dari Dinas biasanya disaat ada laporan langsung turun untuk monitoring ke rumah korban dan selanjutnya ada pendampingan hukum untuk proses hukumnya dan pendampingan pemulihan trauma Psikolog atau trauma healing,” bebernya.

Ditambahkannya, selama 2 tahun terakhir ini, pihaknya melakukan sosialisasi ke beberapa wilayah dan juga dilaksanakan di kabupaten dengan mengundang aparat Desa dan Kecamatan.

“Sebatas sosialisasi dan monitoring ke desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap anak. Dan dampak dari kekerasan terhadap anak,” tukasnya.

Menanggapi hal ini, salah satu Tokoh Pemuda Aldy Batadi menyayangkan kasus yang tidak bermoril ini, tumbuh subur di daerah tercintanya. “Miris sekali, kasus tak bermoril ini banyak terjadi di daerah Bolsel. Harus dibasmi bersama-sama,” ajaknya.

KAP ini Pekerjaan Rumah (PR) bersama, sambung dia pemerintah telah gencar menekan kasus tersebut, seperti memberikan perlindungan hukum. “Karena itu, Pemerintah butuh sinergitas seluruh lapisan masyarakat, guna bekerja bersama-sama menekan angka kasus ini,” tegasnya.

Dia berharap, kedepannya ada perhatian khusus dari seluruh masyarakat dan pemerintah, terutama juga para orang tua agar menjaga dan mengedukasi para putrinya dengan baik. “Didikan moril harus gencar dilaksanakan,” katanya.

Ditambahkannya, pemuda kaum juga harus menjadi garda terdepan dalam menekan angka ini. “Ini menjadi tanggung jawab bersama, maka dari itu kaum muda yang ada di daerah terkasih ini. Wajib gotong royong dalam menekan kasus ini,” tandasnya. (ctr-03/ayu)

Artikel Terbaru