25.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Sosok Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Sudah Berprestasi Sejak Kuliah

MANADOPOST.ID—H Iskandar Kamaru Lelaki kelahiran Bolaang Mongondow (Bolmong) 1974. Saat ini dikenal publik sebagai Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pada Manado Post, Iskandar Kamaru mengaku, tak pernah bermimpi menjadi seorang pemimpin. Namun kerja keras dan ketulusannya dalam menjalani hidup membawanya hingga ke titik sekarang, sebagai pemimpin di Kabupaten Bolsel. Lantas seperti apa perjalanan seorang Kamaru?.

Pak Is sapaan akrabnya adalah anak sulung dari lima bersudara. Ayahnya seorang pensiunan guru dan ibunya ibu rumah tangga. Dari kecil, dia sudah terbiasa hidup sederhana. Namun baginya kesederhanaan bukan penghalang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Berada di lingkungan keluarga yang disiplin, dan taat akan agama, membuatnya jadi sosok yang disegani dan relegius. “Dari kecil saya sudah belajar jiwa kepemimpinan dari ayah. Meskipun jujur, dari dulu saya tidak pernah bermimpi menjadi seorang bupati. Tapi Alhamdulillah, kepercayaan yang diemban sekarang adalah bagian dari proses hidup yang sudah saya jalani,” ceritanya, Kamis (27/5).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bupati Bolsel yang genap 47 tahun Desember mendatang, merupakan alumnus Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Semasa kuliah, dia sudah terlibat dalam berbagai organisasi. Salah satunya organisasi keagamaan muslim yang bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Meskipun kemampuan secara financial terbatas, namun Kamaru tak pernah berhenti mengejar mimpinya. Bahkan dia menjadi mahasiswa yang memiliki pemikiran terbuka dan sering menjadi referensi kawan lainnya. “Saya pernah mendapatkan kenangan dari Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama, berupa Alquran dan terjemahannya. Sampai hari ini pemberian tetap dijaga dengan baik,” tutur Iskandar Kamaru.

Tak hanya itu, politisi muda itu pun pernah memperoleh kesempatan magang di negeri Sakura Jepang. “Dalam mengejar mimpi harus ada tekad yang kuat, kerja keras, semangat dan yang terpenting adalah doa. Itu yang selalu saya tanamkan di dalam diri saya, anak-anak dan juga para generasi muda saat ini,” katanya.

Tahun 2004, menjadi awal mula sang putra Totabuan terjun ke dunia politik. Pada Manado Post, dia bercerita, saat itu diminta oleh masyarakat menjadi wakil rakyat. “Saya diminta masyarakat untuk menjadi wakil rakyat, dan akhirnya dipinang oleh salah satu partai Beringin yang dipimpin oleh Bupati Marlina Moha Siahaan saat itu,” ceritanya.

Akhirnya, figur yang dikenal sederhana dan mempunyai gagasan terdepan itu akhirnya mendapatkan mandat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Masa bakti 2004-2009. “Pada tahun 2009, pesta demokrasi kedua, namum saya harus terhenti menjadi wakil rakyat, yang pada akhirnya kembali pada aktifitas biasa sebagai petani, dan kepala keluarga dalam rumah tangga,” kenangnya.

Sekira sepuluh tahun lalu, Koordinator KAHMI Sulut ini, mendapatkan cobaan yang berat. Berpulangnya sosok inspiratif yang menjadi teladan dalam kehidupannya. Sang ayah berpulang pada 2011. “Saat ayah berpulang saya tak ada di tempat. Karena ada tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Memang berat, tapi Ketika diikhlaskan, semua akan terasa lebih baik,” ucapnya, dengan nada yang lirih.

Figur yang dikenal mencintai rakyat dan anak-anak ini ini pun, akhirnya memutuskan hengkang dari dunia politik pada 2014. “Saat itu, saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, Bupati Hi Herson Mayulu meminta saya untuk mengabdikan diri di Bolsel, menuangkan ide serta memberikan kontribusi pemikiran dalam hal pemerintahan, pembangunan dan kemasyrakatan. “Akhirnya, saya menerima permintaan tersebut dan menjadi Tim Ahli DPRD Kabupaten Bolsel, sebab saya berpengalaman semasa menjadi wakil rakyat,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, Ketika H2M dipercayakan rakyat menjadi anggota parlemen, sosoknya yang sederhana dan merakyat dipercayakan menggantikan posisi H2M menjadi Bupati Bolsel, hingga saat ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel ini, mengaku menjadi seorang pemimpin ada banyak tantangan yang dihadapi. “Sebagai pemimpin yang dipercayakan masyarakat, maka saya harus berjuang apapun dan bagaimanapun caranya demi masyarakat Bolsel yang lebih baik lagi. Sebab saya adalah kalian dan kalian adalah saya,” tegasnya.

Pemimpin yang dikenal religius ini pun menekankan, jika kecintaannya pada masyarakat Bolsel tak bisa dipungkiri. Dia akan bekerja dengan baik, dan mendedikasikan jabatannya untuk kesejahteraan masyarakat. “Saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat tercinta,” janji Iskandar Kamaru. (Romansyah Banjar)

Perjalanan politik dan organisasi yang pernah diikuti:

  1. HMI Fakultas Peternakan Unsrat Manado.
  2. Sekertaris Partai Golkar Bolsel.
  3. Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel.
  4. Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel tahun 2019 hingga sekarang.
  5. Koordinator KAHMI Sulut.

MANADOPOST.ID—H Iskandar Kamaru Lelaki kelahiran Bolaang Mongondow (Bolmong) 1974. Saat ini dikenal publik sebagai Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Pada Manado Post, Iskandar Kamaru mengaku, tak pernah bermimpi menjadi seorang pemimpin. Namun kerja keras dan ketulusannya dalam menjalani hidup membawanya hingga ke titik sekarang, sebagai pemimpin di Kabupaten Bolsel. Lantas seperti apa perjalanan seorang Kamaru?.

Pak Is sapaan akrabnya adalah anak sulung dari lima bersudara. Ayahnya seorang pensiunan guru dan ibunya ibu rumah tangga. Dari kecil, dia sudah terbiasa hidup sederhana. Namun baginya kesederhanaan bukan penghalang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Berada di lingkungan keluarga yang disiplin, dan taat akan agama, membuatnya jadi sosok yang disegani dan relegius. “Dari kecil saya sudah belajar jiwa kepemimpinan dari ayah. Meskipun jujur, dari dulu saya tidak pernah bermimpi menjadi seorang bupati. Tapi Alhamdulillah, kepercayaan yang diemban sekarang adalah bagian dari proses hidup yang sudah saya jalani,” ceritanya, Kamis (27/5).

Bupati Bolsel yang genap 47 tahun Desember mendatang, merupakan alumnus Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Semasa kuliah, dia sudah terlibat dalam berbagai organisasi. Salah satunya organisasi keagamaan muslim yang bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Meskipun kemampuan secara financial terbatas, namun Kamaru tak pernah berhenti mengejar mimpinya. Bahkan dia menjadi mahasiswa yang memiliki pemikiran terbuka dan sering menjadi referensi kawan lainnya. “Saya pernah mendapatkan kenangan dari Dirjen Bimas Islam Kementrian Agama, berupa Alquran dan terjemahannya. Sampai hari ini pemberian tetap dijaga dengan baik,” tutur Iskandar Kamaru.

Tak hanya itu, politisi muda itu pun pernah memperoleh kesempatan magang di negeri Sakura Jepang. “Dalam mengejar mimpi harus ada tekad yang kuat, kerja keras, semangat dan yang terpenting adalah doa. Itu yang selalu saya tanamkan di dalam diri saya, anak-anak dan juga para generasi muda saat ini,” katanya.

Tahun 2004, menjadi awal mula sang putra Totabuan terjun ke dunia politik. Pada Manado Post, dia bercerita, saat itu diminta oleh masyarakat menjadi wakil rakyat. “Saya diminta masyarakat untuk menjadi wakil rakyat, dan akhirnya dipinang oleh salah satu partai Beringin yang dipimpin oleh Bupati Marlina Moha Siahaan saat itu,” ceritanya.

Akhirnya, figur yang dikenal sederhana dan mempunyai gagasan terdepan itu akhirnya mendapatkan mandat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Masa bakti 2004-2009. “Pada tahun 2009, pesta demokrasi kedua, namum saya harus terhenti menjadi wakil rakyat, yang pada akhirnya kembali pada aktifitas biasa sebagai petani, dan kepala keluarga dalam rumah tangga,” kenangnya.

Sekira sepuluh tahun lalu, Koordinator KAHMI Sulut ini, mendapatkan cobaan yang berat. Berpulangnya sosok inspiratif yang menjadi teladan dalam kehidupannya. Sang ayah berpulang pada 2011. “Saat ayah berpulang saya tak ada di tempat. Karena ada tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Memang berat, tapi Ketika diikhlaskan, semua akan terasa lebih baik,” ucapnya, dengan nada yang lirih.

Figur yang dikenal mencintai rakyat dan anak-anak ini ini pun, akhirnya memutuskan hengkang dari dunia politik pada 2014. “Saat itu, saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, Bupati Hi Herson Mayulu meminta saya untuk mengabdikan diri di Bolsel, menuangkan ide serta memberikan kontribusi pemikiran dalam hal pemerintahan, pembangunan dan kemasyrakatan. “Akhirnya, saya menerima permintaan tersebut dan menjadi Tim Ahli DPRD Kabupaten Bolsel, sebab saya berpengalaman semasa menjadi wakil rakyat,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, Ketika H2M dipercayakan rakyat menjadi anggota parlemen, sosoknya yang sederhana dan merakyat dipercayakan menggantikan posisi H2M menjadi Bupati Bolsel, hingga saat ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel ini, mengaku menjadi seorang pemimpin ada banyak tantangan yang dihadapi. “Sebagai pemimpin yang dipercayakan masyarakat, maka saya harus berjuang apapun dan bagaimanapun caranya demi masyarakat Bolsel yang lebih baik lagi. Sebab saya adalah kalian dan kalian adalah saya,” tegasnya.

Pemimpin yang dikenal religius ini pun menekankan, jika kecintaannya pada masyarakat Bolsel tak bisa dipungkiri. Dia akan bekerja dengan baik, dan mendedikasikan jabatannya untuk kesejahteraan masyarakat. “Saya akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab demi kesejahteraan rakyat tercinta,” janji Iskandar Kamaru. (Romansyah Banjar)

Perjalanan politik dan organisasi yang pernah diikuti:

  1. HMI Fakultas Peternakan Unsrat Manado.
  2. Sekertaris Partai Golkar Bolsel.
  3. Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel.
  4. Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel tahun 2019 hingga sekarang.
  5. Koordinator KAHMI Sulut.

Most Read

Artikel Terbaru

/