alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Terancam 15 Tahun Bui, Ini Sosok Predator Seksual yang Cabuli Bocah SD Berumur 10 Tahun

MANADOPOST.ID-Predator seksual di Bolmong Selatan terancam penjara 15 Tahun. Kasat Reskrim Polres Bolsel AKP DJ Djelny Kairupan, mengatakan pelaku dijerat pasal 81 dengan ancaman hukuman 15 tahun.

“Tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1,2 dan 3, hukuman 15 tahun kurungan ditambah 1/3 dari hukuman total,” sebutnya.

Ditambahkan Mantan Kanitsabhara Polsek Bolaang Uki ini, kasus ini akan diproses sebagaimana regulasi yang berlaku. “Intinya, siapapun warga yang menjadi korban asusila wajib dilaporkan. Ini, menjadi tugas semua elemen masyarakat guna mencegah penjahat kelamin tumbuh subur di daerah tercinta ini,” tukasnya.

Sebelumnya, diberitakan Manado Post, Rabu (26/5) kemarin. Pria berinisial MP (42) yang seharusnya melindungi, malah tega mencabuli keponakannya sendiri. Kejadian kurang ajar itu, terjadi di Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara (Sulut).

Dari informasi yang dirangkum Manado Post, paman korban melakukan aksi bejat ini sudah cukup lama. Bahkan, mirisnya lagi keponakan korban baru berusia 10 tahun.

Menurut, keluarga korban tindakan pamannya ini sudah cukup lama, tapi baru ketahuan pada hari Sabtu (22/5). “Pekan kemarin korban merasa takut sampai hari Minggu (23/5) pagi hingga korban lari,” terang Risnawati Bahansubuh, ketika dihubungi via Telfon seluler.

Tante dari korban ini pun menerangkan yang mana kejadian ini terjadi di rumah neneknya. “Diduga, aksi bejat ini dilakukan ketika ayah dan ibu dari korban keluar mencari nafkah di daerah Kotamobagu,” sebutnya.

Diceritakannya lagi, pamannya ini mencabuli keponakan hingga alat kemaluannya rusak. “Dari hasil pemeriksaan oleh pihak Polres dan Dinas Perlindungan Anak. Alat kelamin korban mengalami sobek,” terangnya dengan nada terbata-bata (menahan tangisnya).

Tak Mau ke Sekolah Karena Malu

Lanjutnya, karena aksi ini bocah yang masih duduk di bangku SD ini pun tidak mau Sekolah lagi.

“Korban takut sekali ketika melihat pamannya ini. Setelah dibujuk oleh pihak Kepolisian dan Dinas Perlindungan Anak, barulah korban menceritakan apa yang dilakukan pelaku terhadap dirinya,” urainya.

Terpisah, Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto membenarkan kejadian ini. “Iya, saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Bolsel guna dimintai keterangan lebih lanjut,” singkat Kurnianto. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID-Predator seksual di Bolmong Selatan terancam penjara 15 Tahun. Kasat Reskrim Polres Bolsel AKP DJ Djelny Kairupan, mengatakan pelaku dijerat pasal 81 dengan ancaman hukuman 15 tahun.

“Tersangka dikenakan pasal 81 ayat 1,2 dan 3, hukuman 15 tahun kurungan ditambah 1/3 dari hukuman total,” sebutnya.

Ditambahkan Mantan Kanitsabhara Polsek Bolaang Uki ini, kasus ini akan diproses sebagaimana regulasi yang berlaku. “Intinya, siapapun warga yang menjadi korban asusila wajib dilaporkan. Ini, menjadi tugas semua elemen masyarakat guna mencegah penjahat kelamin tumbuh subur di daerah tercinta ini,” tukasnya.

Sebelumnya, diberitakan Manado Post, Rabu (26/5) kemarin. Pria berinisial MP (42) yang seharusnya melindungi, malah tega mencabuli keponakannya sendiri. Kejadian kurang ajar itu, terjadi di Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) Sulawesi Utara (Sulut).

Dari informasi yang dirangkum Manado Post, paman korban melakukan aksi bejat ini sudah cukup lama. Bahkan, mirisnya lagi keponakan korban baru berusia 10 tahun.

Menurut, keluarga korban tindakan pamannya ini sudah cukup lama, tapi baru ketahuan pada hari Sabtu (22/5). “Pekan kemarin korban merasa takut sampai hari Minggu (23/5) pagi hingga korban lari,” terang Risnawati Bahansubuh, ketika dihubungi via Telfon seluler.

Tante dari korban ini pun menerangkan yang mana kejadian ini terjadi di rumah neneknya. “Diduga, aksi bejat ini dilakukan ketika ayah dan ibu dari korban keluar mencari nafkah di daerah Kotamobagu,” sebutnya.

Diceritakannya lagi, pamannya ini mencabuli keponakan hingga alat kemaluannya rusak. “Dari hasil pemeriksaan oleh pihak Polres dan Dinas Perlindungan Anak. Alat kelamin korban mengalami sobek,” terangnya dengan nada terbata-bata (menahan tangisnya).

Tak Mau ke Sekolah Karena Malu

Lanjutnya, karena aksi ini bocah yang masih duduk di bangku SD ini pun tidak mau Sekolah lagi.

“Korban takut sekali ketika melihat pamannya ini. Setelah dibujuk oleh pihak Kepolisian dan Dinas Perlindungan Anak, barulah korban menceritakan apa yang dilakukan pelaku terhadap dirinya,” urainya.

Terpisah, Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto membenarkan kejadian ini. “Iya, saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Bolsel guna dimintai keterangan lebih lanjut,” singkat Kurnianto. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/