24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Oknum Calon Sangadi Diduga Palsukan Ijazah, Tokoh Masyarakat Tempuh Jalur Hukum

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Polemik dugaan pemalsuan nomor seri ijazah terus diseriusi tokoh masyarakat (tokmas). Pasalnya, salah satu oknum calon sangadi terpilih Desa Kombot Timur, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) berinisial HL diduga menggunakan nomor seri ijazah.

Persoalan indikasi pemalsuan nmor seri sehingga keluar surat keterangan lulus dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) ini terus diseriusi oleh penggugat. “Dan langkah yang diambil penggugat ke jalur hukum pidana untuk membuktikan kebenaran apa yang menjadi gugatan,” beber tokmas yang enggan dikorankan namanya, Minggu (29/5).

Lanjutnya, saat ini proses hukumnya sudah ada di tahapan pemeriksaan para saksi. “Dimana beberapa saksi menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak seangkatan atau tidak selulusan dengan mereka,” ungkapnya.

Ini, katanya lebih memperkuat indikasi bahwa yang bersangkutan tidak lulus SD. Selain itu penggugat sudah mengumpulkan data pembanding lainnya, alasan penggugat terus melakukan upaya proses hukum agar kedepannya hal serupa tidak akan pernah terjadi lagi pada generasi mendatang.

- Advertisement -

“Karena ini tentunya sangat merugikan banyak orang terutama orang yang mengenyam pendidikan formal,” ucapnya.

Ditegaskannya, bahwa gugatan ini bukan soal pemilihan. “Lagi dan lagi gugatan bukan persoalan hasil pemilihan Sangadi namun semata-mata indikasi dugaan pemalsuan nomor seri ijazah,” tegasnya.

Terpisah, ketika dihubungi Manado Post, oknum HL membantah hal itu, dimana dia mengaku bahwa ijazah yang digunakannya sesuai aturan. “Kalau saya salah, pasti berkas yang saya gunakan tidak akan lolos dari panitia,” kelihnya.

Bahkan, dia mengklaim dirinya mempunyai saksi bahwa ijazah yang dipakai itu sah. “Intinya, sesuai regulasi,” tukasnya. (Romansyah Banjar)

MANADOPOST.ID – Polemik dugaan pemalsuan nomor seri ijazah terus diseriusi tokoh masyarakat (tokmas). Pasalnya, salah satu oknum calon sangadi terpilih Desa Kombot Timur, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) berinisial HL diduga menggunakan nomor seri ijazah.

Persoalan indikasi pemalsuan nmor seri sehingga keluar surat keterangan lulus dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) ini terus diseriusi oleh penggugat. “Dan langkah yang diambil penggugat ke jalur hukum pidana untuk membuktikan kebenaran apa yang menjadi gugatan,” beber tokmas yang enggan dikorankan namanya, Minggu (29/5).

Lanjutnya, saat ini proses hukumnya sudah ada di tahapan pemeriksaan para saksi. “Dimana beberapa saksi menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak seangkatan atau tidak selulusan dengan mereka,” ungkapnya.

Ini, katanya lebih memperkuat indikasi bahwa yang bersangkutan tidak lulus SD. Selain itu penggugat sudah mengumpulkan data pembanding lainnya, alasan penggugat terus melakukan upaya proses hukum agar kedepannya hal serupa tidak akan pernah terjadi lagi pada generasi mendatang.

“Karena ini tentunya sangat merugikan banyak orang terutama orang yang mengenyam pendidikan formal,” ucapnya.

Ditegaskannya, bahwa gugatan ini bukan soal pemilihan. “Lagi dan lagi gugatan bukan persoalan hasil pemilihan Sangadi namun semata-mata indikasi dugaan pemalsuan nomor seri ijazah,” tegasnya.

Terpisah, ketika dihubungi Manado Post, oknum HL membantah hal itu, dimana dia mengaku bahwa ijazah yang digunakannya sesuai aturan. “Kalau saya salah, pasti berkas yang saya gunakan tidak akan lolos dari panitia,” kelihnya.

Bahkan, dia mengklaim dirinya mempunyai saksi bahwa ijazah yang dipakai itu sah. “Intinya, sesuai regulasi,” tukasnya. (Romansyah Banjar)

Most Read

Artikel Terbaru

/