27.4 C
Manado
Wednesday, 29 March 2023

Banjir Terjang Motongkad Utara Boltim, 7 Rumah Hanyut, 15 Rusak Parah, 53 Terendam Air

MANADOPOST.ID – Jebolnya tanggul Sungai Lonsiow akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Minggu (3/4/2022) sekira pukul 14.00 – 16.00 menyebabkan banjir. Banjir itu menghanyutkan tujuh rumah warga, 15 rumah rusak parah, dan 53 rumah terendam air.

Pantauan manadopost.id di lokasi, sampai pukul 18:00 arus lalulintas masih terhalang. Jalan raya belum bisa dilalui baik kendaraan roda dua dan roda empat karena dua rumah hanyut menutupi badan jalan.

Sementara warga setempat dibantu aparat TNI dan kepolisian masih kesulitan memindahkan rumah yang menghalangi badan jalan karena arus air deras dan genangan masih tinggi.

Baca Juga:  Rumah Warga Ambruk Diterjang Banjir Bandang

Randy Ridwan, Kepala Dusun 4 yang terdampak banjir mengatakan, warga di dusunnya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak yang peduli.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Di dusun 4 ini ada 7 rumah yang hanyut, 15 rumah yang rusak parah, dan yang terdampak banjir ada 53 kepala keluarga (KK). Banjir ini di sebabkan curah hujan yang sangat deras tadi siang sekira pukul 2 siang sampai pukul 4 sore dan merobohkan tanggul di Kali Lonsiow, hingga air berhasil masuk ke pemukiman warga di dusunnya,” tutur Randi.

Sementara itu, Eli Daeng Mangawi, salah seorang warga mengaku dirinya, suami dan anak-anaknya berhasil selamat dari banjir. Namun apesnya mereka tidak bisa menyelamatkan semua yang ada di dalam rumah karena saat tanggul jebol air langsung naik dengan tiba-tiba.

Baca Juga:  Pelaku Video “Pengusiran” Minta Maaf ke Sunarto Kadengkang

“Saya dan suami serta anak-anak hanya bisa lari dengan pakaian di badan. Sementara di rumah seluruh peralatan dalam rumah terbawa banjir, termasuk motor metik milik anak saya. Bukan hanya itu, ijazah anak saya juga semua hanyut berserta sertifikat. STNK BPKB motor, dan surat-surat berharga lainya,” ucap Eli Daeng Mangawi sembari terisak tangis.

Untuk itu, Mangawi meminta agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka dan masyarakat yang terdampak banjir.

“Saya minta agar pemerintah segera memberikan bantuan, bagi kami,” singkat Eli.

MANADOPOST.ID – Jebolnya tanggul Sungai Lonsiow akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Minggu (3/4/2022) sekira pukul 14.00 – 16.00 menyebabkan banjir. Banjir itu menghanyutkan tujuh rumah warga, 15 rumah rusak parah, dan 53 rumah terendam air.

Pantauan manadopost.id di lokasi, sampai pukul 18:00 arus lalulintas masih terhalang. Jalan raya belum bisa dilalui baik kendaraan roda dua dan roda empat karena dua rumah hanyut menutupi badan jalan.

Sementara warga setempat dibantu aparat TNI dan kepolisian masih kesulitan memindahkan rumah yang menghalangi badan jalan karena arus air deras dan genangan masih tinggi.

Baca Juga:  Kampanye Terbatas di Boltim, VAP-HR Diserbu Warga

Randy Ridwan, Kepala Dusun 4 yang terdampak banjir mengatakan, warga di dusunnya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak yang peduli.

“Di dusun 4 ini ada 7 rumah yang hanyut, 15 rumah yang rusak parah, dan yang terdampak banjir ada 53 kepala keluarga (KK). Banjir ini di sebabkan curah hujan yang sangat deras tadi siang sekira pukul 2 siang sampai pukul 4 sore dan merobohkan tanggul di Kali Lonsiow, hingga air berhasil masuk ke pemukiman warga di dusunnya,” tutur Randi.

Sementara itu, Eli Daeng Mangawi, salah seorang warga mengaku dirinya, suami dan anak-anaknya berhasil selamat dari banjir. Namun apesnya mereka tidak bisa menyelamatkan semua yang ada di dalam rumah karena saat tanggul jebol air langsung naik dengan tiba-tiba.

Baca Juga:  Waspada! Wilayah-wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat hingga Banjir

“Saya dan suami serta anak-anak hanya bisa lari dengan pakaian di badan. Sementara di rumah seluruh peralatan dalam rumah terbawa banjir, termasuk motor metik milik anak saya. Bukan hanya itu, ijazah anak saya juga semua hanyut berserta sertifikat. STNK BPKB motor, dan surat-surat berharga lainya,” ucap Eli Daeng Mangawi sembari terisak tangis.

Untuk itu, Mangawi meminta agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka dan masyarakat yang terdampak banjir.

“Saya minta agar pemerintah segera memberikan bantuan, bagi kami,” singkat Eli.

Most Read

Artikel Terbaru