27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

15 Ribu Massa Spontan Kawal SB-RG, Mengular dari Moyongkota hingga Purworejo

BOLTIM, MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Dukungan akar rumput kepada pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Boltim, Drs H Suhendro Boroma MSi – Drs Rusdi Gumalangit (SB-RG) semakin tak terbendung. Hal itu terbukti dengan gerakan spontan 15 ribuan massa yang mengawal blusukan SB-RG, Minggu (8/11).

Bahkan massa yang dominan dengan warna merah ini rela menunggu SB-RG di jembatan Purworejo, Kecamatan Modayag.

Sekira pukul 14.00, SB-RG bergerak ke Pinonobatuan-Moyongkota, Kecamatan Modayag Barat, untuk menghadiri undangan warga yang menggelar Pesta Binarundak.

Massa yang menyebut diri ‘bifi merah’ ini menyemut di jalan. Kemacetan pun tak terhindarkan. Pasalnya, saat SB-RG sudah tiba di Moyongkota, ekor massa masih menggular hingga di Purworejo.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Bahkan Om Edo dan Papa Keken, sapaan SB-RG, terpaksa harus turun berjalan kaki mulai di Desa Bongkudai. SB-RG berjalan kaki sepanjang 3 km untuk sampai di Moyongkota. Sebab jalan lumpuh total karena padatnya massa.

Papa Keken mengatakan, konvoi yang terjadi secara spontan. Karena masyarakat pendukung SB-RG ingin melakukan penjemputan.

“Ini adalah dukungan spontan dari masyarakat. Untuk itu saya dan Om Edo mengucapkan terima kasih untuk semuanya,” katanya.

Sementara Om Edo memohon maaf kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar karena terjadi macet total.

“Mohon maaf karena aksi spontan pendukung SB-RG ini membuat jalan macet total. Kami juga berterima kasih kepada pendukung SB-RG yang menunjukkan antusiasme secara spontan, namun protokol kesehatan harus dipatuhi. Salah-satunya dengan menggunakan masker,” katanya.

Diketahui, paslon SB-RG diusung PDI Perjuangan, PKS, dan Partai Perindo untuk bertarung di Pilkada Boltim. (can)

 

BOLTIM, MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Dukungan akar rumput kepada pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Boltim, Drs H Suhendro Boroma MSi – Drs Rusdi Gumalangit (SB-RG) semakin tak terbendung. Hal itu terbukti dengan gerakan spontan 15 ribuan massa yang mengawal blusukan SB-RG, Minggu (8/11).

Bahkan massa yang dominan dengan warna merah ini rela menunggu SB-RG di jembatan Purworejo, Kecamatan Modayag.

Sekira pukul 14.00, SB-RG bergerak ke Pinonobatuan-Moyongkota, Kecamatan Modayag Barat, untuk menghadiri undangan warga yang menggelar Pesta Binarundak.

Massa yang menyebut diri ‘bifi merah’ ini menyemut di jalan. Kemacetan pun tak terhindarkan. Pasalnya, saat SB-RG sudah tiba di Moyongkota, ekor massa masih menggular hingga di Purworejo.

Bahkan Om Edo dan Papa Keken, sapaan SB-RG, terpaksa harus turun berjalan kaki mulai di Desa Bongkudai. SB-RG berjalan kaki sepanjang 3 km untuk sampai di Moyongkota. Sebab jalan lumpuh total karena padatnya massa.

Papa Keken mengatakan, konvoi yang terjadi secara spontan. Karena masyarakat pendukung SB-RG ingin melakukan penjemputan.

“Ini adalah dukungan spontan dari masyarakat. Untuk itu saya dan Om Edo mengucapkan terima kasih untuk semuanya,” katanya.

Sementara Om Edo memohon maaf kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar karena terjadi macet total.

“Mohon maaf karena aksi spontan pendukung SB-RG ini membuat jalan macet total. Kami juga berterima kasih kepada pendukung SB-RG yang menunjukkan antusiasme secara spontan, namun protokol kesehatan harus dipatuhi. Salah-satunya dengan menggunakan masker,” katanya.

Diketahui, paslon SB-RG diusung PDI Perjuangan, PKS, dan Partai Perindo untuk bertarung di Pilkada Boltim. (can)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/