28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Satu Warga Boltim Positif Covid-19, 13 Kontak Erat Diisolasi

MANADOPOST.ID–Salah satu warga Kabupaten Boltim resmi dinyatakan positif Coronavirus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab tes yang disampaikan gugus tugas Provinsi Sulut, Sabtu (9/5).

Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi SKM mengungkapkan, menindaklanjuti press rilis yang telah disampaikan juru bicara Satgas Covid-19 Sulut dr. Stven Dandel, pihaknya membenarkan bahwa Kabupaten Boltim sekarang sudah terpapar Covid-19.

“Berdasarkan hasil PCR terhadap RM, laki-laki umur 28 tahun, warga Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan, kami nyatakan positif Covid-19,” ujar Eko, pada Manado Post, Minggu (10/05) kemarin.

Eko menyebutkan, sekarang yang bersangkutan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratatotok-Buyat. Diketahui, pasien terpapar Covid-19 dikarenakan memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi, Jawa Barat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sebelumnya pasien ini kami kategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) disebabkan memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi, Jawa Timur. Jadi, setibanya di Boltim, yang bersangkutan kami lakukan isolasi selama proses pemeriksaan swab tes. Sekarang pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Ratatotok-Buyat dan ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19,” jelas Eko.

Eko juga menyebutkan, selama proses isolasi berlangsung tentunya terdapat beberapa orang keluarga memiliki kontak erat dengan pasien. Berdasarkan hasil indetifikasi gugus tugas Boltim, tercatat ada enam orang kontak erat berat dan tujuh orang kontak erat ringan.

“Jumlah kontak erat dengan pasien ada 13 orang, sebagian besar merupakan keluarga. Tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran, 13 pelaku kontak erat juga akan dilakukan swab tes,” katanya.

Sehubungan dengan pasien Covid-19 tersebut, Eko mengimbau agar semua masyarakat Boltim tidak perlu panik atau menimbulkan kepanikan. Yang perlu dilakukan tetap waspada, jaga kesehatan dan kebersihan diri, cuci tangan, menggunakan masker, dan tidak keluar rumah.

“Saya harap masyarakat jangan panik. Mari kita waspada, lakukan physical distancing atau jaga jarak serta utamakan menggunakan masker saat beraktivitas,” pungkasnya. (ctr-05/ite)

MANADOPOST.ID–Salah satu warga Kabupaten Boltim resmi dinyatakan positif Coronavirus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab tes yang disampaikan gugus tugas Provinsi Sulut, Sabtu (9/5).

Kepala Dinas Kesehatan Boltim Eko Marsidi SKM mengungkapkan, menindaklanjuti press rilis yang telah disampaikan juru bicara Satgas Covid-19 Sulut dr. Stven Dandel, pihaknya membenarkan bahwa Kabupaten Boltim sekarang sudah terpapar Covid-19.

“Berdasarkan hasil PCR terhadap RM, laki-laki umur 28 tahun, warga Desa Bukaka, Kecamatan Kotabunan, kami nyatakan positif Covid-19,” ujar Eko, pada Manado Post, Minggu (10/05) kemarin.

Eko menyebutkan, sekarang yang bersangkutan sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratatotok-Buyat. Diketahui, pasien terpapar Covid-19 dikarenakan memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi, Jawa Barat.

“Sebelumnya pasien ini kami kategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) disebabkan memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi, Jawa Timur. Jadi, setibanya di Boltim, yang bersangkutan kami lakukan isolasi selama proses pemeriksaan swab tes. Sekarang pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Ratatotok-Buyat dan ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19,” jelas Eko.

Eko juga menyebutkan, selama proses isolasi berlangsung tentunya terdapat beberapa orang keluarga memiliki kontak erat dengan pasien. Berdasarkan hasil indetifikasi gugus tugas Boltim, tercatat ada enam orang kontak erat berat dan tujuh orang kontak erat ringan.

“Jumlah kontak erat dengan pasien ada 13 orang, sebagian besar merupakan keluarga. Tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran, 13 pelaku kontak erat juga akan dilakukan swab tes,” katanya.

Sehubungan dengan pasien Covid-19 tersebut, Eko mengimbau agar semua masyarakat Boltim tidak perlu panik atau menimbulkan kepanikan. Yang perlu dilakukan tetap waspada, jaga kesehatan dan kebersihan diri, cuci tangan, menggunakan masker, dan tidak keluar rumah.

“Saya harap masyarakat jangan panik. Mari kita waspada, lakukan physical distancing atau jaga jarak serta utamakan menggunakan masker saat beraktivitas,” pungkasnya. (ctr-05/ite)

Most Read

Artikel Terbaru

/