alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Muhammad Jabir ‘Kuliti’ Perusahaan Tambang PT SEJ Terkait Dugaan Pencemaran Sungai di Desa Buyat

MANADOPOST.ID – Pencemaran sungai Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, diduga bersumber dari aktivitas tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), disikapi Wakil Ketua DPRD Boltim Muhamad Jabir.

Nampak dalam Pertemuan Pemkab Boltim dan Pemkab Mitra dan PT. SEJ difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Jabir meminta pihak PT SEJ harus bertanggung jawab.

“Sumber daya alam memang dimanfaatkan oleh makhluk hidup terutama manusia, namun pemanfaatannya harus bertanggungjawab,” ulas Jabir, Selasa (15/2/2022).

Untuk menghindari konflik kedua daerah, Jabir meminta setiap dinas terkait di masing-masing kabupaten dan perusahaan PT SEJ harus ada kesepakatan bersama.

“Terkait adanya dugaan pencemaran sungai Buyat maka persoalan ini harus diselesaikan secara arif dan bijaksana. Pemkab dua daerah yang terkait yaitu Mitra dan Boltim melalui dinas teknis serta perusahaan terkait harus bersepakat untuk menyelesaikan bersama,” tutur Jabir.

Lanjut politisi partai Nasdem ini, dugaan pencemaran sungai Buyat harus diselesaikan melalui uji laboratorium yang dilakukan secara bersama. Agar jika benar terjadi pencemaran lingkungan, maka bisa ditangani secara hukum.

“Harus ada uji laboratorium. Jika kemudian hasil uji menunjukkan adanya pencemaran lingkungan oleh perusahaan maka perusahaan harus bertanggungjawab sesuai prosedur hukum, ini akan terkait juga dengan izin eksplorasi,” kata Jabir.

Selain itu, Jabir juga meminta agar pihak Perusahaan PT SEJ berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar terutama Desa Buyat Bersatu.

“Ada nota kesepahaman yang ditandatangani oleh pihak terkait kiranya itu akan menjadi acuan dalam penyelesaian dugaan pencemaran dimaksud. Kami juga meminta kepada perusahaan agar berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar terutama desa Buyat bersatu,” tutupnya. (Buyung Potabuga/can)

MANADOPOST.ID – Pencemaran sungai Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, diduga bersumber dari aktivitas tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), disikapi Wakil Ketua DPRD Boltim Muhamad Jabir.

Nampak dalam Pertemuan Pemkab Boltim dan Pemkab Mitra dan PT. SEJ difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Jabir meminta pihak PT SEJ harus bertanggung jawab.

“Sumber daya alam memang dimanfaatkan oleh makhluk hidup terutama manusia, namun pemanfaatannya harus bertanggungjawab,” ulas Jabir, Selasa (15/2/2022).

Untuk menghindari konflik kedua daerah, Jabir meminta setiap dinas terkait di masing-masing kabupaten dan perusahaan PT SEJ harus ada kesepakatan bersama.

“Terkait adanya dugaan pencemaran sungai Buyat maka persoalan ini harus diselesaikan secara arif dan bijaksana. Pemkab dua daerah yang terkait yaitu Mitra dan Boltim melalui dinas teknis serta perusahaan terkait harus bersepakat untuk menyelesaikan bersama,” tutur Jabir.

Lanjut politisi partai Nasdem ini, dugaan pencemaran sungai Buyat harus diselesaikan melalui uji laboratorium yang dilakukan secara bersama. Agar jika benar terjadi pencemaran lingkungan, maka bisa ditangani secara hukum.

“Harus ada uji laboratorium. Jika kemudian hasil uji menunjukkan adanya pencemaran lingkungan oleh perusahaan maka perusahaan harus bertanggungjawab sesuai prosedur hukum, ini akan terkait juga dengan izin eksplorasi,” kata Jabir.

Selain itu, Jabir juga meminta agar pihak Perusahaan PT SEJ berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar terutama Desa Buyat Bersatu.

“Ada nota kesepahaman yang ditandatangani oleh pihak terkait kiranya itu akan menjadi acuan dalam penyelesaian dugaan pencemaran dimaksud. Kami juga meminta kepada perusahaan agar berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar terutama desa Buyat bersatu,” tutupnya. (Buyung Potabuga/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/