alexametrics
26.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ada Ritual Pemanggilan Buaya di Danau Buyat, Jadi Salah Satu Promosi Pariwisata Boltim

MANADOPOST.ID – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memiliki beragam daya tarik wisata baik alam maupun budaya. Dalam Peraturan Pemerintah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB), Kabupaten Boltim bakal mengangkat sektor budaya sebagai salah satu objek pariwisata.

Uniknya, Kepala dinas Pariwisata Boltim, Eko Marsidi, kepada manadopost.id, Senin (21/3/22), mengaku sedang menyusun sebuah cerita untuk memperkenalkan adat, budaya serta sejarah, terkait tanaman kopi, rempah-rempah bahkan ritual-ritual masyarakat lokal untuk memanggil buaya di danau, yang masih dilestarikan sampai hari ini.

“Iya, saya sekarang mencoba menyusun telling story tanaman kopi dan jalur rempah-rempah Moaat dan Kotabunan, ada juga satu lagi ritual panggil buaya di Danau Buyat,” kata Eko.

Lanjutnya, Eko menjelaskan, maksud dan tujuan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Boltim ini, untuk dijadikan pedoman dalam pembangunan kepariwisataan daerah dalam rangka mewujudkan pembangunan kepariwisataan yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan. Serta selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah Kabupaten Boltim.

“Dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) salah satunya adalah pengembangan wisata budaya. Bagaimana budaya yang beragam di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini bisa dikembangkan sesuai dengan budaya lokal yang ada,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Danau Buyat adalah sebuah danau yang terletak di tepi jalur trans Sulawesi lingkar selatan, di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Boltim. Danau ini menurut cerita warga dihuni oleh buaya. Tak jarang buaya di danau itu bisa di lihat warga. Tak hanya itu, buaya penghuni danau tersebut juga bisa dipanggil orang tertentu. (Buyung Potabuga/can)

MANADOPOST.ID – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memiliki beragam daya tarik wisata baik alam maupun budaya. Dalam Peraturan Pemerintah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB), Kabupaten Boltim bakal mengangkat sektor budaya sebagai salah satu objek pariwisata.

Uniknya, Kepala dinas Pariwisata Boltim, Eko Marsidi, kepada manadopost.id, Senin (21/3/22), mengaku sedang menyusun sebuah cerita untuk memperkenalkan adat, budaya serta sejarah, terkait tanaman kopi, rempah-rempah bahkan ritual-ritual masyarakat lokal untuk memanggil buaya di danau, yang masih dilestarikan sampai hari ini.

“Iya, saya sekarang mencoba menyusun telling story tanaman kopi dan jalur rempah-rempah Moaat dan Kotabunan, ada juga satu lagi ritual panggil buaya di Danau Buyat,” kata Eko.

Lanjutnya, Eko menjelaskan, maksud dan tujuan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Boltim ini, untuk dijadikan pedoman dalam pembangunan kepariwisataan daerah dalam rangka mewujudkan pembangunan kepariwisataan yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan. Serta selaras dengan visi dan misi pembangunan daerah Kabupaten Boltim.

“Dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) salah satunya adalah pengembangan wisata budaya. Bagaimana budaya yang beragam di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur ini bisa dikembangkan sesuai dengan budaya lokal yang ada,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Danau Buyat adalah sebuah danau yang terletak di tepi jalur trans Sulawesi lingkar selatan, di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Boltim. Danau ini menurut cerita warga dihuni oleh buaya. Tak jarang buaya di danau itu bisa di lihat warga. Tak hanya itu, buaya penghuni danau tersebut juga bisa dipanggil orang tertentu. (Buyung Potabuga/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/