alexametrics
27.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

TERUNGKAP! Bukan Pasir, Kapal Ilegal Bidik Emas di Pesisir Pantai Motongkad, Kini di Kotabunan

MANADOPOST.ID – Keberadaan kapal pengeruk pasir di wilayah pesisir pantai Desa Motongkad ramai dibicarakan warga sepekan ini.

Pasalnya, diketahui bahwa pasir yang ada di pesisir pantai Desa Motongkad adalah tempat menambang emas oleh masyarakat setempat dengan menggunakan rakit dan mesin dompeng dengan sistem penyaringan menggunakan karpet untuk memisahkan antara emas dan pasir.

Maka dengan keberadaan kapal tersebut diduga yang disasar pengusaha kapal tersebut adalah emas bukan pasir besi.

Hal ini senada dengan apa yang dijelaskan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Hasirwan ST saat dikonfirmasi manadopost.id mengatakan bahwa sistem pengolahannya hanya mengambil pasir dan disaring lewat karpet.

Sementara penyaringan material tambang lewat karpet adalah sistem pemisahan emas lepas dan material lain.

“Pasir tidak akan ditampung di kapal. Diambil dari dasar laut dan hanya dilewatkan di lapisan pengendap (seperti karpet). Sisanya akan langsung dibuang kembali ke laut, ” kata Hasirwan.

Kapolres Boltim AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara, saat dikonfirmasi terkait keberadaan kapal tersebut mengatakan, sebelumnya pihak Polres memang tidak tahu kalau ada kapal yang beraktivitas di pesisir pantai Desa Motongkad.

Namun saat mendapatkan laporan warga, pihaknya langsung turun lapangan melakukan pengecekan.

MANADOPOST.ID – Keberadaan kapal pengeruk pasir di wilayah pesisir pantai Desa Motongkad ramai dibicarakan warga sepekan ini.

Pasalnya, diketahui bahwa pasir yang ada di pesisir pantai Desa Motongkad adalah tempat menambang emas oleh masyarakat setempat dengan menggunakan rakit dan mesin dompeng dengan sistem penyaringan menggunakan karpet untuk memisahkan antara emas dan pasir.

Maka dengan keberadaan kapal tersebut diduga yang disasar pengusaha kapal tersebut adalah emas bukan pasir besi.

Hal ini senada dengan apa yang dijelaskan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Hasirwan ST saat dikonfirmasi manadopost.id mengatakan bahwa sistem pengolahannya hanya mengambil pasir dan disaring lewat karpet.

Sementara penyaringan material tambang lewat karpet adalah sistem pemisahan emas lepas dan material lain.

“Pasir tidak akan ditampung di kapal. Diambil dari dasar laut dan hanya dilewatkan di lapisan pengendap (seperti karpet). Sisanya akan langsung dibuang kembali ke laut, ” kata Hasirwan.

Kapolres Boltim AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara, saat dikonfirmasi terkait keberadaan kapal tersebut mengatakan, sebelumnya pihak Polres memang tidak tahu kalau ada kapal yang beraktivitas di pesisir pantai Desa Motongkad.

Namun saat mendapatkan laporan warga, pihaknya langsung turun lapangan melakukan pengecekan.

Most Read

Artikel Terbaru

/