alexametrics
27.4 C
Manado
Selasa, 17 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PLN Kotamobagu: Tak Ada Ganti Rugi Penggunaan Pekarangan Warga, UU Ketenagalistrikan Bilang Lain

MANADOPOST.ID – Manager PLN UP 3 Kotamobagu Dasih Listanto, melalui Kepala Bagian Umum, Muhammad Naufal, mengatakan tidak ada ganti rugi atas pekarangan warga ataupun lahan milik pemerintah yang dilalui jalur pemasangan tiang aliran listrik untuk PT Arafura Surya Alam (ASA).

“Undang-undang Ketenagalistrikan tidak mengatur Ganti Rugi atas penggunaan tanah yang dilalui jaringan listrik 20 KV (jaringan distribusi). Apa lagi lahan milik pemerintah. Kalau pemerintah yang consern terhadap pembangunan dan perkembangan wilayahnya, pasti dia mendukung,” kata Naufal, Rabu (26/1/2022).

Padahal Menurut General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo Leo Basuki Bremani di Oktober 2020 silam kepada sejumlah media dalam penandatanganan kesepakatan dengan PT ASA bahwa Perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam (ASA) akan mendapatkan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) sebesar 20 Mega Volt Ampere (MVA), untuk keperluan Tambang Emas Doup di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan. Bukan 20 Kilo Volt sebagaimana yang dikatakan Noufal.

Diketahui, PT ASA yang merupakan anak Usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero).

Dalam perjanjian tersebut, PT PLN bersedia menjual dan menyalurkan tenaga listrik dengan Layanan Premium Silver tarif industri LI-3 dengan Daya 20 MVA kepada ASA. Dimana tenaga listrik tersebut akan disalurkan untuk keperluan Tambang Emas Doup, di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan.

Namun Kepada Manado Post, Noufal pun terkesan membantah bahwa pasokan listrik yang sedang dibangun itu diperuntukkan untuk PT ASA.

“Pertama, di PLN tidak ada yang namanya sebuah infrastruktur kelistrikan dibangun hanya untuk siapa dan siapa. Semua infrastruktur kelistrikan dibangun dengan hitungan nilai investasi berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jadi karena di sana ada permintaan kebutuhan daya listrik yang dayanya lebih besar dari biasanya, maka kami bangun jaringan baru untuk keandalan pelanggan potensial tersebut tanpa mengganggu pelanggan eksisting yang sudah ada,” sanggah Naufal.

Lanjutnya, jaringan listrik yang sedang di bangun itu juga akan dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat.

“Ke depan tidak tertutup kemungkinan jika ada pelanggan potensial lain, kawasan baru yang terdiri dari pelanggan-pelanggan daya kecil rumah tangga yang secara hitungan teknis lebih layak di layani dengan jaringan tersebut, ya pasti jaringan tersebut juga akan digunakan untuk melayani pelanggan lain,” jelas Naufal.

Sementara itu, Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan menjelaskan dalam BAB IX Pasal 30 ayat 1, 2 dan 3 mengatur soal ganti rugi lahan.

MANADOPOST.ID – Manager PLN UP 3 Kotamobagu Dasih Listanto, melalui Kepala Bagian Umum, Muhammad Naufal, mengatakan tidak ada ganti rugi atas pekarangan warga ataupun lahan milik pemerintah yang dilalui jalur pemasangan tiang aliran listrik untuk PT Arafura Surya Alam (ASA).

“Undang-undang Ketenagalistrikan tidak mengatur Ganti Rugi atas penggunaan tanah yang dilalui jaringan listrik 20 KV (jaringan distribusi). Apa lagi lahan milik pemerintah. Kalau pemerintah yang consern terhadap pembangunan dan perkembangan wilayahnya, pasti dia mendukung,” kata Naufal, Rabu (26/1/2022).

Padahal Menurut General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo Leo Basuki Bremani di Oktober 2020 silam kepada sejumlah media dalam penandatanganan kesepakatan dengan PT ASA bahwa Perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam (ASA) akan mendapatkan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) sebesar 20 Mega Volt Ampere (MVA), untuk keperluan Tambang Emas Doup di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan. Bukan 20 Kilo Volt sebagaimana yang dikatakan Noufal.

Diketahui, PT ASA yang merupakan anak Usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN (Persero).

Dalam perjanjian tersebut, PT PLN bersedia menjual dan menyalurkan tenaga listrik dengan Layanan Premium Silver tarif industri LI-3 dengan Daya 20 MVA kepada ASA. Dimana tenaga listrik tersebut akan disalurkan untuk keperluan Tambang Emas Doup, di Desa Kotabunan, Kecamatan Kotabunan.

Namun Kepada Manado Post, Noufal pun terkesan membantah bahwa pasokan listrik yang sedang dibangun itu diperuntukkan untuk PT ASA.

“Pertama, di PLN tidak ada yang namanya sebuah infrastruktur kelistrikan dibangun hanya untuk siapa dan siapa. Semua infrastruktur kelistrikan dibangun dengan hitungan nilai investasi berdasarkan kebutuhan pelanggan. Jadi karena di sana ada permintaan kebutuhan daya listrik yang dayanya lebih besar dari biasanya, maka kami bangun jaringan baru untuk keandalan pelanggan potensial tersebut tanpa mengganggu pelanggan eksisting yang sudah ada,” sanggah Naufal.

Lanjutnya, jaringan listrik yang sedang di bangun itu juga akan dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat.

“Ke depan tidak tertutup kemungkinan jika ada pelanggan potensial lain, kawasan baru yang terdiri dari pelanggan-pelanggan daya kecil rumah tangga yang secara hitungan teknis lebih layak di layani dengan jaringan tersebut, ya pasti jaringan tersebut juga akan digunakan untuk melayani pelanggan lain,” jelas Naufal.

Sementara itu, Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan menjelaskan dalam BAB IX Pasal 30 ayat 1, 2 dan 3 mengatur soal ganti rugi lahan.

Most Read

Artikel Terbaru

/