alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PT SEJ Buang Limbah Tambang ke Sungai Buyat, DLH Provinsi Turunkan Tim, DPRD Boltim Bilang Begini

MANADOPOST.ID – Dugaan pencemaran lingkungan terkait aktivitas pembuangan limbah pengolahan emas perusahaan tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), ke sungai Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat tanggapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala DLH Sulut Ir Limi Mokodompit MM telah mengeluarkan surat dengan nomor 006.1/189/IV/DLHD/2022 untuk menindaklanjuti hasil rapat dugaan pencemaran sungai Buyat akibat aktivitas pertambangan emas PT SEJ.

Dari pantauan manadopost.id, Rabu (27/4/2022) DLH telah mengambil sampel air di lima titik di Sungai Buyat, yang diduga tercemar oleh limbah PT SEJ.

Pengambilan sampel dilakukan DLH Boltim, DLH Mitra), bersama DLH Sulut, dan pihak laboratorium pengujian kualitas air dan lingkungan Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado, serta ikut disaksikan kepala desa dan masyarakat Buyat.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir menuturkan, hasil dari pengambilan sampel tersebut akan menjadi dasar menindak PT SEJ jika telah mencemari lingkungan.

“Pengambilan sampel yang dilakukan oleh kedua belah pihak (DLH Boltim dan DLH Mitra) yang difasilitasi DLH Provinsi bertujuan baik. Apa pun hasilnya nanti akan menjadi dasar para pihak untuk menyimpulkan apakah sungai Buyat tercemar oleh aktivitas PT SEJ atau tidak. Harapan kami, DPRD Boltim, kiranya kedua belah pihak mengawal baik prosesnya. Mulai dari pengambilan sampel sampai keluarnya hasil laboratorium agar sesudah ini tidak ada lagi spekulasi, semua berdasar atas data dan fakta lapangan,” ujar Jabir. (Buyung PotabugaPotabuga/can)

MANADOPOST.ID – Dugaan pencemaran lingkungan terkait aktivitas pembuangan limbah pengolahan emas perusahaan tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), ke sungai Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat tanggapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kepala DLH Sulut Ir Limi Mokodompit MM telah mengeluarkan surat dengan nomor 006.1/189/IV/DLHD/2022 untuk menindaklanjuti hasil rapat dugaan pencemaran sungai Buyat akibat aktivitas pertambangan emas PT SEJ.

Dari pantauan manadopost.id, Rabu (27/4/2022) DLH telah mengambil sampel air di lima titik di Sungai Buyat, yang diduga tercemar oleh limbah PT SEJ.

Pengambilan sampel dilakukan DLH Boltim, DLH Mitra), bersama DLH Sulut, dan pihak laboratorium pengujian kualitas air dan lingkungan Water Laboratory Nusantara (WLN) Manado, serta ikut disaksikan kepala desa dan masyarakat Buyat.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir menuturkan, hasil dari pengambilan sampel tersebut akan menjadi dasar menindak PT SEJ jika telah mencemari lingkungan.

“Pengambilan sampel yang dilakukan oleh kedua belah pihak (DLH Boltim dan DLH Mitra) yang difasilitasi DLH Provinsi bertujuan baik. Apa pun hasilnya nanti akan menjadi dasar para pihak untuk menyimpulkan apakah sungai Buyat tercemar oleh aktivitas PT SEJ atau tidak. Harapan kami, DPRD Boltim, kiranya kedua belah pihak mengawal baik prosesnya. Mulai dari pengambilan sampel sampai keluarnya hasil laboratorium agar sesudah ini tidak ada lagi spekulasi, semua berdasar atas data dan fakta lapangan,” ujar Jabir. (Buyung PotabugaPotabuga/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/