23.4 C
Manado
Selasa, 16 Agustus 2022

Golkar Boltim Masih Tunggu SK DPP, Modeong: Akhir Agustus

MANADOPOST.ID– Menghadapi tahapan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Boltim pada 4 September 2020 mendatang, sejumlah partai politik (Parpol) nampak belum menentukan sikap terkait pengusungan pasangan calon (Paslon).

Pantauan Manado Post, hingga minus 9 hari sebelum pendaftaran dibuka, baru terdapat beberapa parpol seperti Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat yang memberikan dukungan dalm bentuk surat rekomendasi.

Sedangkan sejumlah parpol yang memiliki perolehan empat kursi seperti Partai Amanat Nasional (PAN), tiga kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta tiga kursi Partai Golongan Karya (Golkar) hingga saat ini belum kunjung menyatakan sikap.

Ketua DPD II Golkar Boltim Sumardia Modeong SE mengatakan, terkait dengan pengusungan Paslon Cabup dan Cawabup Boltim, penetapan SK nantinya akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Golkar. Sedangkan pihak DPD Golkar hanya bertugas menyodorkan nama-nama yang nantinya akan diusung oleh DPP.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Pada prinsipnya kewenangan SK itu ada di tangan DPP Partai Golkar. Kami yang ada di tingkatan DPD hanya bersifat memberikan nama-nama paslon yang sudah mendaftar di Partai Golkar,” ujar Modeong, pada Rabu (26/08) kemarin.

Modeong menyebutkan, terkait dengan penetapan SK oleh DPP Partai Golkar sudah direncanakan akan diberikan kepada paslon pada akhir Agustus 2020. Untuk nama yang akan diusung, bisa jadi yang sudah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar beberapa waktu lalu.

“Bicara peluang, partai Golkar telah memberikan surat tugas kepada dua calon yakni Suhendro Boroma dan Sam Sahrul Mamonto. Kemudian terdapat juga nama Amalia Landjar yang juga berpeluang mendapatkan SK dari DPP,” beber Modeong.

Sementara itu, mengenai parpol yang nantinya akan mendampingi partai Golkar untuk berkoalisi, Modeong belum memberikan tanggapan soal wacana koalisi di Pilkada Boltim. Meskipun sudah ada gambaran koalisi parpol seperti di Kota Tomohon yakni perpaduan antara Partai Golkar dan Partai Nasdem, namun belum bisa dijadikan tolak ukur akan arah koalisi di Pilkada Boltim.

“Mengenai arah koalisi Partai Golkar di Pilkada Boltim, saya belum tahu. Artinya walaupun sudah ada yang terbangun di Kabupaten/Kota lain di Sulut, namun untuk Boltim sendiri, pihak DPD II kiranya menunggu intruksi melalui SK DPP kepada paslon,” pungkasnya. (ctr-05/ayu)

MANADOPOST.ID– Menghadapi tahapan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Boltim pada 4 September 2020 mendatang, sejumlah partai politik (Parpol) nampak belum menentukan sikap terkait pengusungan pasangan calon (Paslon).

Pantauan Manado Post, hingga minus 9 hari sebelum pendaftaran dibuka, baru terdapat beberapa parpol seperti Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat yang memberikan dukungan dalm bentuk surat rekomendasi.

Sedangkan sejumlah parpol yang memiliki perolehan empat kursi seperti Partai Amanat Nasional (PAN), tiga kursi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta tiga kursi Partai Golongan Karya (Golkar) hingga saat ini belum kunjung menyatakan sikap.

Ketua DPD II Golkar Boltim Sumardia Modeong SE mengatakan, terkait dengan pengusungan Paslon Cabup dan Cawabup Boltim, penetapan SK nantinya akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Golkar. Sedangkan pihak DPD Golkar hanya bertugas menyodorkan nama-nama yang nantinya akan diusung oleh DPP.

“Pada prinsipnya kewenangan SK itu ada di tangan DPP Partai Golkar. Kami yang ada di tingkatan DPD hanya bersifat memberikan nama-nama paslon yang sudah mendaftar di Partai Golkar,” ujar Modeong, pada Rabu (26/08) kemarin.

Modeong menyebutkan, terkait dengan penetapan SK oleh DPP Partai Golkar sudah direncanakan akan diberikan kepada paslon pada akhir Agustus 2020. Untuk nama yang akan diusung, bisa jadi yang sudah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar beberapa waktu lalu.

“Bicara peluang, partai Golkar telah memberikan surat tugas kepada dua calon yakni Suhendro Boroma dan Sam Sahrul Mamonto. Kemudian terdapat juga nama Amalia Landjar yang juga berpeluang mendapatkan SK dari DPP,” beber Modeong.

Sementara itu, mengenai parpol yang nantinya akan mendampingi partai Golkar untuk berkoalisi, Modeong belum memberikan tanggapan soal wacana koalisi di Pilkada Boltim. Meskipun sudah ada gambaran koalisi parpol seperti di Kota Tomohon yakni perpaduan antara Partai Golkar dan Partai Nasdem, namun belum bisa dijadikan tolak ukur akan arah koalisi di Pilkada Boltim.

“Mengenai arah koalisi Partai Golkar di Pilkada Boltim, saya belum tahu. Artinya walaupun sudah ada yang terbangun di Kabupaten/Kota lain di Sulut, namun untuk Boltim sendiri, pihak DPD II kiranya menunggu intruksi melalui SK DPP kepada paslon,” pungkasnya. (ctr-05/ayu)

Most Read

Artikel Terbaru

/