24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Chandra Modeong: P3-TGAI Solusi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Buyat Satu

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Pemerintah Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus menggenjot Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Kepada manadopost.id, Selasa (31/522), Kepala Desa Buyat Satu Chandra Modeong saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa program P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya irigasi yang meliputi pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

“Kegiatan P3-TGAI yang meliputi peningkatan jaringan irigasi dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja layanan irigasi, dan tentunya sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat. Maka program ini saya awasi langsung dalam pengerjaannya di lapangan,” ungkap Modeong.

Lanjutnya, program P3-TGAI di desa Buyat Satu dikerjakan oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cahaya Torotakon.

- Advertisement -

“Pada prinsipnya kegiatan P3-TGAI adalah partisipatif, yakni dalam pengerjaannya melibatkan langsung warga setempat dan transparansi karena penerima kegiatan P3-TGAI adalah P3A yang sudah berbadan hukum. Hingga hal yang perlu diperhatikan dalam P3-TGAI tidak boleh melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebab akan dikenakan sanksi jika P3A melanggar pakta integritas. Sehingga, program ini benar-benar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat petani,” urai Modeong.

Ketua P3A Cahaya Torotakon Rifai Gobel saat ditemui di lokasi pengerjaan P3-TGAI menambahkan, besaran dana yang diberikan pemerintah dalam kegiatan ini adalah Rp 195 juta. Namun dicairkan lewat tiga tahap. Dan di lapangan progres pekerjaan ini sudah mendekati 60 pengerjaan.

“Dananya keseluruhan Rp 195 juta namun pencairannya ada tiga tahap. Pekerjanya sedang berjalan dan terus digenjot agar bisa selesai tepat waktu dan tanpa mengabaikan spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan,” ucap Gobel.

Gobel juga sangat mengapresiasi kegiatan program P3-TGAI ini. Pasalnya program P3-TGAI selaras dengan kebutuhan pembangunan dalam kondisi Desa Buyat Satu saat ini.

Sementara itu, Candra Modeong, Kepala Desa juga berterima kasih kepada Balai Wilayah Sungai 1 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) juga untuk almarhum Hi Herson Mayulu SIP dan tim support program Aspirasi H2M. Karena program P3-TGAI sangat membantu petani.

“Hanya doa yang bisa kami haturkan untuk membalas jasa-jasa almarhum Hi Herson Mayulu SIP yang telah membantu desa kami dengan program P3-TGAI. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak nan indah di sisi Allah Tuhan yang Maha Esa. Dan kami juga berterima kasih kepada Balai Wilayah Sungai 1 Provinsi Sulawesi Utara dan segenap tim support program Aspirasi H2M karena telah menyalurkan program P3-TGAI ke desa kami,” tutup Modeong. (Buyung Potabuga/can)

MANADOPOST.ID – Pemerintah Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus menggenjot Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Kepada manadopost.id, Selasa (31/522), Kepala Desa Buyat Satu Chandra Modeong saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa program P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya irigasi yang meliputi pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

“Kegiatan P3-TGAI yang meliputi peningkatan jaringan irigasi dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja layanan irigasi, dan tentunya sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat. Maka program ini saya awasi langsung dalam pengerjaannya di lapangan,” ungkap Modeong.

Lanjutnya, program P3-TGAI di desa Buyat Satu dikerjakan oleh kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Cahaya Torotakon.

“Pada prinsipnya kegiatan P3-TGAI adalah partisipatif, yakni dalam pengerjaannya melibatkan langsung warga setempat dan transparansi karena penerima kegiatan P3-TGAI adalah P3A yang sudah berbadan hukum. Hingga hal yang perlu diperhatikan dalam P3-TGAI tidak boleh melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebab akan dikenakan sanksi jika P3A melanggar pakta integritas. Sehingga, program ini benar-benar dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat petani,” urai Modeong.

Ketua P3A Cahaya Torotakon Rifai Gobel saat ditemui di lokasi pengerjaan P3-TGAI menambahkan, besaran dana yang diberikan pemerintah dalam kegiatan ini adalah Rp 195 juta. Namun dicairkan lewat tiga tahap. Dan di lapangan progres pekerjaan ini sudah mendekati 60 pengerjaan.

“Dananya keseluruhan Rp 195 juta namun pencairannya ada tiga tahap. Pekerjanya sedang berjalan dan terus digenjot agar bisa selesai tepat waktu dan tanpa mengabaikan spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan,” ucap Gobel.

Gobel juga sangat mengapresiasi kegiatan program P3-TGAI ini. Pasalnya program P3-TGAI selaras dengan kebutuhan pembangunan dalam kondisi Desa Buyat Satu saat ini.

Sementara itu, Candra Modeong, Kepala Desa juga berterima kasih kepada Balai Wilayah Sungai 1 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) juga untuk almarhum Hi Herson Mayulu SIP dan tim support program Aspirasi H2M. Karena program P3-TGAI sangat membantu petani.

“Hanya doa yang bisa kami haturkan untuk membalas jasa-jasa almarhum Hi Herson Mayulu SIP yang telah membantu desa kami dengan program P3-TGAI. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak nan indah di sisi Allah Tuhan yang Maha Esa. Dan kami juga berterima kasih kepada Balai Wilayah Sungai 1 Provinsi Sulawesi Utara dan segenap tim support program Aspirasi H2M karena telah menyalurkan program P3-TGAI ke desa kami,” tutup Modeong. (Buyung Potabuga/can)

Most Read

Artikel Terbaru

/