33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Lexsy Mamonto Lantik Junita Beatrix sebagai Ketua PN Kotamobagu, Ingatkan Hal Penting Ini

MANADOPOST.ID – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Manado, Sulawesi Utara, Dr Lexsy Mamonto SH MH menggelar Sidang Luar Biasa, Pengambilan Janji, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu dari Andri Sufari SH MH kepada Junita Beatrix MA’I, SH, MH. Berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Jumat (1/7/2022).

Dari pantauan manadopost.id, pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membacakan keputusan surat dari Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Selanjutnya kegiatan dilangsungkan dengan pelantikan serta penandatanganan berita acara pengambilan janji dan pakta integritas oleh Ketua PN Kotamobagu yang baru Junita Beatrix MA’I SH MH.

Dalam kesempatan tersebut, Mamonto mengingatkan, sebagaimana dengan maklumat Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017 untuk senantiasa memberikan pembinaan kepada para hakim, pejabat peradilan dan seluruh aparatur lembaga peradilan agar tidak melakukan perbuatan perbuatan yang merusak citra, wibawa dan kehormatan lembaga peradilan.

“Untuk saudara-saudara ketahui Mahkamah Agung (MA) dengan jajaran peradilan di bawahnya saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan akreditasi penjaminan mutu, sebagai jembatan masuk menuju peradilan yang agung, sebagaimana yang kita kehendaki. Maka hal ini telah menjadi komitmen bersama kita, yang kita tuangkan dalam blueprint Mahkamah Agung sebagai salah satu visi dari pada Mahkamah Agung untuk menjadikan lembaga peradilan menjadi lembaga yang agung,” tutur Mamonto.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dia juga berpesan kepada Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu yang baru bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang disombongkan. Namun sejatinya jabatan adalah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan.

“Untuk itu saya ingatkan kepada saudara ketua yang baru dilantik jabatan bukan merupakan kesombongan. Jabatan sejatinya adalah tanggung jawab. Kalung yang ada tergantung di leher saudara adalah merupakan tanggung jawab besar saudara yang harus dipertanggungjawabkan pada masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, terlebih tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Mamonto juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sedang menaruh harapan besar kepada para hakim dan aparatur lembaga peradilan untuk berintegritas tinggi.

“Saat ini para hakim dan bahkan para aparatur lembaga peradilan mau tidak mau, suka tidak suka itu dipanggil yang mulia. Saya sesungguhnya mendengar panggilan itu merasa risih, karena tidak pantas kita sebagai manusia menyandang sebagai yang yang mulia. Akan tetapi masyarakat menaruh harapan besar kepada para hakim dan para aparatur sipil negara yang ada di lembaga peradilan, untuk menjadi para hakim yang berintegritas tinggi. Untuk itu, dalam kaitan dengan pembangunan zona integritas, kita sekarang sedang memacu untuk melakukan berbagai penyempurnaan, pembenahan, tidak hanya pada sarana prasarana, akan tetapi kita melakukan perubahan-perubahan yang mendasar terhadap perilaku daripada para aparatur lembaga peradilan, mulai dari perubahan perilaku, perubahan mindset, itu yang perlu betul-betul diperhatikan sehingga apa menjadi tujuan kita untuk menuju ke peradilan yang agung bisa terwujud,” papar Mamonto.

Sebagai penutup, Mamonto menekankan tiga indikator yang harus dipenuhi para ketua pengadilan tinggi. Yakni kualitas iman, etika dan moral, juga agama dalam hal guna untuk mewujudkan peradilan sebagai lembaga yang agung.

“Untuk itu sekali lagi saya harapkan kepada saudara ketua pengadilan yang baru untuk dapat memimpin Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan tetap menjunjung tinggi integritas. Adapun integritas hanya dapat diukur dari tiga indikator. Yang pertama sejauh mana seseorang itu dilihat dari kualitas iman. Kedua kualitas etika dan moral. Dan tentu ketiga kualitas agama. Kalau kita melandaskan pada tiga indikator itu maka bisa diharapkan dunia peradilan akan bersinar sebagai lembaga yang agung,” tutup Mamonto. (Buyung Potabuga/chan)

MANADOPOST.ID – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Manado, Sulawesi Utara, Dr Lexsy Mamonto SH MH menggelar Sidang Luar Biasa, Pengambilan Janji, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu dari Andri Sufari SH MH kepada Junita Beatrix MA’I, SH, MH. Berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Jumat (1/7/2022).

Dari pantauan manadopost.id, pelaksanaan kegiatan dimulai dengan membacakan keputusan surat dari Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. Selanjutnya kegiatan dilangsungkan dengan pelantikan serta penandatanganan berita acara pengambilan janji dan pakta integritas oleh Ketua PN Kotamobagu yang baru Junita Beatrix MA’I SH MH.

Dalam kesempatan tersebut, Mamonto mengingatkan, sebagaimana dengan maklumat Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2017 untuk senantiasa memberikan pembinaan kepada para hakim, pejabat peradilan dan seluruh aparatur lembaga peradilan agar tidak melakukan perbuatan perbuatan yang merusak citra, wibawa dan kehormatan lembaga peradilan.

“Untuk saudara-saudara ketahui Mahkamah Agung (MA) dengan jajaran peradilan di bawahnya saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan akreditasi penjaminan mutu, sebagai jembatan masuk menuju peradilan yang agung, sebagaimana yang kita kehendaki. Maka hal ini telah menjadi komitmen bersama kita, yang kita tuangkan dalam blueprint Mahkamah Agung sebagai salah satu visi dari pada Mahkamah Agung untuk menjadikan lembaga peradilan menjadi lembaga yang agung,” tutur Mamonto.

Dia juga berpesan kepada Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu yang baru bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang disombongkan. Namun sejatinya jabatan adalah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan.

“Untuk itu saya ingatkan kepada saudara ketua yang baru dilantik jabatan bukan merupakan kesombongan. Jabatan sejatinya adalah tanggung jawab. Kalung yang ada tergantung di leher saudara adalah merupakan tanggung jawab besar saudara yang harus dipertanggungjawabkan pada masyarakat, bangsa dan negara Indonesia, terlebih tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Mamonto juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sedang menaruh harapan besar kepada para hakim dan aparatur lembaga peradilan untuk berintegritas tinggi.

“Saat ini para hakim dan bahkan para aparatur lembaga peradilan mau tidak mau, suka tidak suka itu dipanggil yang mulia. Saya sesungguhnya mendengar panggilan itu merasa risih, karena tidak pantas kita sebagai manusia menyandang sebagai yang yang mulia. Akan tetapi masyarakat menaruh harapan besar kepada para hakim dan para aparatur sipil negara yang ada di lembaga peradilan, untuk menjadi para hakim yang berintegritas tinggi. Untuk itu, dalam kaitan dengan pembangunan zona integritas, kita sekarang sedang memacu untuk melakukan berbagai penyempurnaan, pembenahan, tidak hanya pada sarana prasarana, akan tetapi kita melakukan perubahan-perubahan yang mendasar terhadap perilaku daripada para aparatur lembaga peradilan, mulai dari perubahan perilaku, perubahan mindset, itu yang perlu betul-betul diperhatikan sehingga apa menjadi tujuan kita untuk menuju ke peradilan yang agung bisa terwujud,” papar Mamonto.

Sebagai penutup, Mamonto menekankan tiga indikator yang harus dipenuhi para ketua pengadilan tinggi. Yakni kualitas iman, etika dan moral, juga agama dalam hal guna untuk mewujudkan peradilan sebagai lembaga yang agung.

“Untuk itu sekali lagi saya harapkan kepada saudara ketua pengadilan yang baru untuk dapat memimpin Pengadilan Negeri Kotamobagu dengan tetap menjunjung tinggi integritas. Adapun integritas hanya dapat diukur dari tiga indikator. Yang pertama sejauh mana seseorang itu dilihat dari kualitas iman. Kedua kualitas etika dan moral. Dan tentu ketiga kualitas agama. Kalau kita melandaskan pada tiga indikator itu maka bisa diharapkan dunia peradilan akan bersinar sebagai lembaga yang agung,” tutup Mamonto. (Buyung Potabuga/chan)

Most Read

Artikel Terbaru

/