25C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

KBM SD-SMP Kembali Dibuka

MANADOPOST.ID– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kotamobagu akan kembali dibuka.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu, Rastono Sumardi, menuturkan, rencanya KBM akan mulai dilaksanakan hari Senin (8/1).

“Sesuai konsultasi, kita sudah diizinkan ibu Walikota untuk kembali membuka KBM, namun masih terbatas, setiap tatap muka hanya boleh 5 siswa dalam satu kelas. Kalau mengikuti ketentuan sebenarnya, jumlah maksimal yang dibolehkan untuk KBM di masa pandemi ini sebanyak 18 siswa,” ujar Rastono.

Dia menambahkan, setiap daerah mempunyai kebijakan tersendiri. Mengingat Kotamobagu masih zona merah, untuk saat ini jumlahnya diperkecil yang penting ada tatap muka dan sudah mendapat izin.

“KBM terbatas ini sudah kita sosialisasikan, sehingga sekolah yang akan membuka KBM kita pastikan sarana prokesnya wajib terpenuhi,” tambah Rastono.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 1 Pobundayan, Mukhlis Tarumadoya, mengatakan, terkait persiapan KBM tatap muka, pihaknya telah menyediakan perlengkapan protokol kesehatan (prokses).

“Kami sudah menyediakan tempat cuci tangan, termogun dan akan membuat meja pembatas plastik untuk guru maupun siswa. Dalam satu kelas hanya 5 siswa dengan jarak yang telah diatur. Kegiatan belajar mengajar akan berlangsung selama 3 jam,” ujar Mukhlis.

Dia juga mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu surat pernyataan dari orang tua siswa, sebagai butki telah menyetujui anaknya ikut KBM tatap muka.

“Surat penyataan dari orang tua belum masuk semua. Baru sekira 60 persen yang masuk, dan 40 persen masih ditunggu. Orang tua yang tidak memasukkan surat pernyataan hingga proses KBM dimulai, tidak bisa dipaksakan. Mereka akan dikunjungi oleh guru atau secara luring, dan bagi siswa yang memiliki handphone atau gadget akan menggunakan metode melalui daring. Semuanya akan dilakukan agar siswa di SDN 2 Pobundayan, tidak ketinggalan pelajaran saat pandemi Covid-19,” tambah Mukhlis.

Sementara itu, Kepsek SD Negeri 2 Matali, Serli Lapatona, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan fasilitas prokes seperti tempat cuci tangan, plastik pembatas meja murid dan guru, untuk persiapan KBM tatap muka.

“Untuk masker, sebelumnya kami telah membagikan masker ke semua murid. Kami juga telah menyiapkan masker cadangan di sekolah, jika terdapat murid yang tidak menggunakan ataupun lupa membawa masker,” katanya.

Sebelum kegiatan KBM ini dimulai, lanjut Serli, sebelumnya kami telah memberikan surat penyataan persetujuan dari orang tua murid untuk masuk sekolah melaksanakan KBM tatap muka.

“Semua orang tua murid di SDN 1 Matali menyetujui pelaksanaan KBM tatap muka ini. Mereka telah menanda tangani surat pernyataan di atas meterai, sebagai bukti orang tua murid setuju anaknya mengikuti KBM tatap muka,” pungkasnya. (*/ayu)

Artikel Terbaru