24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Dugaan Korupsi di Pemerintahan Tatong Bara Masuk Babak Baru, PN Batalkan SP3, Penyidikan Lanjut

MANADOPOST.ID – Dugaan korupsi di pemerintahan Tatong Bara sebagai Wali Kota Kotamobagu masuk babak baru. Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Manado melalui hakim tunggal Agus Darmanto SH MH (Wakil Ketua PN Manado), Selasa (28/6/2022) dalam Putusan PN MANADO Nomor 5/Pid.Pra/2022/PN Mnd membatalkan SP3 tersangka korupsi HA alias Herman, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu.

Dalam poin 3 putusan memerintahkan termohon dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kotamobagu untuk melanjutkan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang tahun anggaran 2016 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu.

Adapun putusan PN Manado tersebut yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum, pada Selasa (28/7/22) dihadiri kuasa pemohon Ormas Laskar Bogani Indonesia dan kuasa termohon.

Putusan PN Manado tersebut menyebutkan dalam poin pertama mengabulkan permohonan praperadilan pemohon (Laskar Bogani Indonesia) untuk seluruhnya. Kedua menyatakan menurut hukum bahwa tindakan termohon (Kejari Kotamobagu) yang menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang tahun anggaran 2016 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu atas nama tersangka HA dinyatakan tidak sah karena tidak berdasarkan hukum dan oleh karenanya penghentian penyidikan atas perkara aquo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Ketiga, memerintahkan kepada termohon untuk melanjutkan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang. Keempat membebankan biaya perkara kepada termohon sejumlah nihil.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, gugatan praperadilan atas dihentikannya penyidikan (SP-3) kasus korupsi pembangunan Pasar Genggulang, Kotamobagu, diajukan Laskar Bogani Indonesia ke Pengadilan Negeri/HI/Tipikor Manado Sesuai Perkara No. 5/Pid.Pra/2022/PN.Mnd. Tanggal 21 April 2022.

“Alhamdulillah, melalui Hakim Tunggal yang Mulia Agus Darmanto SH MH (Wakil Ketua Pengadilan), pada hari Selasa 28 Juni 2022, permohonan LBI atas dihentikannya Penyidikan (SP-3) terhadap tersangka kasus dugaan korupsi, mantan Kepala Disperindagkop UKM, Herman Aray dikabulkan Pengadilan Negeri Manado. Singkatnya, SP-3 atas tersangka korupsi Herman Aray dinyatakan tidak sah alias gugur/batal demi hukum,” ucap Wakil Ketua Umum LBI Bidang Pergerakan, Hukum dan HAM, Denny Mokodompit.

Lanjutnya, ucapan terimakasih disampaikan kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu yang baru, Elwin Agustian Khahar SH MH, yang membuka ruang bagi masyarakat yang tidak puas dengan putusan Kejaksaan Negeri Kotamobagu untuk melakukan praperadilan.

“Terimakasih, syukur moanto kepada Bapak Kajari Kotamobagu yang baru Elwin Agustian Khahar, dimana secara transparan menjelaskan melalui media massa tentang dugaan korupsi Pasar Genggulang telah dihentikan penyidikannya di era Kajari sebelumnya, dan membuka ruang bagi masyarakat yang tidak puas untuk mengajukan praperadilan, sehingga Ormas LBI mengajukan gugatan karena melihat ada kejanggalan atas dihentikannya penyidikan kasus tersebut,” jelas Mokodompit.

Sekedar diketahui, pada Maret 2021 silam Kejaksaan Negeri Kotamobagu saat dipimpin Kajari Hadiyanto SH telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan
anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang Tahun Anggaran 2016 dengan
anggaran sebesar Rp 6. 278.711.000  yakni tersangka HA selaku Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Kotamobagu. Dan tersangka SI alias Stevi selaku kontraktor pelaksana kegiatan proyek. Namun dalam perkembangannya pada 3 Agustus 2021 kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Hadiyanto SH telah menghentikan penyidikan dugaan kasus korupsi tersebut melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor 945/P.1.12/Fd.1/08/2021. (Buyung Potabuga/Chan)

MANADOPOST.ID – Dugaan korupsi di pemerintahan Tatong Bara sebagai Wali Kota Kotamobagu masuk babak baru. Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Manado melalui hakim tunggal Agus Darmanto SH MH (Wakil Ketua PN Manado), Selasa (28/6/2022) dalam Putusan PN MANADO Nomor 5/Pid.Pra/2022/PN Mnd membatalkan SP3 tersangka korupsi HA alias Herman, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu.

Dalam poin 3 putusan memerintahkan termohon dalam hal ini Kejaksaan Negeri Kotamobagu untuk melanjutkan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang tahun anggaran 2016 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu.

Adapun putusan PN Manado tersebut yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum, pada Selasa (28/7/22) dihadiri kuasa pemohon Ormas Laskar Bogani Indonesia dan kuasa termohon.

Putusan PN Manado tersebut menyebutkan dalam poin pertama mengabulkan permohonan praperadilan pemohon (Laskar Bogani Indonesia) untuk seluruhnya. Kedua menyatakan menurut hukum bahwa tindakan termohon (Kejari Kotamobagu) yang menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang tahun anggaran 2016 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kotamobagu atas nama tersangka HA dinyatakan tidak sah karena tidak berdasarkan hukum dan oleh karenanya penghentian penyidikan atas perkara aquo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Ketiga, memerintahkan kepada termohon untuk melanjutkan penyidikan terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang. Keempat membebankan biaya perkara kepada termohon sejumlah nihil.

Diketahui, gugatan praperadilan atas dihentikannya penyidikan (SP-3) kasus korupsi pembangunan Pasar Genggulang, Kotamobagu, diajukan Laskar Bogani Indonesia ke Pengadilan Negeri/HI/Tipikor Manado Sesuai Perkara No. 5/Pid.Pra/2022/PN.Mnd. Tanggal 21 April 2022.

“Alhamdulillah, melalui Hakim Tunggal yang Mulia Agus Darmanto SH MH (Wakil Ketua Pengadilan), pada hari Selasa 28 Juni 2022, permohonan LBI atas dihentikannya Penyidikan (SP-3) terhadap tersangka kasus dugaan korupsi, mantan Kepala Disperindagkop UKM, Herman Aray dikabulkan Pengadilan Negeri Manado. Singkatnya, SP-3 atas tersangka korupsi Herman Aray dinyatakan tidak sah alias gugur/batal demi hukum,” ucap Wakil Ketua Umum LBI Bidang Pergerakan, Hukum dan HAM, Denny Mokodompit.

Lanjutnya, ucapan terimakasih disampaikan kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu yang baru, Elwin Agustian Khahar SH MH, yang membuka ruang bagi masyarakat yang tidak puas dengan putusan Kejaksaan Negeri Kotamobagu untuk melakukan praperadilan.

“Terimakasih, syukur moanto kepada Bapak Kajari Kotamobagu yang baru Elwin Agustian Khahar, dimana secara transparan menjelaskan melalui media massa tentang dugaan korupsi Pasar Genggulang telah dihentikan penyidikannya di era Kajari sebelumnya, dan membuka ruang bagi masyarakat yang tidak puas untuk mengajukan praperadilan, sehingga Ormas LBI mengajukan gugatan karena melihat ada kejanggalan atas dihentikannya penyidikan kasus tersebut,” jelas Mokodompit.

Sekedar diketahui, pada Maret 2021 silam Kejaksaan Negeri Kotamobagu saat dipimpin Kajari Hadiyanto SH telah menetapkan dua tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan
anggaran dalam pembangunan Pasar Genggulang Tahun Anggaran 2016 dengan
anggaran sebesar Rp 6. 278.711.000  yakni tersangka HA selaku Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Kotamobagu. Dan tersangka SI alias Stevi selaku kontraktor pelaksana kegiatan proyek. Namun dalam perkembangannya pada 3 Agustus 2021 kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Hadiyanto SH telah menghentikan penyidikan dugaan kasus korupsi tersebut melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan Nomor 945/P.1.12/Fd.1/08/2021. (Buyung Potabuga/Chan)

Most Read

Artikel Terbaru

/