23.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Ini Harapan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara Soal  Tradisi Monuntul

MANADOPOST.ID – Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengajak masyarakat untuk melestarikan tradisi Monuntul atau pasang lampu. Salah satu tradisi Bolaang Mongondow ini biasanya dilakukan pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan atau malam ke 27 sebelum Idul Fitri.

“Maknanya secara fisik bisa seperti menerangi lingkungan. Insya Allah dengan perjalanan menuju ke Idul Fitri itu sinar ini atau cahaya ini bisa mengiringi akhir masa Ramadan. Namun secara batiniah ini bisa kita maknai bahwa semakin kita mengakhiri masa puasa, insya Allah juga terang batin kita dan bisa semakin baik dengan kebersihan jiwa yang kita miliki,” ujar Wali Kota pada kegiatan pemasangan lampu Monuntul di Halaman Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

Tradisi ini harus terus dilestarikan, lanjut Wali Kota, untuk itu pemerintah wajib menjaga dan turut dalam pelaksanaannya.
“Kita tetap menjaga keberlangsungan tradisi ini agar jangan sampai pupus. Mudah-mudahan dapat kita pertahankan, dengan situasi kemajuan zaman walaupun hanya dari lampu tradisional berubah menjadi lampu modern seperti ini, tetapi Insaallah tidak mengurangi makna yang ada,” tutupnya. (yusuf/iswan)

MANADOPOST.ID – Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengajak masyarakat untuk melestarikan tradisi Monuntul atau pasang lampu. Salah satu tradisi Bolaang Mongondow ini biasanya dilakukan pada tiga malam terakhir bulan Ramadhan atau malam ke 27 sebelum Idul Fitri.

“Maknanya secara fisik bisa seperti menerangi lingkungan. Insya Allah dengan perjalanan menuju ke Idul Fitri itu sinar ini atau cahaya ini bisa mengiringi akhir masa Ramadan. Namun secara batiniah ini bisa kita maknai bahwa semakin kita mengakhiri masa puasa, insya Allah juga terang batin kita dan bisa semakin baik dengan kebersihan jiwa yang kita miliki,” ujar Wali Kota pada kegiatan pemasangan lampu Monuntul di Halaman Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

Tradisi ini harus terus dilestarikan, lanjut Wali Kota, untuk itu pemerintah wajib menjaga dan turut dalam pelaksanaannya.
“Kita tetap menjaga keberlangsungan tradisi ini agar jangan sampai pupus. Mudah-mudahan dapat kita pertahankan, dengan situasi kemajuan zaman walaupun hanya dari lampu tradisional berubah menjadi lampu modern seperti ini, tetapi Insaallah tidak mengurangi makna yang ada,” tutupnya. (yusuf/iswan)

Most Read

Artikel Terbaru

/