28.6 C
Manado
Kamis, 13 Mei 2021
spot_img
spot_img

2020, Angka Stunting Kotamobagu 5,09 Persen

MANADOPOST.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, terus berupaya untuk menangani Stunting, atau gagal tumbuh pada anak balita, sehingga memiliki tubuh terlalu pendek dibanding anak seusianya.

Kepala Dinkes Kotamobagu, Tanty Korompot, membeber, penanganan stunting saat ini sudah secara global, artinya terintegritas dan paripurna.

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan angka stunting di Kotamobagu pada tahun 2020 sebanyak 208 balita atau berada pada angka 5,09 persen dibawah angka nasional sebesar 20 persen,” bebernya.

Dia juga mengatakan, banyak hal yang dilakukan untuk langkah pencegahan Stunting ini.

“Ada konseling sebelum memasuki pernikahan baik di Kantor Agama maupun Dinas P3A, pemberian tablet FE untuk persiapan kehamilan serta ada juga pemberian vitamin A untuk anak-anak. Ada juga pemantauan ibu hamil oleh bidan di desa maupun kelurahan, terutama bagi ibu hamil yang beresiko tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kotamobagu, menyediakan cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi anak dalam upaya pencegahan stunting.

Kepala DKP Kotamobagu, Nurachim Patra Mokoagow, menuturkan, program jangka pendek untuk tahun 2021 terkait penanganan daerah rawan pangan.

“Dari segi kebutuhan pangan, mana yang kurang itu yang coba dipenuhi oleh DKP. Nah program itu merupakan program untuk memperhatikan 1.000 hari pertama kehidupan anak sebagai langkah awal mencegah kasus Stunting,” ujar Nurachim.

Dia juga mengatakan, dalam penanganan Stunting, pihaknya mengacu pada data dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

“Dengan data yang ada, kami melakukan verifikasi data di kelurahan dan desa, kemudian akan diberikan bantuan, berupa sembako dan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) atau pemanfaatan pekarangan. Dengan program tersebut semoga bisa membantu kasus kekerdilan tumbuh anak,” tutupnya. (*/ayu)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru